Seorang Muslim Harus Saling Memaafkan dan Perintahnya dalam Al-Qur'an
Minggu, 16 April 2023 - 05:15 WIB
loading...
Perintah memaafkan kesalahan sesama manusia ini banyak disebutkan dalam Al-Quran. Umat Islam harus menjadi pribadi yang pemaaf. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Ramadan merupakan bulan ampunan, karenanya umat muslim juga harus saling memaafkan untuk mendapat ampunan Allah Subhanahu wa ta'ala. Perintah memaafkan kesalahan sesama manusia ini banyak disebutkan dalam Al-Qur'an. Umat Islam harus menjadi pribadi yang pemaaf.
Salah satu perintah memaafkan ada di surah al-A’raf: 199,
Khużil-’afwa wa`mur bil-’urfi wa a’riḍ ‘anil-jāhilīn
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”(QS Al-Araf :199)
Baca juga: Amalan Hebat di Malam Hari, Ustaz Yusuf Mansur Ingatkan tentang Keutamaan Memaafkan
Apa maksud ayat di atas? Ustadz Muhammad Faishal Fadhli dalam tulisannya menjelaskan, kata khuż atau ambillah bermakna memperoleh sesuatu untuk dimanfaatkan. Dalam kata ini, terkandung arti memilih dari sekian banyak pilihan.
Artinya, Allah memerintahkan manusia–melalui kata khuż–untuk memilih memaafkan kesalahan orang lain dibandingkan sikap-sikap lain yang mungkin dilakukan seperti membalas, marah, mengamuk, atau menyimpan dendam kesumat. Kemudian, maaf yang dimaksud dalam ayat ini bukanlah sekadar ucapan belaka, melainkan memaafkan dengan sepenuh hati.
Kata al-’afwu atau maaf diambil dari akar kata yang terdiri dari huruf ’ain, fa,dan waw. Akar ini memiliki dua kemungkinan makna, yakni meninggalkan sesuatu dan memintanya.
Dari sini, kita dapat memahami bahwa seseorang yang telah memaafkan kesalahan orang lain berarti ia benar-benar meninggalkan (menghapus) kesalahan tersebut. Tidak mengungkit-ungkitnya kembali.
Salah satu perintah memaafkan ada di surah al-A’raf: 199,
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
Khużil-’afwa wa`mur bil-’urfi wa a’riḍ ‘anil-jāhilīn
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”(QS Al-Araf :199)
Baca juga: Amalan Hebat di Malam Hari, Ustaz Yusuf Mansur Ingatkan tentang Keutamaan Memaafkan
Apa maksud ayat di atas? Ustadz Muhammad Faishal Fadhli dalam tulisannya menjelaskan, kata khuż atau ambillah bermakna memperoleh sesuatu untuk dimanfaatkan. Dalam kata ini, terkandung arti memilih dari sekian banyak pilihan.
Artinya, Allah memerintahkan manusia–melalui kata khuż–untuk memilih memaafkan kesalahan orang lain dibandingkan sikap-sikap lain yang mungkin dilakukan seperti membalas, marah, mengamuk, atau menyimpan dendam kesumat. Kemudian, maaf yang dimaksud dalam ayat ini bukanlah sekadar ucapan belaka, melainkan memaafkan dengan sepenuh hati.
Kata al-’afwu atau maaf diambil dari akar kata yang terdiri dari huruf ’ain, fa,dan waw. Akar ini memiliki dua kemungkinan makna, yakni meninggalkan sesuatu dan memintanya.
Dari sini, kita dapat memahami bahwa seseorang yang telah memaafkan kesalahan orang lain berarti ia benar-benar meninggalkan (menghapus) kesalahan tersebut. Tidak mengungkit-ungkitnya kembali.
Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 199
Al-Biqa’i rahimahullah ketika mentadaburi potongan ayat khuż al-’afwa, menjelaskan bahwa; ambillah apa yang telah Allah anugerahkan, tanpa bersusah payah menyulitkan diri.Lihat Juga :