Idulfitri: Saling Memaafkan dan Melapangkan Dada, Jabat Tangan Membuka Lembaran Baru
Rabu, 10 April 2024 - 17:36 WIB
loading...
Berlapang dadalah terhadap mereka dengan cara yang baik. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Hari Raya Idulfitri dikenal juga sebagai hari saling memaafkan. Dalam momentum hari raya Idulfitri yang mulia dan suci, kita sama-sama menyucikan diri dari segala kesalahan kepada Allah SWT dan kepada manusia.
Hal ini kita lakukan agar menjadikan amal ibadah Ramadan kita lebih bermakna untuk diri kita. Karena sebagai manusia biasa. kita tidak dapat lepas dari segala kesalahan.
Terkadang, kita tidak sengaja melukai orang lain dengan ucapan kita. Kita juga tidak menyadari perbuatan kita dapat menyakiti orang lain, meskipun tidak disengaja. Karena itu, meminta maaf dan memaafkan dengan lapang dada adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan pada momentum Idulfitri.
Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran " (Mizan, 2007) mengatakan lapang dada atau al-shafh dalam berbagai bentuk terulang sebanyak delapan kali dalam Al-Quran .
Menurut Quraish, kata ini pada mulanya berarti lapang. Halaman pada sebuah buku dinamai shafhat karena kelapangan dan keluasannya.
Dari sini, al-shafh dapat diartikan kelapangan dada. Berjabat tangan dinamai mushafahat karena melakukannya menjadi perlambang kelapangan dada.
"Dari delapan kali bentuk al-shafh yang dikemukakan, empat di antaranya didahului oleh perintah memberi maaf," ujarnya.
Baca juga: Idulfitri: Saling Memaafkan Bukan Hanya Dosa dan Kesalahan Kecil
Perhatikan ayat-ayat berikut:
"Apabila kamu memaafkan, dan melapangkan dada serta melindungi, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang." ( QS Al-Thaghabun [64] : 14).
Hal ini kita lakukan agar menjadikan amal ibadah Ramadan kita lebih bermakna untuk diri kita. Karena sebagai manusia biasa. kita tidak dapat lepas dari segala kesalahan.
Terkadang, kita tidak sengaja melukai orang lain dengan ucapan kita. Kita juga tidak menyadari perbuatan kita dapat menyakiti orang lain, meskipun tidak disengaja. Karena itu, meminta maaf dan memaafkan dengan lapang dada adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan pada momentum Idulfitri.
Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran " (Mizan, 2007) mengatakan lapang dada atau al-shafh dalam berbagai bentuk terulang sebanyak delapan kali dalam Al-Quran .
Menurut Quraish, kata ini pada mulanya berarti lapang. Halaman pada sebuah buku dinamai shafhat karena kelapangan dan keluasannya.
Dari sini, al-shafh dapat diartikan kelapangan dada. Berjabat tangan dinamai mushafahat karena melakukannya menjadi perlambang kelapangan dada.
"Dari delapan kali bentuk al-shafh yang dikemukakan, empat di antaranya didahului oleh perintah memberi maaf," ujarnya.
Baca juga: Idulfitri: Saling Memaafkan Bukan Hanya Dosa dan Kesalahan Kecil
Perhatikan ayat-ayat berikut:
"Apabila kamu memaafkan, dan melapangkan dada serta melindungi, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang." ( QS Al-Thaghabun [64] : 14).
Lihat Juga :