Begini Cara Sultan Muhammad Al-Fatih Memuliakan Ulama
Selasa, 21 Juli 2020 - 15:44 WIB
loading...
Lukisan Recep Tayyib Erdogan dan Sultan Muhammad Al-Fatih. Foto/Ilustrasi/aa.com
A
A
A
PARA ulama memiliki tempat khusus dalam sanubari Sultan Muhammad Al-Fatih . Dia berusaha menjadikan ulama dekat dengannya dan mengangkat posisi mereka. Sultan mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang baik dan produktif. (Baca juga: Pecat Syaikh Kurani sebagai Hakim, Sultan Muhammad Al-Fatih Menyesal )
Sultan tidak segan mengeluarkan harta pribadinya untuk mensejahterakan para ulama, agar seluruh potensi mereka terkonsentrasi dalam pelayanan ilmu pengetahuan dan pengajaran. Sultan menghormati mereka dengan penghormatan tinggi. Bahkan walaupun mereka tidak menyukainya.
Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, menceritakan tatkala Sultan memasukkan Qarman sebagai bagian dari wilayah kekuasaannya, dia memerintahkan untuk memindahkan para pekerja ke Konstantinopel . Hanya saja menterinya yang bernama Rum Muhammad Pasya menzalimi mereka. Di antara mereka adalah para ulama, orang orang yang berakhlak mulia.
Salah satunya adalah seorang alim yang bernama Ahmad Jalabi bin As-Sulthan Amir Ali. Tatkala Sultan mengetahui apa yang terjadl, dia segera memohon maaf kepadanya dan segera mengembalikannya ke negeri asal bersama teman-temannya dalam keadaan terhormat.
Baca juga: Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih
Menurut Ash-Shalabi, tatkala Uzun Hasan pemimpin Turkman terkalahkan, orang ini tidak memenuhi kesepakatan dan membantu musuh-musuh Utsmani.
Saat dia dikalahkan Sultan Muhammad Al-Fatih, ada sejumlah orang jatuh menjadi tawanan perang. Maka Sultan memerintahkan, agar para pengkhianat tersebut dibunuh, kecuali para ulama dan mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, seperti Qadhi Muhammad Asy-Syarihi, yang merupakan tokoh sangat dihormati di zamannya. Sultan pun menghormatinya dengan penghormatan tinggi.
Salah satu kebiasaan Sultan di bulan Ramadhan adalah datang ke istananya setelah salat zuhur bersama-sama rombongan ulama yang sangat dalam ilmunya dalam tafsir Al-Qur’an.
Baca juga: Begini Isi Surat Al-Fatih kepada Sultan Mesir tentang Penaklukan Konstantinopel
Setiap kali pertemuan, ada salah seorang dari mereka menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian didiskusikan oleh semua ulama dan mereka bertukar pikiran tentang tafsir ayat-ayat tersebut.
Sultan tidak segan mengeluarkan harta pribadinya untuk mensejahterakan para ulama, agar seluruh potensi mereka terkonsentrasi dalam pelayanan ilmu pengetahuan dan pengajaran. Sultan menghormati mereka dengan penghormatan tinggi. Bahkan walaupun mereka tidak menyukainya.
Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, menceritakan tatkala Sultan memasukkan Qarman sebagai bagian dari wilayah kekuasaannya, dia memerintahkan untuk memindahkan para pekerja ke Konstantinopel . Hanya saja menterinya yang bernama Rum Muhammad Pasya menzalimi mereka. Di antara mereka adalah para ulama, orang orang yang berakhlak mulia.
Salah satunya adalah seorang alim yang bernama Ahmad Jalabi bin As-Sulthan Amir Ali. Tatkala Sultan mengetahui apa yang terjadl, dia segera memohon maaf kepadanya dan segera mengembalikannya ke negeri asal bersama teman-temannya dalam keadaan terhormat.
Baca juga: Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih
Menurut Ash-Shalabi, tatkala Uzun Hasan pemimpin Turkman terkalahkan, orang ini tidak memenuhi kesepakatan dan membantu musuh-musuh Utsmani.
Saat dia dikalahkan Sultan Muhammad Al-Fatih, ada sejumlah orang jatuh menjadi tawanan perang. Maka Sultan memerintahkan, agar para pengkhianat tersebut dibunuh, kecuali para ulama dan mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, seperti Qadhi Muhammad Asy-Syarihi, yang merupakan tokoh sangat dihormati di zamannya. Sultan pun menghormatinya dengan penghormatan tinggi.
Salah satu kebiasaan Sultan di bulan Ramadhan adalah datang ke istananya setelah salat zuhur bersama-sama rombongan ulama yang sangat dalam ilmunya dalam tafsir Al-Qur’an.
Baca juga: Begini Isi Surat Al-Fatih kepada Sultan Mesir tentang Penaklukan Konstantinopel
Setiap kali pertemuan, ada salah seorang dari mereka menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian didiskusikan oleh semua ulama dan mereka bertukar pikiran tentang tafsir ayat-ayat tersebut.
Lihat Juga :