Pecat Syaikh Kurani sebagai Hakim, Sultan Muhammad Al-Fatih Menyesal
Selasa, 21 Juli 2020 - 13:28 WIB
loading...
Sultan Muhammad Al-Fatih.Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
SULTAN Muhammad Al-Fatih selalu menghormati ulama , orang-orang yang wara’ , dan orang-orang yang takwa . Mungkin saja suatu saat dia marah kepada mereka, namun tak berapa lama dia akan kembali menghormatinya. (Baca juga: Sultan Muhammad Al-Fatih Memvonis Mati Putranya Sendiri )
Buku-buku sejarah mengungkapkan bahwa suatu ketika Sultan Muhammad Al-Fatih mengutus salah seorang pelayannya dengan membawa sesuatu yang bergambar kepada Syaikh Ahmad Al-Kurani. Saat itu Syaikh menjadi hakim militer. Syaikh mendapatkan apa yang dibawa oleh pelayan itu bertentangan dengan Syariat , maka gambar itu pun dia sobek. (Baca juga: Sembahyang Terakhir di Hagia Sophia, Kisah Haru Jelang Takluknya Konstantinopel )
Sekadar mengingatkan Syaikh Ahmad al Kurani adalah guru yang mendidik Al-Fatih tatkala masih anak-anak. Ayah Muhammad Al Fatih, Sultan Murad II membekali Syaikh Ahmad al Kurani dengan sebilah kayu untuk digunakan jika diperlukan. Pada pertemuan pertama, Al Kurani mengajar Muhammad al Fatih dengan membawa sebilah kayu tersebut. “Ini pemberian Sultan untuk memukulmu jika kamu tidak disiplin saat belajar,” ujar Syaikh al-Kurani.
Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel
Mendengar itu, Muhammad al Fatih malah tertawa. Seketika itu juga Syaikh Kurani memukul Muhammad dengan keras. Muhammad al-Fatih pun terkejut bukan kepalang. Dia tidak menyangka guru barunya benar-benar memukulnya.
Sejak saat itu Muhammad Al Fatih mengalami perubahan yang sangat signifikan. Dia menjadi anak yang patuh dan hormat terhadap gurunya dan mulai belajar dengan serius.
Baca juga: Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih
Di tangan Syaikh Kurani inilah awal perubahan sikap Muhammad Al Fatih terjadi. Muhammad tumbuh menjadi pemuda yang keras kemauannya dan serius dalam mewujudkan keinginannya.
Saat penaklukan Konstantinopel Syaikh Kurani bersama Syaikh Aaq Syamsuddin mendampingi Sultan. Beliau pula yang menulis surat pemberitahuan penaklukan Konstantinopel kepada penguasa-pengusaha negeri Islam.
Baca juga: Begini Isi Surat Al-Fatih kepada Sultan Mesir tentang Penaklukan Konstantinopel
Buku-buku sejarah mengungkapkan bahwa suatu ketika Sultan Muhammad Al-Fatih mengutus salah seorang pelayannya dengan membawa sesuatu yang bergambar kepada Syaikh Ahmad Al-Kurani. Saat itu Syaikh menjadi hakim militer. Syaikh mendapatkan apa yang dibawa oleh pelayan itu bertentangan dengan Syariat , maka gambar itu pun dia sobek. (Baca juga: Sembahyang Terakhir di Hagia Sophia, Kisah Haru Jelang Takluknya Konstantinopel )
Sekadar mengingatkan Syaikh Ahmad al Kurani adalah guru yang mendidik Al-Fatih tatkala masih anak-anak. Ayah Muhammad Al Fatih, Sultan Murad II membekali Syaikh Ahmad al Kurani dengan sebilah kayu untuk digunakan jika diperlukan. Pada pertemuan pertama, Al Kurani mengajar Muhammad al Fatih dengan membawa sebilah kayu tersebut. “Ini pemberian Sultan untuk memukulmu jika kamu tidak disiplin saat belajar,” ujar Syaikh al-Kurani.
Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel
Mendengar itu, Muhammad al Fatih malah tertawa. Seketika itu juga Syaikh Kurani memukul Muhammad dengan keras. Muhammad al-Fatih pun terkejut bukan kepalang. Dia tidak menyangka guru barunya benar-benar memukulnya.
Sejak saat itu Muhammad Al Fatih mengalami perubahan yang sangat signifikan. Dia menjadi anak yang patuh dan hormat terhadap gurunya dan mulai belajar dengan serius.
Baca juga: Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih
Di tangan Syaikh Kurani inilah awal perubahan sikap Muhammad Al Fatih terjadi. Muhammad tumbuh menjadi pemuda yang keras kemauannya dan serius dalam mewujudkan keinginannya.
Saat penaklukan Konstantinopel Syaikh Kurani bersama Syaikh Aaq Syamsuddin mendampingi Sultan. Beliau pula yang menulis surat pemberitahuan penaklukan Konstantinopel kepada penguasa-pengusaha negeri Islam.
Baca juga: Begini Isi Surat Al-Fatih kepada Sultan Mesir tentang Penaklukan Konstantinopel
Lihat Juga :