Kisah Abu Ayyub Al-Anshary

Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih

loading...
Ini Tokoh yang Makamnya Dimuliakan Sultan Muhammad Al-Fatih
Makam Abu Ayyub Al-Ansary di Turki. Foto/Ilustrasi/Ist
BEGITU memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid.

Selain itu, Sultan Muhammad al-Fatih juga memerintahkan untuk membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al-Anshari radhiallahuanhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahualaihi wa sallam yang wafat saat menyerang Konstantinopel di zaman Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahuanhu. (Baca juga: Hagia Sophia dan Kehebatan Sultan Muhammad Al-Fatih)

Ya, pada tahun 48 H/ 669 M, Mu’awiyah mencoba menaklukkan Konstantinopel. Ia mengirim pasukan besar pimpinan Sufyan Ibnu Auf yang ditemani Yazid ibn Mu’awiyah. Kala itu, sejumlah sahabat terkemuka dari Muhajirin dan Anshar ikut serta. Di antara mereka ada Abdullah ibn Abbas, Abdullah ibn Umar, Abdullah ibn Zubair dan Abu Ayyub al Anshari.

Baca juga: Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Warga Turki Semringah



Derajat Mulia
Lalu, siapa sejatinya Abu Ayyub al Anshari itu, sehingga Sultan Muhammad Al-Fatih begitu menghormatinya?

Abu Ayyub adalah tokoh dari golongan Anshar. Nama dan derajatnya dimuliakan Allah di kalangan makhluk, baik di Timur mahupun di Barat. Allah telah memilih rumahnya di antara sekalian rumah kaum muslimin, untuk tempat tinggal Rasulullah ketika beliau baru tiba di Madinah sebagai Muhajirin.

Mari kita menengok jauh ke belakang, saat Rasulullah hijrah. Setibanya Rasulullah di Madinah, beliau disambut dengan hati terbuka oleh seluruh penduduk. Beliau dielu-elukan dengan kemuliaan yang belum pernah diterima seorang tamu atau utusan manapun.



Baca juga: Umar bin Khattab: Si Kidal Penggembala Unta dengan Ayah yang Pemarah
halaman ke-1 dari 9
cover top ayah
وَمَا كَانَ قَوۡلَهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ قَالُوۡا رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَاِسۡرَافَنَا فِىۡۤ اَمۡرِنَا وَ ثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

(QS. Ali 'Imran:147)
cover bottom ayah
preload video