Batas Akhir Waktu Penyembelihan Kurban

loading...
Batas Akhir Waktu Penyembelihan Kurban
Ilustrasi penyembelihan sapi kurban setelah salat Idul Adha. Foto/Dok SINDOnews
Dalam kaidah fiqih,niat berkurban sudah boleh dimulai pada tanggal 1 Dzulhijjah . Namun hewan yang sudah diniatkan untuk kurban itu belum boleh disembelih.

Lalu, kapan waktu penyembelihan kurban dan batas akhir waktu penyembelihannya? Berikut penjelasan Ustaz Muhammad Ajib (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) dalam bukunya "Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syafi'i". (Baca Juga: Keutamaan Berkurban Saat Idul Adha, Pahalanya Tak Terhitung )

Para ulama Syafi'iyah ( Mazhab Syafi'i ) mengatakan bahwa hewan kurban itu sudah boleh disembelih ketika sudahterbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah , yaitu setelah waktu mengerjakan Salat Ied dan 2 khutbah. Walaupun pengkurban tidak ikut Salat Idul Adha , hewan tersebut sudah boleh disembelih sebab waktunya sudah masuk.

Intinya, hewan kurban boleh disembelih pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah (hari tasyrik). Adapun batas akhir waktu menyembelih adalah ketika matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah .

Andaikan kita baru punya uang di tanggal 13 Dzulhijjah sore hari dan kemudian membeli hewan kurban dan menyembelihnya maka kurbannya tetap sah. Yang penting jangan sampai tiba waktu Maghrib tanggal 13 Dzulhijjah . (Baca Juga: Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Wafat? )



Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan, "Menurut mazhab kami ( Syafi'ii ) waktu berkurban dimulai ketika matahari sudah terbit dan beberapa saat setelah itu Salat Idul Adha dan 2 khutbah. Jika seseorang menyembelih kurban setelah waktuterbit matahari maka hal itu diperbolehkan walaupun imam masjid dan si pengkurban belum menunaikan Salat Idul Adha ". (An-Nawawi, Al Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, Hal. 389 jilid. 8).

Adapun batas akhir waktu penyembelihan menurutNash-nash Qoul Imam Syafi'i dan ulama Syafi'iyah adalah ketika terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. (An-Nawawi, Al Majmu' Syarh alMuhadzdzab, hal. 387 jilid. 8).

Bolehkah Menyembelih Pada Malam Hari?
Para ulama Syafi'iyah mengatakan bahwa menyembelih kurban pada malam hari hukumnya boleh-boleh saja. Namun, hal itu dimakruhkan. Sebab afdholnya memang menyembelih hewan kurban itu dilakukan pada pagi atau siang hari.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa: "Menurut mazhab kami (Syafi'i) bahwa diperbolehkan menyembelih pada malam hari dan siang hari. Akan tetapi makruh hukumnya menyembelih pada malam hari. (An-Nawawi, AlMajmu' Syarh al-Muhadzdzab, Hal. 391 jilid. 8). (Baca Juga: Bolehkan Patungan untuk Berkurban? Ini Penjelasan Ustaz Ajib )

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
cover top ayah
شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Baqarah:185)
cover bottom ayah
preload video