Haji Pascapandemi, Abdirahman Mahamud: Kita Tidak Boleh Lengah!

Rabu, 28 Juni 2023 - 13:57 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, umat Islam mengambil pelajaran dari wabah tahun 1865 dan memberlakukan kebijakan untuk mencegah wabah lain terjadi di tempat suci mereka. Di Makkah, berbagai tindakan sanitasi diterapkan untuk mengurangi risiko kolera, yang terbukti berhasil. Wabah kolera menyusut setelah itu.

Maju cepat hingga hari ini, pengetahuan dan tradisi kesehatan masyarakat yang terkumpul selama berabad-abad telah tertanam dalam kebijakan modern Arab Saudi, yang memastikan bahwa ibadah haji dilakukan dengan cara yang aman.

Baca juga: Kisah Ibnu Batutah Naik Haji Tahun 1325, Kakbah Digambarkan Bak Pengantin Wanita

Ketika pandemi COVID-19 merebak pada tahun 2020, kerajaan segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah haji menjadi penyebar.Jumlah peziarah dikurangi secara dramatis menjadi hanya 1.000 dan ritual dilakukan di bawah mandat menjaga jarak dan masker yang ketat.

Pandemi COVID-19 sangat berat bagi kita semua, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis dan sosial. Tahun ini, kita akan melaksanakan haji pertama tanpa langkah-langkah pandemi yang ketat, memungkinkan lebih dari 2,5 juta Muslim untuk memulai perjalanan spiritual ini. Ini berita bagus.

Pada tahun 2019, saya menyaksikan dampak haji terhadap umat Islam dari seluruh dunia, dari semua ras, dari semua lapisan masyarakat. Saya mengamati apa yang disebut oleh psikolog Amerika Abraham Maslow sebagai transendensi dan didefinisikan sebagai: “tingkat kesadaran manusia yang paling tinggi dan paling inklusif atau holistik, berperilaku dan berhubungan, sebagai tujuan daripada sarana, untuk diri sendiri, orang lain yang berarti, dengan manusia pada umumnya, kepada spesies lain, kepada alam, dan kepada kosmos.”

Tetapi dengan berakhirnya pandemi COVID-19, kita tidak boleh lengah. Di dunia yang semakin panas dan saling terhubung, keadaan darurat kesehatan masyarakat global berikutnya mungkin sudah dekat; kita tahu ini adalah pertanyaan kapan bukan jika.

Baca juga: Kisah Mualaf Jerman Murad Wilfred Hoffman Pergi Haji

Itu sebabnya, kita harus belajar dari kesalahan masa lalu. Wabah kolera pada tahun 1865 menunjukkan bagaimana langkah-langkah yang tidak memiliki dukungan dan kepercayaan publik dapat merusak upaya untuk mengekang penyebaran penyakit. Kita perlu mengingat pelajaran ini saat para pemimpin dunia membahas kesepakatan pandemi baru yang dapat membantu meningkatkan cara pendeteksian dan respons pandemi.

Di saat meningkatnya mis- dan disinformasi, diperkuat oleh media sosial, merefleksikan fakta dan bekerja dengan komunitas dalam kesiapsiagaan dan respons pandemi akan menentukan keberhasilan dan kegagalan kita.

Dalam semua ini, haji bisa menjadi mercusuar harapan. Ini dapat menawarkan tidak hanya jalan agama dan spiritual tetapi juga kesehatan masyarakat. Itu berdiri sebagai contoh di mana sains mendukung transendensi, spiritualitas, dan solidaritas manusia.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Rekomendasi
Belum Terungkap Sampai...
Belum Terungkap Sampai Sekarang, Fenomena Badai Bola Petir Sudah Diamati 750 Tahun Lalu
Fenomena Hujan Es, Begini...
Fenomena Hujan Es, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Melayang! Pulau di Alaska...
Melayang! Pulau di Alaska Terlihat seperti Piring Terbang
Artikel Terkini
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Infografis
Ilmuwan Australia Buktikan...
Ilmuwan Australia Buktikan 5G Tidak Membahayakan Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved