Belajar Ilmu Tajwid Mudah dan Lengkap untuk Pemula
Senin, 10 Juli 2023 - 20:55 WIB
loading...
Membaca Al-Quran dengan kaidah ilmu Tajwid hukumnya wajib bagi setiap muslim. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Belajar ilmu Tajwid mudah dan lengkap untuk pemula dapat dipelajari dan dipraktikkan langsung. Cukup dengan memahami hukum-hukum Tajwid insya Allah bisa membaca Al-Qur'an dengan fasih dan benar.
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah, sedangkan mengamalkan ilmu ini hukumnya fardhu ain. Terdapat banyak jenis hukum bacaan atau tajwid yang perlu dipelajari dan dipahami setiap muslim. Mulai dari hukum Nun Sukun atau Tanwin, hingga Qolqolah.
Cara Memahami Tajwid untuk Pemula
Berikut ini hukum bacaan Tajwid yang perlu diketahui umat muslim khususnya para pemula. Yuk langsung saja simak di bawah ini:
1. Hukum Bacaan Nun Sukun atau Tanwin
- Izhar Halqi
Izhar Halqi adalah hukum bacaan ketika ada nun mati atau tanwing bertemu dengan huruf alif ( ا ), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), dan ha' (ه).
Bila ada kalimat dalam Al-Qur'an yang sesuai dengan ciri tersebut maka harus dibaca jelas dan tidak mendengung. Karena secara bahasa "izhar halqi" berarti jelas atau nampak.
Contoh:
Dalam bacaan tersebut terdapat nun mati yang bertemu huruf ha' (ح), sehingga dibaca "fashalli lirabbika wan har".
- Idgham Bigunnah
Idgham Bigunnah terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf mim (م), nun (ن), wau (و), dan ya' (ي). Cara membacanya adalah dengung selama dua harakat.
Contoh :
Dalam bacaan tersebut terdapat dhammah tanwin bertemu dengan huruf wau (و). Sehingga dibaca "Gisyāwatuw wa lahum".
- Idgham Bilagunnah
Idgham bilaghunnah adalah hukum bacaan yang terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ra' (ر) dan lam (ل). Cara membacanya adalah dengan dengan memasukkan nun sukun atau tanwin tersebut ke dalam huruf setelahnya tanpa dengung.
Contoh:
Dalam bacaan tersebut terdapat nun sukun yang bertemu huruf lam (ل), dibaca "yakul-lahu".
- Iqlab
Iqlab ini terjadi bila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba. Cara membacanya adalah mengganti nun mati atau tanwin dengan huruf ba disertai dengung.
Contoh:
Bacaan tersebut dibaca "waja’alnaa mim baini", terlihat bagaimana nun sukun digantikan huruf ba dengan dengung.
- Ikhfa Hakiki
Ikhfa Hakiki merupakan hukum bacaan nun sukun dan tanwin yang bertemu dengan huruf hijaiyah yang belum disebutkan di atas. Sehingga huruf ikhfa hakiki ini diantaranya, kaf ( ك ), qaf ( ق ), fa’ ( ف ), zha ( ظ ), tha ( ط ), dhad ( ض ), shad ( ص ), syin ( ش ), sin ( س ), za’ ( ز ), dzal ( ذ ), dal ( د ), jim ( ج ), tsa’ ( ث ), dan ta’ ( ت ).
Cara membaca ikhfa haqiqi ini adalah disamarkan atau didengungkan selama dua harakat. Karena secara bahasa ikhfa hakiki adalah menutup atau tersembunyi.
Contoh:
Dalam bacaan tersebut ada nun mati yang bertemu dengan huruf dal ( د ), dibaca "Minnnn duunihimaa".
2. Hukum Bacaan Mim Sukun
- Ikhfa Syafawi
Ikhfa Syafawi akan terjadi apabila huruf mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب). Hukum membaca ikhfa syafawi adalah dengan menyamarkan atau menyembunyikan huruf mim sukun.
Contoh :
Dalam bacaan tersebut ada mim sukun yang bertemu dengan huruf ba, dibaca "alaihim bi`aniyatim".
- Idgham Mimi
Idgham Mimi terjadi apabila huruf mim sukun bertemu dengan huruf mim (م) berharakat. Cara membacanya adalah dengan meleburkan dua bunyi mim tersebut disertai dengan dengungan dan wajib memasukkan huruf mim pertama ke mim kedua.
Contoh:
Dalam bacaan tersebut ada mim sukun yang bertemu dengan huruf mim berharakat fathah, dibaca "quluubihim maa".
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah, sedangkan mengamalkan ilmu ini hukumnya fardhu ain. Terdapat banyak jenis hukum bacaan atau tajwid yang perlu dipelajari dan dipahami setiap muslim. Mulai dari hukum Nun Sukun atau Tanwin, hingga Qolqolah.
Cara Memahami Tajwid untuk Pemula
Berikut ini hukum bacaan Tajwid yang perlu diketahui umat muslim khususnya para pemula. Yuk langsung saja simak di bawah ini:
1. Hukum Bacaan Nun Sukun atau Tanwin
- Izhar Halqi
Izhar Halqi adalah hukum bacaan ketika ada nun mati atau tanwing bertemu dengan huruf alif ( ا ), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), dan ha' (ه).
Bila ada kalimat dalam Al-Qur'an yang sesuai dengan ciri tersebut maka harus dibaca jelas dan tidak mendengung. Karena secara bahasa "izhar halqi" berarti jelas atau nampak.
Contoh:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Dalam bacaan tersebut terdapat nun mati yang bertemu huruf ha' (ح), sehingga dibaca "fashalli lirabbika wan har".
- Idgham Bigunnah
Idgham Bigunnah terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf mim (م), nun (ن), wau (و), dan ya' (ي). Cara membacanya adalah dengung selama dua harakat.
Contoh :
غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ
Dalam bacaan tersebut terdapat dhammah tanwin bertemu dengan huruf wau (و). Sehingga dibaca "Gisyāwatuw wa lahum".
- Idgham Bilagunnah
Idgham bilaghunnah adalah hukum bacaan yang terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ra' (ر) dan lam (ل). Cara membacanya adalah dengan dengan memasukkan nun sukun atau tanwin tersebut ke dalam huruf setelahnya tanpa dengung.
Contoh:
يَكُنْ لَّهُ
Dalam bacaan tersebut terdapat nun sukun yang bertemu huruf lam (ل), dibaca "yakul-lahu".
- Iqlab
Iqlab ini terjadi bila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba. Cara membacanya adalah mengganti nun mati atau tanwin dengan huruf ba disertai dengung.
Contoh:
وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ
Bacaan tersebut dibaca "waja’alnaa mim baini", terlihat bagaimana nun sukun digantikan huruf ba dengan dengung.
- Ikhfa Hakiki
Ikhfa Hakiki merupakan hukum bacaan nun sukun dan tanwin yang bertemu dengan huruf hijaiyah yang belum disebutkan di atas. Sehingga huruf ikhfa hakiki ini diantaranya, kaf ( ك ), qaf ( ق ), fa’ ( ف ), zha ( ظ ), tha ( ط ), dhad ( ض ), shad ( ص ), syin ( ش ), sin ( س ), za’ ( ز ), dzal ( ذ ), dal ( د ), jim ( ج ), tsa’ ( ث ), dan ta’ ( ت ).
Cara membaca ikhfa haqiqi ini adalah disamarkan atau didengungkan selama dua harakat. Karena secara bahasa ikhfa hakiki adalah menutup atau tersembunyi.
Contoh:
مِن دُونِهِمَا
Dalam bacaan tersebut ada nun mati yang bertemu dengan huruf dal ( د ), dibaca "Minnnn duunihimaa".
2. Hukum Bacaan Mim Sukun
- Ikhfa Syafawi
Ikhfa Syafawi akan terjadi apabila huruf mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب). Hukum membaca ikhfa syafawi adalah dengan menyamarkan atau menyembunyikan huruf mim sukun.
Contoh :
عَلَيْهِم بِـَٔانِيَةٍ
Dalam bacaan tersebut ada mim sukun yang bertemu dengan huruf ba, dibaca "alaihim bi`aniyatim".
- Idgham Mimi
Idgham Mimi terjadi apabila huruf mim sukun bertemu dengan huruf mim (م) berharakat. Cara membacanya adalah dengan meleburkan dua bunyi mim tersebut disertai dengan dengungan dan wajib memasukkan huruf mim pertama ke mim kedua.
Contoh:
عَلٰى قُلُوۡبِهِمۡ مَّا
Dalam bacaan tersebut ada mim sukun yang bertemu dengan huruf mim berharakat fathah, dibaca "quluubihim maa".
Lihat Juga :