Tindakan Momeka Membakar Al-Qur'an di Swedia Membuat Umat Kristen Irak Ketakutan

Selasa, 11 Juli 2023 - 08:21 WIB
loading...
A A A
Momeka juga meninggalkan Irak lima tahun lalu. Dengan tindakannya, dia telah merugikan rekan-rekan Kristennya. Dikhawatirkan bahwa lebih banyak lagi yang akan berimigrasi sekarang.

Banyak juga yang percaya Momeka tahu betul apa yang dia lakukan. Dalam sebuah video yang diposting online sehari setelah dia membakar kitab suci umat Islam, dia menjelaskan motifnya. Bukan "saudara dan saudari Muslim" yang mendorongnya untuk bertindak, tetapi para pengikut garis keras agama Syiah, pertama dan terutama Muqtada al-Sadr.

Baca juga: Irak Desak Swedia Ekstradisi Pelaku Pembakaran Al-quran

Muqtada al-Sadr mengancam akan membunuhnya. Dia juga menuduh Iran mengeksploitasi negaranya selama bertahun-tahun, mencuri uang dan minyak serta menindas rakyat. "Kamu tidak punya apa-apa selain kata-kata kosong untuk diucapkan," katanya kepada rekan senegaranya.

Pendukung Al-Sadr

Selama dua hari, pendukung al-Sadr berkumpul di luar gerbang misi diplomatik Swedia di Baghdad, membawa poster-poster yang menggambarkan al-Sadr dan ulama Syiah lainnya, menuntut ekstradisi Momeka ke Irak dan pencabutan pengasingannya di Swedia. Mahkamah Agung Irak telah mengirimkan permintaan ekstradisi ke Stockholm.

Sementara itu, demonstrasi juga terjadi di depan kedutaan Swedia di Teheran. Iran tidak akan mengirim duta besar ke Swedia untuk saat ini, menurut sumber resmi di Teheran, meskipun hubungan diplomatik antara kedua negara akan dilanjutkan segera setelah jeda yang lama. Ayatollah Besar Syiah Ali al-Sistani di Najaf, Irak, juga menganggap Swedia bertanggung jawab atas pembakaran Al-Qur'an.

Baca juga: Turki Kecam Pembakaran Al-Quran di Swedia, Sebut Perbuatan Keji

Dalam sepucuk surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kantor Sistani mengecam otorisasi polisi Swedia atas tindakan tersebut.

Namun biografi Momeka menjelaskan latar belakang kejahatannya. Ia lahir di Qaraqosh, sebuah kota Kristen di antara Mosul dan kota metropolis Erbil Kurdi. Salwan berusia 20 tahun ketika organisasi teroris ekstremis Sunni al-Qaeda mendatangkan malapetaka di Irak dan menyerukan penganiayaan terhadap orang Kristen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Apakah Yesus dan Nabi...
Apakah Yesus dan Nabi Isa Itu Sama? Simak Penjelasan Ustaz Felix Siauw dan Dondy Tan
Kisah Sufi: Saudagar, Jalaluddin...
Kisah Sufi: Saudagar, Jalaluddin Rumi, dan Darwis Kristen
Kisah Mirza Ghulam...
Kisah Mirza Ghulam Ahmad: Mengaku Nabi untuk Islam, Kristen, dan Hindu
Ini Mengapa Kufah Menjadi...
Ini Mengapa Kufah Menjadi Sumber Pemberontakan di Era Khalifah Utsman
Milad ke-112 Muhammadiyah:...
Milad ke-112 Muhammadiyah: Krismuha Kian Menjadi Sorotan
Rekomendasi
Myanmar dan Bangladesh...
Myanmar dan Bangladesh Diminta Bersiap Hadapi Topan Mocha Hari Minggu Ini
Fenomena Alam Tandai...
Fenomena Alam Tandai 2 Peristiwa Penting di Kerajaan Majapahit
Fosil Nenek Moyang Dinosaurus...
Fosil Nenek Moyang Dinosaurus Ditemukan dalam Keadaan Utuh
Artikel Terkini
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved