Tindakan Momeka Membakar Al-Qur'an di Swedia Membuat Umat Kristen Irak Ketakutan

Selasa, 11 Juli 2023 - 08:21 WIB
loading...
Tindakan Momeka Membakar...
Pembakar Al-Quran di Swedia, Salwan Momeka, mengaku ateis namun keluarganya di Irak adalah penganut Kristen. Foto/Ilustrasi: Qantara
A A A
Salwan Momeka yang membakar Al-Qur'an di Swedia itu adalah warga Irak . Kedua orang tuanya ada di Irak. Dia keturunan minoritas Kristen . Hanya saja, Momeka mengaku ateis. Akibat tindakannya, orang-orang Kristen Irak kini dihinggapi rasa takut.

Dia merobek halaman-halaman Al-Qur'an, melemparkannya ke lantai dan menginjaknya. Kemudian dia membuka sebungkus daging babi, meletakkan seiris di atas Al-Qur'an , lalu membakar kitab suci umat Islam itu.

Babi benar-benar tabu bagi umat Islam. Itu semua terjadi pada hari pertama hari raya Iduladha 1444 H di depan sebuah masjid di ibu kota Stockholm, Swedia , di sekitar kedutaan Turki. Tindakan itu sangat simbolis.

Ada yang bilang Salwan Momeka tidak tahu apa yang dia lakukan. Pria berusia 37 tahun itu adalah orang Asyur dan termasuk minoritas Kristen di negara multi-etnis itu.

Dia sendiri mengatakan dia adalah seorang ateis, mungkin karena pertimbangan keluarganya, yang masih di Irak dan sekarang menghadapi permusuhan yang kuat. Ayahnya sudah resmi menjauhkan diri darinya.

Baca juga: Dewan Kristen Swedia Kecam Pembakaran Al Quran

Kristen di Irak

Tindakan Momeka sangat mendiskreditkan orang Kristen. Di media sosial, mereka difitnah, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya. Laman Qantara menyebut salah seorang yang mengikuti reaksi di internet dengan cermat adalah Mithal al-Alusi, mantan anggota parlemen Irak dan pendiri Partai Umma, yang menyebut dirinya liberal-demokratis.

"Orang-orang Kristen di Irak benar-benar bingung dan ketakutan," Alusi mengomentari situasi tersebut. "Mereka benar-benar menjauhkan diri dari atmosfir Islam yang mencirikan politik dan kehidupan di Irak, atau mereka mendekati partai dan milisi Muslim, bahkan bergabung dengan Pengawal Revolusi Iran."

Umat Kristiani memang telah menjadi jenis yang langka di Mesopotamia. Jumlah mereka berkurang lebih dari setengahnya sejak invasi Amerika dan Inggris 20 tahun lalu. Dari 1,2 juta yang pernah tinggal di sana, tinggal setengah juta saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Apakah Yesus dan Nabi...
Apakah Yesus dan Nabi Isa Itu Sama? Simak Penjelasan Ustaz Felix Siauw dan Dondy Tan
Kisah Sufi: Saudagar, Jalaluddin...
Kisah Sufi: Saudagar, Jalaluddin Rumi, dan Darwis Kristen
Kisah Mirza Ghulam...
Kisah Mirza Ghulam Ahmad: Mengaku Nabi untuk Islam, Kristen, dan Hindu
Ini Mengapa Kufah Menjadi...
Ini Mengapa Kufah Menjadi Sumber Pemberontakan di Era Khalifah Utsman
Milad ke-112 Muhammadiyah:...
Milad ke-112 Muhammadiyah: Krismuha Kian Menjadi Sorotan
Rekomendasi
Lama Dianggap Punah,...
Lama Dianggap Punah, Cumi-cumi Raksasa Terdampar di Pantai Inggris
Fenomena Hujan Es, Begini...
Fenomena Hujan Es, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Artikel Terkini
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved