Kisah Bijak Para Sufi: Si Lumpuh dan Si Buta
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap
Diyakini bahwa Sirhind merupakan tempat yang ditentukan bagi kemunculan Guru Agung, dan dari generasi ke generasi orang-orang suci telah menantikan perwujudannya.
Sebagai akibat kemunculan Faruqi dan penerimaannya oleh semua kepala kaum pada masanya, Kaum Naqshbandi kini meresmikan pengikut-pengikutnya menjadi empat aliran utama dalam Sufisme: Chishti, Qadiri, Suhrawardi, dan Naqshbandi.
Baca juga: Ujian Kekayaan: Dari Tiga Orang, Hanya Lulus Satu Orang
Idries Shah dalam Tales of The Dervishes diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi menjelaskan "Si Lumpuh dan Si Buta" dianggap berasal dari Syeh Ahmad Faruqi, yang meninggal pada tahun 1615.
Kisah ini diandaikan dibaca hanya setelah menerima perintah untuk membacanya; atau oleh mereka yang telah mempelajari karya Hakim Sanai, " Orang-Orang Buta dan Gajah ". (Baca juga: Para Pelayan dan Rumah )
Diyakini bahwa Sirhind merupakan tempat yang ditentukan bagi kemunculan Guru Agung, dan dari generasi ke generasi orang-orang suci telah menantikan perwujudannya.
Sebagai akibat kemunculan Faruqi dan penerimaannya oleh semua kepala kaum pada masanya, Kaum Naqshbandi kini meresmikan pengikut-pengikutnya menjadi empat aliran utama dalam Sufisme: Chishti, Qadiri, Suhrawardi, dan Naqshbandi.
Baca juga: Ujian Kekayaan: Dari Tiga Orang, Hanya Lulus Satu Orang
Idries Shah dalam Tales of The Dervishes diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi menjelaskan "Si Lumpuh dan Si Buta" dianggap berasal dari Syeh Ahmad Faruqi, yang meninggal pada tahun 1615.
Kisah ini diandaikan dibaca hanya setelah menerima perintah untuk membacanya; atau oleh mereka yang telah mempelajari karya Hakim Sanai, " Orang-Orang Buta dan Gajah ". (Baca juga: Para Pelayan dan Rumah )
(mhy)
Lihat Juga :