Sultan Abdul Hamid II Tolak Rayuan Zionis Kuasai Bumi Palestina

Kamis, 30 Juli 2020 - 09:23 WIB
loading...
A A A
Dan memang inilah yang akan terjadi sebagaimana yang diperkirakan oleh Sultan Abdul Hamid. Sebab orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang memiliki seni kerja yang terorganisir. Mereka memiliki beragam kekuatan yang akan memberikan jaminan bisa berhasil dalam aksinya. Harta melimpah di tangan mereka. Mereka menguasai jaringan bisnis dunia. Media-media Eropa berada di dalam cengkeraman. Maka sangat mungkin bagi mereka untuk menebarkan angin puting beliung dalam membentuk publik opini kapan saja mereka mau... “

Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita

Kemudian sejarawan ini menambahkan, mereka kemudian memulai dengan menggerakkan media-media internasional. Setelah itu mereka menyatukan musuh-musuh Sultan Abdul Hamid yang tumbuh dalam masyaraat Utsmani yang telah bercampur baur itu.

“Kita dapatkan para pengikut demokrasi melakukan rencana yang sangat teratur dan menyerang. Sebab, sebagaimana diketahui mereka hingga saat itu masih berpencar-pencar dan bekerja tanpa organisasi yang kuat. Padahal sangatlah tidak sulit bagi mereka untuk menyatukan musuh-musuh Sultan Abdul Hamid II yang tumbuh berkembang di dalam masyarakat Utsmani yang bercampur baur,” tuturnya.

“Pemimpin puncak gerakan Freemasonry Italia adalah orang yang menggerakkan dan sekaligus bertanggung jawab untuk mengorganisir mereka, sebab dia berada di kawasan Freemasonry yang paling dekat dengan pemerintahan Utsmani. Gerakan-gerakan Freemasonry ltalia khususnya kelompok Ruzuwata yang berada di Salonika telah memainkan perannya yang demikian penting dalam tugas ini..." lanjutnya.

Baca juga: Sejarah Hagia Sophia, antara Katedral Kristen Ortodoks dan Masjid

Di tengah kegagalan ini, Herzl menetapkan untuk menggunakan cara-cara lain untuk menarik Sultan Abdul Hamid. Melalui Neolanski, dia memberikan pengabdiannya pada Sultan dalam masalah Armenia.

Herzl mengatakan, “Sultan meminta saya untuk memberikan pengabdian padanya dengan cara menggerakkan media-media Eropa dengan tujuan untuk melakukan usaha terakhir membicarakan masalah Armenia. Media-media itu diminta untuk mengungkap masalah ini dengan ungkapan yang tidak banyak memusuhi orang-orang Turki. Saya memberitahukan pada Neolanski tentang kesiapan saya untuk melakukan tugas ini. Namun saya tegaskan, agar saya diberi pemikiran yang jelas tentang kondisi Armenia tersebut. Siapa orang-orang yang ada di London yang harus saya yakinkan tentang apa yang mereka inginkan, serta media-media mana saja yang harus diredakan serangan-serangannya terhadap pemerintahan Utsmani. Dan lain-lain.”

Baca juga: Sembahyang Terakhir di Hagia Sophia, Kisah Haru Jelang Takluknya Konstantinopel

Atas dasar itulah, maka diplomasi Zionis-Yahudi mulai melakukan langkah-langkah agresif untuk meyakinkan orang-orang Armenia agar mereka berhenti melakukan pemberontakan.

Hasilnya adalah Herzl melakukan kontak dengan Salazapori dan para pemimpin di Inggris meminta mereka agar melakukan tekanan pada orang-orang Armenia sebagaimana orang-orang Yahudi itu juga aktif melakukan peran yang sama di kota-kota lain di Eropa, seperti Perancis dan lainnya.

Baca juga: Armada Laut Utsmani Kian Perkasa Setelah Taklukkan Konstantinopel

Hanya saja, diplomasi yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi ini mengalami kegagalan, karena tidak adanya respon positif dari pemerintahan lnggris. Tidak adanya sambutan positif lnggris ini menandakan, bahwa lnggris memberikan dukungan pada pemerintahan Abdul Hamid II. Hal ini menimbulkan publik opini di kalangan rakyat Inggris untuk melawan pemerintah.

Pertemuan Dua Jam
Herzl berusaha untuk menemui Sultan Abdul Hamid ll, khususnya pada saat kunjungan Kaisar William II ke Istambul. Namun para petugas di istana Yaldaz melarangnya masuk Herzl dengan gigih dan penuh semangat terus berusaha untuk menemui Sultan Abdul Hamid hingga akhirnya usaha yang dia lakukan berhasil dia petik buahnya, setelah dua tahun dia tekun berusaha, yakni tahun 1899-1901 M. Ini terbukti dengan terjalinnya hubungan Herzl secara langsung dengan kalangan pejabat-pejabat istana Yaldaz.

Baca juga: Al-Fatih Sebaik-Baik Pemimpin, Pasukannya Sebaik-baik Pasukan

Berkat bantuan mereka itulah, Herzl berhasil menemui Sultan selama dua jam. Pada penemuan ini Herzl mengusulkan pada Sultan untuk mendirikan bank-bank Yahudi yang kaya di Eropa dengan bantuan pemerintahan Utsmani dengan imbalan orang Yahudi bisa berdiam di Palestina.

Selain itu dia juga menjanjikan pada Sultan Abdul Hamid untuk meringankan beban utang pemerintahan Utsmani yang telah berlangsung sejak tahun 1881 M. Herzl juga berjanji pada Sultan untuk merahasiakan pembicaraan yang terjadi dengannya.

Pada saat Sultan bertemu dengan Herzl ini, Sultan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Sultan membiarkan Herzl berbicara panjang lebar untuk memberikan kesempatan padanya mengeluarkan semua apa yang ada di dalam benaknya, baik yang berupa pemikiran, proyek dan langkah-langkah yang akan dia ambil.

Baca juga: Wasiat Al-Fatih kepada Putranya (1), (2), (3) , ( 4 )

Apa yang dilakukan Sultan ini membuat Herzl yakin bahwa dia telah berhasil dalam melakukan tugas dan misinya. Namun akhirnya dia sadar dan tahu bahwa dia telah gagal merayu Sultan Abdul Hamid II. Dia sadar bahwa sebenarnya dirinya sedang menempuh jalan buntu.

Setelah usaha Herzl dalam merayu Sultan Abdul Hamid gagal, Herzl mengatakan, “Jika Sultan memberikan Palestina kepada orang-orang Yahudi, kami akan menanggung semua urusan ekonomi Sultan di pundak kami. Sedangkan di Benua Eropa, maka sesungguhnya kami akan membangun semua benteng yang kuat untuk membendung Asia. Kami akan membangun sebuah peradaban yang akan mengikis semua keterbelakangan. Kami akan tetap berada di seluruh benua Eropa untuk menjaga eksistensi kami.”

Baca juga: Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih Ubah Daratan Menjadi Lautan

Pada hakekatnya, Sultan Abdul Hamid memandang sebuah keharusan orang-orang Yahudi itu tidak tinggal di Palestina. Agar orang-orang Arab tetap terjaga kebangsaannya yang natural.

Mengenai hal ini, Sultan mengatakan, “Namun demikian orang-orang Yahudi memiliki jumlah yang cukup di tengah kita. Maka jika kita menginginkan agar orang-orang Arab tetap memiliki kelebihannya sendiri, wajib bagi kita untuk memalingkan pemikiran tentang usaha menjadikan orang-orang Yahudi sebagai penduduk Palestina. Sebab jika tidak, sesungguhnya orang-orang Yahudi jika diam di sebuah negeri mereka akan menguasai semua sumber daya alamnya dalam jangka waktu yang sangat singkat. Jika demikian, maka ini berarti kita telah menjerumuskan saudara-saudara seagama kita ke dalam kematian yang pasti."

Baca juga: Ini Dia Tokoh yang Ubah Hagia Sophia dari Masjid Menjadi Museum
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Palestina Menang, Akankah...
Palestina Menang, Akankah Kiamat Segera Terjadi?
Rekomendasi
Kenapa Planet Mars Berwarna...
Kenapa Planet Mars Berwarna Merah? Ini Jawaban Ilmiahnya
Dataran Tinggi Ontong...
Dataran Tinggi Ontong Java Mengalami Perubahan Besar Akibat Aktivitas Vulkanik
Segel Tanah Liat Kuno...
Segel Tanah Liat Kuno Ditemukan di Reruntuhan Kota Bairen
Artikel Terkini
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved