Kriteria Bid'ah Menurut Syaikh Al-Utsaimin

Senin, 04 September 2023 - 14:05 WIB
loading...
Kriteria Bidah Menurut...
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Usaimin. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Apa pengertian bidah dan apa kriterianya? Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pengertian bidah secara syari intinya adalah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang tidak disyariatkan Allah.

"Bisa juga Anda mengatakan bahwa bidah adalah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang tidak ditunjukkan oleh Nabi SAW dan tidak pula oleh para Khulafaur Rasyidin ," ujar Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam buku berjudul "Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al Masa’il Al-Ashriyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Fatwa-Fatwa Terkini" disusun Khalid Al-Juraisiy.

Baca juga: Mushaf Al-Qur'an: Benda Paling "Bid'ah"

Al-Utsaimin menjelaskan, definisi pertama disimpulkan dari firman Allah SWT:

اَمْ لَهُمْ شُرَكٰۤؤُا شَرَعُوْا لَهُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْۢ بِهِ اللّٰهُ

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’ atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah.” ( QS Asy-Syura/42 : 21)

Sedangkan definisi kedua disimpulkan dari sabda Nabi SAW:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Artinya: “Hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunahku dan sunah Khulafa ‘ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunah-sunah itu dengan geraham, dan hendaklah kalian menjauhi perkara-perkara baru yang diada-adakan“ (HR Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

Baca juga: Membaca Shadaqallahul 'Azhim, Benarkah Bid'ah?

Jadi, kata Al-Utsaimin, setiap yang beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang tidak disyaritkan Allah atau dengan sesuatu yang tidak ditunjukan oleh Nabi SAW dan Khulafa’ur Rasyidin, berarti ia pelaku bidah, baik ibadah itu berkaitan dengan Asma’ Allah dan sifat-sifatNya ataupun yang berhubungan dengan hukum-hukum dan syarat-syaratnya.

Adapun perkara-perkar bisa yang mengikuti kebiasan dan tradisi, menurut Al-Utsaimin, tidak disebut bidah dalam segi agama walapun disebut bidah secah bahasa.

"Jadi yang demikian ini bukan bidah dalam agama dan tidak termasuk hal yang diperingatkan oleh Rasulullah SAW," katanya.

Baca juga: Memahami Tawassul: Syirik, Bid'ah, Ataukah Sekadar Adab?
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
2 Amalan Sebelum Tidur...
2 Amalan Sebelum Tidur agar Sehat Jasmani dan Rohani Berdasarkan Sunnah
Keutamaan Mengamalkan...
Keutamaan Mengamalkan Amalan Sunnah Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Mengenal Sunnah Rasulullah,...
Mengenal Sunnah Rasulullah, Arti, Jenis dan Contohnya yang Penting Diketahui
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
Inilah Akhlak Terbaik...
Inilah Akhlak Terbaik yang Wajib Diketahui Kaum Muslim
Rekomendasi
Apakah Ada Gunung Pelangi...
Apakah Ada Gunung Pelangi di Indonesia? Ternyata Ada di Daerah Ini
Makna Malam Lailatul...
Makna Malam Lailatul Qadar dari Sudut Pandang Sains
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Hukum Puasa Ramadan...
Hukum Puasa Ramadan Bagi Wanita Hamil Menurut Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved