Kisah Nabi Joshua Merebut Baitul Maqdis, Matahari Sempat Berhenti Beredar
Kamis, 12 Oktober 2023 - 15:47 WIB
loading...
Dialah yang membawa Bani Israil memasuki Baitul Maqdis, setelah kegagalan Nabi Musa as. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Nabi Yusya' as atau Joshua (dalam Bahasa Inggris), atau Yehoshu (Bahasa Ibrani), atau Isho (Bahasa Aramaic) adalah nabi yang ditunjuk langsung Nabi Musa sebagai penggantinya. Dialah yang membawa Bani Israil memasuki Baitul Maqdis , setelah kegagalan Nabi Musa as.
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asyqor (Guru Besar Universitas Islam Yordania) dalam kitabnya "Kisah-kisah Shahih Seputar Para Nabi dan Rasul" menyampaikan hadis Rasulullah SAW , bahwa tatkala Nabi Yusya' menembus Benteng Yerikho, matahari sempat dibuat berhenti beredar oleh Allah SWT. Hari itu, yakni hari Jumat, berlangsung lebih lama dari yang semestinya.
Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada Nabi Yusya' beserta kaumnya menyelesaikan amanahnya, karena keesokan harinya sudah masuk Hari Sabat (Sabtu) di mana di hari itu, sesuai syariat yang diturunkan melalui Nabi Musa, Bani Israil diperintahkan untuk berhenti beraktivitas.
Maka ia (Yusya') berangkat hingga mendekati kota kira-kira pada waktu Ashar. Ia kemudian berkata kepada matahari, 'Hai matahari, engkau tengah menjalankan tugasmu dan aku pun sedang menjalankan tugas dari Allah. Maka, wahai Tuhanku, hentikanlah matahari!' Dan matahari pun berhenti sejenak hingga Allah mengaruniakan kemenangan kepadanya." (HR Muslim)
Pada hari ketujuh, setelah tembok Yorikho runtuh, Nabi Yusya' dan pasukannya menyerbu masuk ke dalam kota, dan membumihanguskan seluruh isi kota tanpa tersisa, kecuali rumah yang dihuni oleh Rahab dan keluarganya.
Baca juga: Kisah Nabi Musa Pimpin 571.656 Orang Pasukan Bani Israil Bebaskan Baitul Maqdis
Pendamping Nabi Musa
Nama Yusya' tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an. Namun, beliaulah yang mendampingi Nabi Musa as ketika keduanya berjalan hingga bertemu dengan Nabi Khidir seperti yang tertuang dalam sebuah ayat di Surah Al-Kahfi:
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun." ( QS Al-Kahfi : 60)
Kalangan mufassir termasuk Ibnu Katsir menjelaskan bahwa murid Nabi Musa yang disebut dalam Al-Quran tersebut adalah Yusya' ibnu Nun.
Selanjutnya nama Yusya' juga disebut Al-Quran dalam surat Al-Maidah ayat 23. Allah SWT berfirman:
“Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, ‘Serbulah mereka melalui pintu gerbang itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.” ( QS Al-Ma’idah : 23)
Baca juga: Kisah Nabi Yosua Dituduh Membunuh Nabi Musa
Dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa dua orang laki-laki di antara mereka tersebut adalah Yusya' dan Kalib. Ibnu Katsir juga mengatakan kedua orang tersebut menurut suatu pendapat bernama Yusya’ ibnu Nun dan Kalib ibnu Yufana. Demikian menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Atiyyah, As-Saddi, dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asyqor (Guru Besar Universitas Islam Yordania) dalam kitabnya "Kisah-kisah Shahih Seputar Para Nabi dan Rasul" menyampaikan hadis Rasulullah SAW , bahwa tatkala Nabi Yusya' menembus Benteng Yerikho, matahari sempat dibuat berhenti beredar oleh Allah SWT. Hari itu, yakni hari Jumat, berlangsung lebih lama dari yang semestinya.
Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada Nabi Yusya' beserta kaumnya menyelesaikan amanahnya, karena keesokan harinya sudah masuk Hari Sabat (Sabtu) di mana di hari itu, sesuai syariat yang diturunkan melalui Nabi Musa, Bani Israil diperintahkan untuk berhenti beraktivitas.
Maka ia (Yusya') berangkat hingga mendekati kota kira-kira pada waktu Ashar. Ia kemudian berkata kepada matahari, 'Hai matahari, engkau tengah menjalankan tugasmu dan aku pun sedang menjalankan tugas dari Allah. Maka, wahai Tuhanku, hentikanlah matahari!' Dan matahari pun berhenti sejenak hingga Allah mengaruniakan kemenangan kepadanya." (HR Muslim)
Pada hari ketujuh, setelah tembok Yorikho runtuh, Nabi Yusya' dan pasukannya menyerbu masuk ke dalam kota, dan membumihanguskan seluruh isi kota tanpa tersisa, kecuali rumah yang dihuni oleh Rahab dan keluarganya.
Baca juga: Kisah Nabi Musa Pimpin 571.656 Orang Pasukan Bani Israil Bebaskan Baitul Maqdis
Pendamping Nabi Musa
Nama Yusya' tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an. Namun, beliaulah yang mendampingi Nabi Musa as ketika keduanya berjalan hingga bertemu dengan Nabi Khidir seperti yang tertuang dalam sebuah ayat di Surah Al-Kahfi:
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَىهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun." ( QS Al-Kahfi : 60)
Kalangan mufassir termasuk Ibnu Katsir menjelaskan bahwa murid Nabi Musa yang disebut dalam Al-Quran tersebut adalah Yusya' ibnu Nun.
Selanjutnya nama Yusya' juga disebut Al-Quran dalam surat Al-Maidah ayat 23. Allah SWT berfirman:
قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, ‘Serbulah mereka melalui pintu gerbang itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.” ( QS Al-Ma’idah : 23)
Baca juga: Kisah Nabi Yosua Dituduh Membunuh Nabi Musa
Dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa dua orang laki-laki di antara mereka tersebut adalah Yusya' dan Kalib. Ibnu Katsir juga mengatakan kedua orang tersebut menurut suatu pendapat bernama Yusya’ ibnu Nun dan Kalib ibnu Yufana. Demikian menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Atiyyah, As-Saddi, dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.
Lihat Juga :