Benarkah Tidak Semua Taurat Karangan Nabi Musa Sendiri? Begini Analisis Maurice Bucaille
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 09:50 WIB
loading...
Carlstadt memperingatkan kita bahwa Nabi Musa tentu tidak dapat menulis berita tentang kematiannya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Zionis mengklaim diri mereka sebagai pengikut Nabi Musa as , dan kitab pedoman mereka (Talmud) itu merupakan nukilan dari Taurat . Lalu, seperti apa kondisi Taurat saat ini?
Dr Maurice Bucaille menjelaskan Taurat adalah nama dalam bahasa Semit. Kalimat Yunani yang sekarang dipakai dalam bahasa Prancis adalah Pentateuque yang artinya kitab yang terdiri dari lima bagian: Kejadian, Keluaran, Imamat orang Levi, Bilangan dan Ulangan, yaitu lima fasal yang pertama dari 37 fasal yang terdapat dalam Perjanjian Lama.
Kumpulan teks ini membicarakan asal alam, sampai masuknya bangsa Israil di Kana'an, tanah yang dijanjikan sesudah mereka menjadi budak di Mesir; atau lebih tepat lagi sampai wafatnya nabi Musa.
"Tetapi riwayat kejadian-kejadian sejarah itu dipergunakan sebagai kerangka untuk menerangkan kehidupan keagamaan dan sosial bangsa Yahudi. Dari sinilah nama Hukum atau Taurat," jelas Dr Maurice Bucaille dalam bukunya berjudul "La Bible Le Coran Et La Science" yang dialihbahasakan Prof Dr HM Rasyidi menjadi "Bibel, Quran, dan Sains Modern" (Bulan Bintang, 1979).
Baca juga: Zionis Klaim Talmud Merupakan Nukilan Taurat, Benarkah?
Orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen selama berabad-abad berpendapat bahwa pengarang Taurat adalah Nabi Musa sendiri. Maurice Bucaille menduga, pendapat tersebut didasarkan atas ayat (Keluaran 17, 14) yang berbunyi: "Tulislah itu (kekalahan kaum Amalek) dalam Kitab," atau atas ayat (Bilangan 33, 2) tentang keluarnya orang Yahudi dari Mesir yang berbunyi "Musa menerangkan dengan tulisan tempat-tempat mereka berangkat," atau dalam (kitab Ulangan 3, 9) yang berbunyi: "Musa menulis aturan (hukum) ini."
Semenjak abad Pertama SM, kata Maurice Bucaille, banyak orang yang mempertahankan anggapan bahwa seluruh Pentateuque ditulis oleh Nabi Musa, di antara orang-orang itu adalah: Flavius Joseph dan Philon dari Alexandria.
"Pada waktu sekarang anggapan seperti tersebut di atas sudah ditinggalkan orang. Tetapi meskipun begitu, Perjanjian Baru masih mempertahankannya," ujar Maurice Bucaille.
Paulus dalam suratnya kepada orang-orang Rum (10, 5) mengutip kata-kata orang Levi: "Musa sendiri menulis aturan-aturan yang datang dari Taurat."
Yahya, pengarang Injil yang keempat, dalam fasal 5, ayat 46-47 meriwayatkan bahwa Yesus berkata: "Jika kamu telah melihat Musa, kamu tentu akan percaya kepadaku karena ia (Musa) telah menulis tentang diriku. Kalau kamu tidak percaya kepada apa yang ditulis oleh Musa, bagaimana kamu dapat percaya kepada apa yang aku katakan?"
Baca juga: Doktrin Zionis: Begini Ajaran Talmud yang Diklaim Kaum Yahudi sebagai Ucapan Nabi Musa
Dr Maurice Bucaille menjelaskan Taurat adalah nama dalam bahasa Semit. Kalimat Yunani yang sekarang dipakai dalam bahasa Prancis adalah Pentateuque yang artinya kitab yang terdiri dari lima bagian: Kejadian, Keluaran, Imamat orang Levi, Bilangan dan Ulangan, yaitu lima fasal yang pertama dari 37 fasal yang terdapat dalam Perjanjian Lama.
Kumpulan teks ini membicarakan asal alam, sampai masuknya bangsa Israil di Kana'an, tanah yang dijanjikan sesudah mereka menjadi budak di Mesir; atau lebih tepat lagi sampai wafatnya nabi Musa.
"Tetapi riwayat kejadian-kejadian sejarah itu dipergunakan sebagai kerangka untuk menerangkan kehidupan keagamaan dan sosial bangsa Yahudi. Dari sinilah nama Hukum atau Taurat," jelas Dr Maurice Bucaille dalam bukunya berjudul "La Bible Le Coran Et La Science" yang dialihbahasakan Prof Dr HM Rasyidi menjadi "Bibel, Quran, dan Sains Modern" (Bulan Bintang, 1979).
Baca juga: Zionis Klaim Talmud Merupakan Nukilan Taurat, Benarkah?
Orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen selama berabad-abad berpendapat bahwa pengarang Taurat adalah Nabi Musa sendiri. Maurice Bucaille menduga, pendapat tersebut didasarkan atas ayat (Keluaran 17, 14) yang berbunyi: "Tulislah itu (kekalahan kaum Amalek) dalam Kitab," atau atas ayat (Bilangan 33, 2) tentang keluarnya orang Yahudi dari Mesir yang berbunyi "Musa menerangkan dengan tulisan tempat-tempat mereka berangkat," atau dalam (kitab Ulangan 3, 9) yang berbunyi: "Musa menulis aturan (hukum) ini."
Semenjak abad Pertama SM, kata Maurice Bucaille, banyak orang yang mempertahankan anggapan bahwa seluruh Pentateuque ditulis oleh Nabi Musa, di antara orang-orang itu adalah: Flavius Joseph dan Philon dari Alexandria.
"Pada waktu sekarang anggapan seperti tersebut di atas sudah ditinggalkan orang. Tetapi meskipun begitu, Perjanjian Baru masih mempertahankannya," ujar Maurice Bucaille.
Paulus dalam suratnya kepada orang-orang Rum (10, 5) mengutip kata-kata orang Levi: "Musa sendiri menulis aturan-aturan yang datang dari Taurat."
Yahya, pengarang Injil yang keempat, dalam fasal 5, ayat 46-47 meriwayatkan bahwa Yesus berkata: "Jika kamu telah melihat Musa, kamu tentu akan percaya kepadaku karena ia (Musa) telah menulis tentang diriku. Kalau kamu tidak percaya kepada apa yang ditulis oleh Musa, bagaimana kamu dapat percaya kepada apa yang aku katakan?"
Baca juga: Doktrin Zionis: Begini Ajaran Talmud yang Diklaim Kaum Yahudi sebagai Ucapan Nabi Musa
Lihat Juga :