Laporan AS tentang Kekejaman Israel sepanjang 1989-1991
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 18:47 WIB
loading...
Laporan-laporan tentang orang-orang Palestina yang dilukai oleh pasukan Israel berkisar dari 4.000 hingga lebih dari 10.000 orang. Ilustrasi: al jazeera
A
A
A
Mantan anggota Kongres AS , Paul Findley (1921 – 2019) mengatakan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan laporan-laporan mengenai intifadah yang tidak meninggalkan keragu-raguan tentang hakikat dan meluasnya pelanggaran-pelanggaran Israel .
Berikut ini adalah beberapa kutipan dari Country Reports on Human Rights Practices yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri AS sejak 1989-1990 sebagaimana dikutip Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).
Baca juga: Laporan 1988: AS Sebut Saban Hari Israel Bunuh Lebih dari 1 Orang Palestina
Pada 1989 itu, Kementerian Luar Negeri melaporkan bahwa 304 orang Palestina dibunuh oleh Israel pada 1989, termasuk sebelas orang oleh para pemukim Israel dan sepuluh akibat pukulan-pukulan selama pemeriksaaan.
Laporan-laporan mengenai orang-orang Palestina yang dilukai oleh pasukan Israel berkisar dari 5.000 hingga 20.000 orang. Laporan itu mengemukakan bahwa 26 orang Palestina dideportasi sepanjang tahun itu, lebih dari 1.271 ditahan dalam "penahanan administratif," 88 rumah dihancurkan, dan 82 lainnya disegel. Ditambahkan bahwa "laporan-laporan terus berdatangan mengenai perlakuan kasar dan merendahkan terhadap para tawanan yang tengah diperiksa atau diinterogasi, serta pemukulan-pemukulan terhadap para tersangka."
Pada tahun 1990, Kementerian Luar Negeri juga melaporkan bahwa 140 orang Palestina dibunuh oleh Israel pada 1990. Sepuluh orang dibunuh oleh para pemukim Yahudi dan sisanya oleh pasukan keamanan Israel, termasuk sedikitnya 5 orang oleh personil tak bersegaram.
Kelompok-kelompok pembela hak-hak asasi manusia menuduh bahwa personil keamanan berpakaian preman bertindak sebagai regu maut yang membunuhi para aktivis Palestina tanpa peringatan, setelah mereka menyerah, atau setelah mereka tunduk.
Laporan-laporan tentang orang-orang Palestina yang dilukai oleh pasukan Israel berkisar dari 4.000 hingga lebih dari 10.000 orang. Laporan itu menyatakan bahwa tidak ada orang Palestina yang dideportasi tahun itu, namun lebih dari 1.263 orang ditahan dengan "penahanan administratif," rumah dihancurkan, dan 83 disegel.
Baca juga: Jejak Kekejaman Israel dalam Menghadapi Intifadah
Ditambahkan bahwa "laporan-laporan terus berdatangan mengenai perlakuan kasar dan merendahkan terhadap para tawanan yang sedang diperiksa atau diinterogasi, serta pemukulan-pemukulan terhadap para tersangka."
Berikut ini adalah beberapa kutipan dari Country Reports on Human Rights Practices yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri AS sejak 1989-1990 sebagaimana dikutip Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).
Baca juga: Laporan 1988: AS Sebut Saban Hari Israel Bunuh Lebih dari 1 Orang Palestina
Pada 1989 itu, Kementerian Luar Negeri melaporkan bahwa 304 orang Palestina dibunuh oleh Israel pada 1989, termasuk sebelas orang oleh para pemukim Israel dan sepuluh akibat pukulan-pukulan selama pemeriksaaan.
Laporan-laporan mengenai orang-orang Palestina yang dilukai oleh pasukan Israel berkisar dari 5.000 hingga 20.000 orang. Laporan itu mengemukakan bahwa 26 orang Palestina dideportasi sepanjang tahun itu, lebih dari 1.271 ditahan dalam "penahanan administratif," 88 rumah dihancurkan, dan 82 lainnya disegel. Ditambahkan bahwa "laporan-laporan terus berdatangan mengenai perlakuan kasar dan merendahkan terhadap para tawanan yang tengah diperiksa atau diinterogasi, serta pemukulan-pemukulan terhadap para tersangka."
Pada tahun 1990, Kementerian Luar Negeri juga melaporkan bahwa 140 orang Palestina dibunuh oleh Israel pada 1990. Sepuluh orang dibunuh oleh para pemukim Yahudi dan sisanya oleh pasukan keamanan Israel, termasuk sedikitnya 5 orang oleh personil tak bersegaram.
Kelompok-kelompok pembela hak-hak asasi manusia menuduh bahwa personil keamanan berpakaian preman bertindak sebagai regu maut yang membunuhi para aktivis Palestina tanpa peringatan, setelah mereka menyerah, atau setelah mereka tunduk.
Laporan-laporan tentang orang-orang Palestina yang dilukai oleh pasukan Israel berkisar dari 4.000 hingga lebih dari 10.000 orang. Laporan itu menyatakan bahwa tidak ada orang Palestina yang dideportasi tahun itu, namun lebih dari 1.263 orang ditahan dengan "penahanan administratif," rumah dihancurkan, dan 83 disegel.
Baca juga: Jejak Kekejaman Israel dalam Menghadapi Intifadah
Ditambahkan bahwa "laporan-laporan terus berdatangan mengenai perlakuan kasar dan merendahkan terhadap para tawanan yang sedang diperiksa atau diinterogasi, serta pemukulan-pemukulan terhadap para tersangka."
Lihat Juga :