Setelah Negerinya Dicaplok lsrael, Orang-Orang Palestina Terusir sampai Amerika
Senin, 23 Oktober 2023 - 09:46 WIB
loading...
Banyak sekali jumlah orang Palestina yang keluar dari Jalur Gaza dan Tepi Barat antara tahun 1948 – tahun 1967. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Setelah perang Israel - Arab pada tahun 1948, bangsa Palestina terusir dari tanahnya sendiri. Lalu, pergi ke mana mereka setelah itu? Dr Muhsin Muhammad Shaleh menjelaskan ada kerancuan dan salah pemahaman pada sebagian orang yang menulis tentang orang-orang Palestina yang ada di luar negeri.
"Ada yang menyangka bahwa mereka adalah para pengungsi Palestina akibat perang tahun 1948 dan 1967. Jelas ini salah," ujarnya dalam bukunya yang berjudul "Ardhu Filistin wa Sya’buha" dan diterjemahkan Warsito, Lc menjadi "Tanah Palestina dan Rakyatnya".
Menurutnya, sebagian besar pengungsi Palestina akibat perang tahun 1948 masih tinggal di dalam Palestina baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza .
Baca juga: Begini Cara Israel Mengubah Demografi setelah Duduki Palestina
Muhsin Muhammad Shaleh mengakui banyak sekali jumlah orang Palestina yang keluar dari Jalur Gaza dan Tepi Barat antara tahun 1948 – tahun 1967 dikarenakan berbagai sebab dan alasan: khususnya mereka yang pergi pindah ke Tepi Timur sungai Yordan atau pergi ke negara-negara Teluk Arab untuk mencari rezeki. Selain itu, ada banyak pemuda yang keluar meninggalkan Tepi Barat dan Jalur Gaza karena alasan studi atau karena bekerja.
"Kini, mereka semua juga dilarang untuk kembali ke tanah airnya yang terjajah oleh Israel," ujarnya.
Pihak rezim penjajah Zionis Israel melarang mereka kembali ke kampung halaman mereka dengan berbagai asalan. Misalnya, saja karena izin keluar telah habis dan sebagainya. Belum lagi mereka yang dibuang keluar dari Jalur Gaza atau Tepi Barat secara paksa karena perlawanan mereka terhadap penjajah.
Atas dasar ini maka ada jumlah sangat besar pengungsi Palestina yang terusir dari kampung halaman mereka dan masih tinggal di dalam batas wilayah geografis Palestina.
"Namun di sana ada jumlah lebih besar lagi dari orang-orang Palestina yang tinggal di luar Palestina, mereka tidak harus dari pengungsi akibat perang tahun 1948," jelasnya.
Muhsin Muhammad Shaleh mengatakan ada dua kesulitan untuk mengetahui jumlah orang-orang Palestina yang ada di luar dan kondisi mereka.
"Ada yang menyangka bahwa mereka adalah para pengungsi Palestina akibat perang tahun 1948 dan 1967. Jelas ini salah," ujarnya dalam bukunya yang berjudul "Ardhu Filistin wa Sya’buha" dan diterjemahkan Warsito, Lc menjadi "Tanah Palestina dan Rakyatnya".
Menurutnya, sebagian besar pengungsi Palestina akibat perang tahun 1948 masih tinggal di dalam Palestina baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza .
Baca juga: Begini Cara Israel Mengubah Demografi setelah Duduki Palestina
Muhsin Muhammad Shaleh mengakui banyak sekali jumlah orang Palestina yang keluar dari Jalur Gaza dan Tepi Barat antara tahun 1948 – tahun 1967 dikarenakan berbagai sebab dan alasan: khususnya mereka yang pergi pindah ke Tepi Timur sungai Yordan atau pergi ke negara-negara Teluk Arab untuk mencari rezeki. Selain itu, ada banyak pemuda yang keluar meninggalkan Tepi Barat dan Jalur Gaza karena alasan studi atau karena bekerja.
"Kini, mereka semua juga dilarang untuk kembali ke tanah airnya yang terjajah oleh Israel," ujarnya.
Pihak rezim penjajah Zionis Israel melarang mereka kembali ke kampung halaman mereka dengan berbagai asalan. Misalnya, saja karena izin keluar telah habis dan sebagainya. Belum lagi mereka yang dibuang keluar dari Jalur Gaza atau Tepi Barat secara paksa karena perlawanan mereka terhadap penjajah.
Atas dasar ini maka ada jumlah sangat besar pengungsi Palestina yang terusir dari kampung halaman mereka dan masih tinggal di dalam batas wilayah geografis Palestina.
"Namun di sana ada jumlah lebih besar lagi dari orang-orang Palestina yang tinggal di luar Palestina, mereka tidak harus dari pengungsi akibat perang tahun 1948," jelasnya.
Muhsin Muhammad Shaleh mengatakan ada dua kesulitan untuk mengetahui jumlah orang-orang Palestina yang ada di luar dan kondisi mereka.
Lihat Juga :