Injil Barnabas Ajarkan Tauhid, Yesus Bersama Malaikat Menghadap Allah Taala
Selasa, 07 November 2023 - 15:45 WIB
loading...
Injil Barnabas banyak persamaannya dengan yang diberitakan Al-Quran. Foto/Ilustrasi: Pustaka Al-Kautsar
A
A
A
Semua nabi mengajarkan ajaran tauhid , yakni keesaan Allah. Lalu kenapa masih ada perbedaan di antara Nasrani dan Islam yang berasal dari satu tuhan?
Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk percaya kitab-kitab Zabur, Taurat , dan Injil. Konsep pada agama Yahudi , Nasrani, Islam dalam ketuhanan didasarkan pada Unitarian monoteisme. Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan pada satu Tuhan.
Al Kitab Injil (ulangan 32;39 mengatakan “Lihatlah Aku Allah yang Esa, Tak ada Allah kecuali Aku”. Dari Injil tersebut sudah jelas adanya substansi bahwa Allah-lah Tuhan Nasrani.
Baca juga: Injil Kuno Berbahasa Syria Ditemukan, Simak Sebagian Terjemahamannya
Kabar Gembira
Umat Nasrani meyakni Injil sebagai kitab suci. Kitab Injil semula bersumber dari bahasa Yunani euangelion yang bermakna kabar gembira. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi Injil.
Arti dari kabar gembira yang dimaksud adalah karena Nabi Isa as menggembirakan umat-umatnya dengan berita akan kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang terakhir untuk seluruh alam.
Selain berisi keesaan Allah, puji-pujian juga mengajak zuhud yakni pola hidup yang tidak mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi. Bahkan isi Injil Barnabas banyak persamaannya dengan yang diberitakan Al-Quran.
Pada tahun 1709, Cremer Toland (penasihat Raja Prusia) menemukan teks tertua Injil Barnabas dalam bahasa Italia yang semula tersimpan rapi pada perpustakaan seorang terkemuka di Amsterdam.
Dari naskah berbahasa Itali itulah dibuat terjemahannya ke bahasa lain seperti bahasa Inggris, Spanyol dan Arab oleh Dr. Kholil Sa'adah pada tahun 1908 dan ditulis dalam majalah Al Manar terbitan Mesir.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk percaya kitab-kitab Zabur, Taurat , dan Injil. Konsep pada agama Yahudi , Nasrani, Islam dalam ketuhanan didasarkan pada Unitarian monoteisme. Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan pada satu Tuhan.
Al Kitab Injil (ulangan 32;39 mengatakan “Lihatlah Aku Allah yang Esa, Tak ada Allah kecuali Aku”. Dari Injil tersebut sudah jelas adanya substansi bahwa Allah-lah Tuhan Nasrani.
Baca juga: Injil Kuno Berbahasa Syria Ditemukan, Simak Sebagian Terjemahamannya
Kabar Gembira
Umat Nasrani meyakni Injil sebagai kitab suci. Kitab Injil semula bersumber dari bahasa Yunani euangelion yang bermakna kabar gembira. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi Injil.
Arti dari kabar gembira yang dimaksud adalah karena Nabi Isa as menggembirakan umat-umatnya dengan berita akan kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang terakhir untuk seluruh alam.
Selain berisi keesaan Allah, puji-pujian juga mengajak zuhud yakni pola hidup yang tidak mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi. Bahkan isi Injil Barnabas banyak persamaannya dengan yang diberitakan Al-Quran.
Pada tahun 1709, Cremer Toland (penasihat Raja Prusia) menemukan teks tertua Injil Barnabas dalam bahasa Italia yang semula tersimpan rapi pada perpustakaan seorang terkemuka di Amsterdam.
Dari naskah berbahasa Itali itulah dibuat terjemahannya ke bahasa lain seperti bahasa Inggris, Spanyol dan Arab oleh Dr. Kholil Sa'adah pada tahun 1908 dan ditulis dalam majalah Al Manar terbitan Mesir.
Lihat Juga :