Kisah Presiden Sukarno Menyita Rumah Setan Freemasonry
Rabu, 22 November 2023 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Efantino Febriana dalam bukunya berjudul "Kartini Mati Dibunuh: Membongkar Hubungan Kartini dengan Freemason" (Yogyakarta: Navila Idea, , 2010) menyebutkan pada mulanya Templar hanya terdiri dari Sembilan anggota, namun kemudian jumlah anggota tersebut terus berkembang. Mereka menggunakan bekas reruntuhan yang disebut Kuil Sulaiman sebagai basis pertahanan.
Stevens dalam bukunya berjudul "Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962" (Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 2004) menyebut nama Freemasonry secara resmi digunakan sejak 1717 di London melalui penggabungan empat loji menjadi satu loji agung yang dikenal dengan Grand Lodge of England. Gerakan tersebut telah menyebar ke seluruh dunia dengan membawa gagasannya.
Mereka menghindari setiap rumusan ajaran agama, namun bekerja demi kemuliaan Juru Bangun Tertinggi Alam Semesta dengan kepribadian manusia sebagai asas dasar pengakuan nilai tertinggi, menggunakan lambang-lambang dan ritual rahasia didasarkan pada gagasan bahwa manusia sebagai batu bangunan ataupun sebagai pembangun.
Mereka membangun rumah pemujaan yang disebut loge atau loji, serta mengadakan pertemuan yang bersifat religius, dan membahas mengenai filsafat, problem masyarakat dan ekonomi sosial.
Baca juga: 4 Rencana Umum dalam Konspirasi Para Tokoh Freemasonry
Anggota Freemasonry melakukan aktivitasnya di dalam loji tersebut yaitu ritual menyembah simbol-simbol yang melambangkan cita-cita dan pikiran tertinggi manusia. Selain itu, aktivitas para anggota Freemasonry di dalam loji tersebut yaitu memanggil arwah-arwah atau jin dan setan. Maka dari itu, di beberapa tempat loji juga sering disebut sebagai Rumah Setan, karena memang mereka menyembah roh-roh dan setan.
Tujuan Freemasonry terbagi menjadi dua, yaitu yang bersifat umum atau terbuka dan yang bersifat tersembunyi atau rahasia.
Tujuan terbuka digunakan sebagai pengecoh untuk memberi kesan kepada masyarakat bahkan para anggotanya, bahwa Fremasonry merupakan organisasi yang bersifat sosial dan bertujuan untuk mempersatukan dan memajukan kemanusiaan. Namun, di sisi lain terdapat tujuan rahasia yaitu untuk mendirikan pemerintahan Yahudi dan menghancurkan pemerintahan selain Yahudi.
Aktivitas Freemasonry dilakukan dengan berbagai macam cara dan bentuk. Contoh aksi nyata organisasi ini adalah dalam usaha menguasai parlemen sebuah negara. Mereka akan menempatkan sendirinya mereka akan berhasil dalam menyalurkan ide-idenya. Orang-orang yang sudah di pilih tersebut telah siap dengan segala cara mengeluarkan ide-ide Freemasonry untuk diterapkan sebagai kebijakan pemerintahan.
Baca juga: Tokoh Terbesar Freemasonry Saja Tak Tahu Seluruh Isi Konspirasi Yahudi
Stevens dalam bukunya berjudul "Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962" (Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 2004) menyebut nama Freemasonry secara resmi digunakan sejak 1717 di London melalui penggabungan empat loji menjadi satu loji agung yang dikenal dengan Grand Lodge of England. Gerakan tersebut telah menyebar ke seluruh dunia dengan membawa gagasannya.
Mereka menghindari setiap rumusan ajaran agama, namun bekerja demi kemuliaan Juru Bangun Tertinggi Alam Semesta dengan kepribadian manusia sebagai asas dasar pengakuan nilai tertinggi, menggunakan lambang-lambang dan ritual rahasia didasarkan pada gagasan bahwa manusia sebagai batu bangunan ataupun sebagai pembangun.
Mereka membangun rumah pemujaan yang disebut loge atau loji, serta mengadakan pertemuan yang bersifat religius, dan membahas mengenai filsafat, problem masyarakat dan ekonomi sosial.
Baca juga: 4 Rencana Umum dalam Konspirasi Para Tokoh Freemasonry
Anggota Freemasonry melakukan aktivitasnya di dalam loji tersebut yaitu ritual menyembah simbol-simbol yang melambangkan cita-cita dan pikiran tertinggi manusia. Selain itu, aktivitas para anggota Freemasonry di dalam loji tersebut yaitu memanggil arwah-arwah atau jin dan setan. Maka dari itu, di beberapa tempat loji juga sering disebut sebagai Rumah Setan, karena memang mereka menyembah roh-roh dan setan.
Tujuan Freemasonry terbagi menjadi dua, yaitu yang bersifat umum atau terbuka dan yang bersifat tersembunyi atau rahasia.
Tujuan terbuka digunakan sebagai pengecoh untuk memberi kesan kepada masyarakat bahkan para anggotanya, bahwa Fremasonry merupakan organisasi yang bersifat sosial dan bertujuan untuk mempersatukan dan memajukan kemanusiaan. Namun, di sisi lain terdapat tujuan rahasia yaitu untuk mendirikan pemerintahan Yahudi dan menghancurkan pemerintahan selain Yahudi.
Aktivitas Freemasonry dilakukan dengan berbagai macam cara dan bentuk. Contoh aksi nyata organisasi ini adalah dalam usaha menguasai parlemen sebuah negara. Mereka akan menempatkan sendirinya mereka akan berhasil dalam menyalurkan ide-idenya. Orang-orang yang sudah di pilih tersebut telah siap dengan segala cara mengeluarkan ide-ide Freemasonry untuk diterapkan sebagai kebijakan pemerintahan.
Baca juga: Tokoh Terbesar Freemasonry Saja Tak Tahu Seluruh Isi Konspirasi Yahudi
Lihat Juga :