Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi
Kamis, 07 Desember 2023 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Wajib belajar bagi anak Yahudi pada sekolah umum justru telah mencetak mereka menjadi golongan masyarakat terpelajar yang kelak akan menduduki posisi penting dalam pemerintahan pada masa Alexander II.
Sementara itu, identitas keyahudiannya tetap mereka pertahankan dalam semua aspek kehidupan mereka. Jumlah anak Rusia sendiri yang belajar tidak lebih banyak dari anak Yahudi.
Tahun 1855 Alexander II menaiki tahta kerajaan Rusia. Ia seorang Czar Rusia yang kelak oleh Disraeli dijuluki sebagai "Czar Terbesar Bagi Rusia", karena ia telah bekerja untuk memperbaiki nasib rakyat kelas bawah, golongan tertindas dan kaum tani.
Menurut William G. Carr, di antara golongan yang dimaksud oleh Disraeli adalah golongan Yahudi. Inilah yang mendorong Disraeli memuji Alexander.
Pada masa sebelumnya, orang Yahudi terpelajar mengeluh karena mereka menemukan beberapa kesulitan untuk mendapat pekerjaan dalam pemerintah, dengan alasan agama yang mereka anut.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Kemudian Alexander mengeluarkan instruksi kepada seluruh pejabat di Rusia untuk membuka pintu lebar-lebar pada seluruh instansi pemerintah bagi orang Yahudi, seperti hak yang diberikan kepada warga Rusia lainnya.
Kebijakan Czar Alexander II sebenarnya mengandung niat baik terhadap kelompok Yahudi, yang seharusnya disambut dengan sikap terima kasih. Akan tetapi, kenyataannya justru sebaliknya.
Para sesepuh Yahudi ekstrimis yang punya hubungan dengan Konspirasi Internasional mengkhawatirkan, bahwa langkah politik Alexander akan mengakibatkan pembauran Yahudi ke dalam masyarakat Rusia, dan hal ini dianggap sebagai ancaman terhadap identitas mereka.
Ini akan menyulitkan Konspirasi memancing kerusuhan dan kebencian di negeri yang sangat luas, yang pada saat itu dikenal sebagai bangsa yang taat beragama.
Sementara itu, identitas keyahudiannya tetap mereka pertahankan dalam semua aspek kehidupan mereka. Jumlah anak Rusia sendiri yang belajar tidak lebih banyak dari anak Yahudi.
Tahun 1855 Alexander II menaiki tahta kerajaan Rusia. Ia seorang Czar Rusia yang kelak oleh Disraeli dijuluki sebagai "Czar Terbesar Bagi Rusia", karena ia telah bekerja untuk memperbaiki nasib rakyat kelas bawah, golongan tertindas dan kaum tani.
Menurut William G. Carr, di antara golongan yang dimaksud oleh Disraeli adalah golongan Yahudi. Inilah yang mendorong Disraeli memuji Alexander.
Pada masa sebelumnya, orang Yahudi terpelajar mengeluh karena mereka menemukan beberapa kesulitan untuk mendapat pekerjaan dalam pemerintah, dengan alasan agama yang mereka anut.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Kemudian Alexander mengeluarkan instruksi kepada seluruh pejabat di Rusia untuk membuka pintu lebar-lebar pada seluruh instansi pemerintah bagi orang Yahudi, seperti hak yang diberikan kepada warga Rusia lainnya.
Kebijakan Czar Alexander II sebenarnya mengandung niat baik terhadap kelompok Yahudi, yang seharusnya disambut dengan sikap terima kasih. Akan tetapi, kenyataannya justru sebaliknya.
Para sesepuh Yahudi ekstrimis yang punya hubungan dengan Konspirasi Internasional mengkhawatirkan, bahwa langkah politik Alexander akan mengakibatkan pembauran Yahudi ke dalam masyarakat Rusia, dan hal ini dianggap sebagai ancaman terhadap identitas mereka.
Ini akan menyulitkan Konspirasi memancing kerusuhan dan kebencian di negeri yang sangat luas, yang pada saat itu dikenal sebagai bangsa yang taat beragama.
Lihat Juga :