Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexander II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Kamis, 07 Desember 2023 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Pada tanggal 3 September 1882 itu juga, penguasa Rusia mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hasil penyelidikan yang telah dilakukan sebagai berikut:
"Pemerintahan Rusia telah mencurahkan segala perhatian selama beberapa tahun kepada orang Yahudi, dan masalah yang dihadapi oleh mereka, serta hubungan mereka dengan rakyat Rusia lainnya. Akan tetapi, pemerintah melihat para pemeluk agama Kristen sangat menyedihkan, disebabkan oleh tingkah laku orang-orang Yahudi dalam semua lapangan pekerjaan dan perekonomian.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Semua itu terjadi karena ulah tangan mereka selama 20 tahun. Mereka bukan saja memonopoli perdagangan dan hampir seluruh lapangan kerja secara sistematis dan terencana, tapi lebih dari itu, mereka melakukan hal yang sama dalam bidang sewa-menyewa dan pemilikan tanah.
Pemerintah telah mengadakan pengamatan, bahwa kelompok Yahudi bekerja dalam bentuk organisasi rapi, dengan tujuan menguasai dan memonopoli sumber kekayaan negeri ini, dan akan melucuti bangsa Rusia dari kekayaan yang dimiliki oleh negeri mereka.
Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat tingkah orang Yahudi adalah masyarakat kelas bawah. Akibatnya, mereka bangkit melakukan tindak kekerasan melawan kelompok Yahudi. Maka pemerintah mengambil kebijakan, di satu sisi melindungi orang Yahudi dari tindak kekerasan, dan di sisi lain bertanggung jawab menegakkan keadilan dan kemaslahatan umum, untuk mencegah orang Yahudi menindas dan mengganggu orang Rusia, yang semua itu hanya akan merugikan negara."
William G. Carr mengatakan dari hasil penyelidikan di atas jelas tampak, bahwa sebab-sebab lahirnya undang-undang Mei bukan saja sebagai ungkapan rasa dendam atas terbunuhnya Czar Alexander II, melainkan karena adanya peringatan dari para ahli ekonomi Rusia yang tahu persis adanya niat jahat dari orang-orang Yahudi.
Karena itu, pemerintah merasa perlu menyelamatkan perekonomian dan kehidupan sosialnya secara tuntas dari ulah para pedagang dan rentenir Yahudi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mendukung Theodore Roosevelt Jadi Presiden Amerika
Sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh pemerintah Rusia terhadap orang Yahudi itu membuat utusan Rothschild panas hati, mengadakan kegagalan misinya. Tak ayal lagi, para sesepuh Yahudi internasional lalu bertekad mencari strategi baru untuk menghadapi Czar Rusia.
"Pemerintahan Rusia telah mencurahkan segala perhatian selama beberapa tahun kepada orang Yahudi, dan masalah yang dihadapi oleh mereka, serta hubungan mereka dengan rakyat Rusia lainnya. Akan tetapi, pemerintah melihat para pemeluk agama Kristen sangat menyedihkan, disebabkan oleh tingkah laku orang-orang Yahudi dalam semua lapangan pekerjaan dan perekonomian.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Semua itu terjadi karena ulah tangan mereka selama 20 tahun. Mereka bukan saja memonopoli perdagangan dan hampir seluruh lapangan kerja secara sistematis dan terencana, tapi lebih dari itu, mereka melakukan hal yang sama dalam bidang sewa-menyewa dan pemilikan tanah.
Pemerintah telah mengadakan pengamatan, bahwa kelompok Yahudi bekerja dalam bentuk organisasi rapi, dengan tujuan menguasai dan memonopoli sumber kekayaan negeri ini, dan akan melucuti bangsa Rusia dari kekayaan yang dimiliki oleh negeri mereka.
Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat tingkah orang Yahudi adalah masyarakat kelas bawah. Akibatnya, mereka bangkit melakukan tindak kekerasan melawan kelompok Yahudi. Maka pemerintah mengambil kebijakan, di satu sisi melindungi orang Yahudi dari tindak kekerasan, dan di sisi lain bertanggung jawab menegakkan keadilan dan kemaslahatan umum, untuk mencegah orang Yahudi menindas dan mengganggu orang Rusia, yang semua itu hanya akan merugikan negara."
William G. Carr mengatakan dari hasil penyelidikan di atas jelas tampak, bahwa sebab-sebab lahirnya undang-undang Mei bukan saja sebagai ungkapan rasa dendam atas terbunuhnya Czar Alexander II, melainkan karena adanya peringatan dari para ahli ekonomi Rusia yang tahu persis adanya niat jahat dari orang-orang Yahudi.
Karena itu, pemerintah merasa perlu menyelamatkan perekonomian dan kehidupan sosialnya secara tuntas dari ulah para pedagang dan rentenir Yahudi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mendukung Theodore Roosevelt Jadi Presiden Amerika
Sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh pemerintah Rusia terhadap orang Yahudi itu membuat utusan Rothschild panas hati, mengadakan kegagalan misinya. Tak ayal lagi, para sesepuh Yahudi internasional lalu bertekad mencari strategi baru untuk menghadapi Czar Rusia.
Lihat Juga :