Jelang Ajal, Umar bin Khattab Dihibur Ibnu Abbas tentang Berita Surga
Rabu, 20 Desember 2023 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat terkena tikaman dan orang ramai berdatangan, mereka memujinya dan memanggil-manggilnya dengan Amirulmukminin, ia berkata: "Apakah kalian membekali saya dengan kedudukan saya sebagai amir? Saya sudah mendampingi Rasulullah, dan Rasulullah wafat dalam keadaan senang hati kepada saya. Kemudian saya mendampingi Abu Bakar, saya setia dan patuh kepadanya; sampai Abu Bakar wafat saya tetap setia dan patuh. Dan yang sekarang saya khawatirkan hanya kepemimpinan kalian ini."
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Minta Dikuburkan di Samping Makam Rasulullah dan Abu Bakar
Dia menahan rasa sakitnya, dan agar rasa sakit itu terlupakan mereka yang hadir berusaha memujinya. Tetapi dia berkata: "Orang yang teperdaya oleh umurnya ia menipu diri sendiri. Demi Allah! Ah, coba aku keluar dari semua ini seperti ketika memasukinya, tidak berutang dan tidak berpiutang!"
Sebuah sumber menyebutkan bahwa Ibn Abbas berkata: "Saya yang pertama mendatangi Umar bin Khattab ketika ia ditikam dan kata saya kepadanya: 'Bergembiralah dengan surga! Anda sudah mendampingi Rasulullah dan mendampinginya cukup lama. Anda menjabat Amirulmukminin dan sudah Anda perkuat, Anda telah menunaikan amanat."
Ketika itu Umar berkata: "Bahwa Anda sudah membawa berita gembira kepada saya dengan surga, maka hanya Allah, yang tiada tuhan selain Dia. Sekiranya dunia ini dan segala isinya milik saya niscaya dengan itulah akan saya tebus, mengingat betapa dahsyat yang di depan saya sebelum saya mendapat berita. Adapun yang Anda sebutkan saya telah mendampingi Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam memang demikian."
Baca juga: Doa Ziarah dan Kisah Umar bin Khattab Minta Izin Dikubur di Dekat Makam Rasulullah SAW
Makin banyak orang memujinya ia merasa makin khawatir. Disebutkan bahwa ia merentangkan tangannya dan mengambil sebatang jerami di tanah ke sisi tempat tidurnya lalu diangkatnya ke depan matanya seraya berkata: "Ah, sekiranya aku sebatang jerami ini! Coba aku tidak dilahirkan! Coba ibuku tidak melahirkan aku! Coba aku bukan apa-apa! Ah, sekiranya aku terlupakan samasekali!"
Menurut Hekal, semua ini membuktikan keimanannya yang sungguh-sungguh, dan perasaan orang besar ini menunjukkan keagungannya selama memikul tanggung jawab dalam kepemimpinannya sebagai Amirulmukminin.
Kemenangan yang dicapainya selama masanya itu tidak sampai memperdayanya. Kemenangannya terhadap Persia dan Romawi tidak membuatnya pongah. Ia tidak merasa bangga karena pembicaraan dan pujian orang kepadanya. Malah ia khawatir kalau-kalau pernah ia berbuat zalim terhadap kaum lemah, dan rintihan orang lemah ini akan sampai ke langit dan Allah akan mengukurnya dengan semua amal kebaikan Umar!
Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Minta Dikuburkan di Samping Makam Rasulullah dan Abu Bakar
Dia menahan rasa sakitnya, dan agar rasa sakit itu terlupakan mereka yang hadir berusaha memujinya. Tetapi dia berkata: "Orang yang teperdaya oleh umurnya ia menipu diri sendiri. Demi Allah! Ah, coba aku keluar dari semua ini seperti ketika memasukinya, tidak berutang dan tidak berpiutang!"
Sebuah sumber menyebutkan bahwa Ibn Abbas berkata: "Saya yang pertama mendatangi Umar bin Khattab ketika ia ditikam dan kata saya kepadanya: 'Bergembiralah dengan surga! Anda sudah mendampingi Rasulullah dan mendampinginya cukup lama. Anda menjabat Amirulmukminin dan sudah Anda perkuat, Anda telah menunaikan amanat."
Ketika itu Umar berkata: "Bahwa Anda sudah membawa berita gembira kepada saya dengan surga, maka hanya Allah, yang tiada tuhan selain Dia. Sekiranya dunia ini dan segala isinya milik saya niscaya dengan itulah akan saya tebus, mengingat betapa dahsyat yang di depan saya sebelum saya mendapat berita. Adapun yang Anda sebutkan saya telah mendampingi Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam memang demikian."
Baca juga: Doa Ziarah dan Kisah Umar bin Khattab Minta Izin Dikubur di Dekat Makam Rasulullah SAW
Makin banyak orang memujinya ia merasa makin khawatir. Disebutkan bahwa ia merentangkan tangannya dan mengambil sebatang jerami di tanah ke sisi tempat tidurnya lalu diangkatnya ke depan matanya seraya berkata: "Ah, sekiranya aku sebatang jerami ini! Coba aku tidak dilahirkan! Coba ibuku tidak melahirkan aku! Coba aku bukan apa-apa! Ah, sekiranya aku terlupakan samasekali!"
Menurut Hekal, semua ini membuktikan keimanannya yang sungguh-sungguh, dan perasaan orang besar ini menunjukkan keagungannya selama memikul tanggung jawab dalam kepemimpinannya sebagai Amirulmukminin.
Kemenangan yang dicapainya selama masanya itu tidak sampai memperdayanya. Kemenangannya terhadap Persia dan Romawi tidak membuatnya pongah. Ia tidak merasa bangga karena pembicaraan dan pujian orang kepadanya. Malah ia khawatir kalau-kalau pernah ia berbuat zalim terhadap kaum lemah, dan rintihan orang lemah ini akan sampai ke langit dan Allah akan mengukurnya dengan semua amal kebaikan Umar!
Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar
(mhy)
Lihat Juga :