Bagaimana Nasib Bayi dan Anak Kecil setelah Meninggal? Benarkah Bisa Memberi Syafaat?
Kamis, 21 Desember 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, bayi dan anak-anak kecil yang meninggal mendahului ayah atau ibunya akan menarik kedua orang tuanya masuk surga. Sesuai dengan riwayat Abu Hurairah RA dalam Kitab Silsiah al Hadits ash Shahihah bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Salah seorang anak-anak itu akan menemui ayahnya atau orang tuanya lalu memegang pakaiannya atau tangannya seperti aku sedang memegang bajumu, dan ia tidak akan melepaskannya sebelum Allah memasukkan orang tuanya ke surga." (HR Muslim dan Ahmad)
Hal itu juga berlaku bagi ruh para bayi yang lahir dari orang-orang musyrik. Pendapat terkuat menyebut bahwa mereka akan berada di dalam surga.
Namun, ulama berbeda pendapat mengenai anak-anak orang musyrik yang meninggal dunia saat masih kecil. Pendapat pertama yang menukil dari Asy Syafi'i bahwa kondisi mereka bergantung pada kehendak Allah.
Sementara pendapat kedua dari Ibnu Hazm menyatakan bahwa anak-anak tersebut mengikuti orang tua mereka. Pendapat lainnya ada yang menyebut bahwa anak-anak kecil ini akan berada di dalam barzakh antara surga dan neraka.
"Ini dikarenakan mereka belum mengerjakan kebaikan-kebaikan yang dapat mengantarkan mereka masuk surga, dan tidak pula mengerjakan keburukan-keburukan yang dapat memasukkannya ke dalam neraka," bunyi pendapat tersebut yang diterjemahkan Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam buku Tamasya ke Negeri Akhirat.
Pendapat lainnya ada yang mengatakan anak-anak dari orang musyrik akan menjadi pelayan para penghuni surga, ada yang menyebut kembali menjadi tanah, dan ada pula yang mengatakan mereka akan diuji di akhirat dengan dinyalakan api di hadapan mereka.
Meski demikian, di antara banyak pendapat tersebut, pendapat yang terpilih bagi para ulama kontemporer adalah anak-anak dari orang musyrik tetap berada di dalam surga. Pendapat ini mengatakan, sudah selayaknya anak yang belum sempurna akalnya tidak ditimpakan siksa.
Pendapat ini pula yang dianut oleh Imam Al Bukhari. Landasannya dari salah satu hadis Rasulullah SAW yang berbunyi, "Setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang mencetaknya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR Bukhari)
Baca juga: Arwah Bayi dan Anak-anak Kecil yang Meninggal Dunia
Wallahu A'lam
"Salah seorang anak-anak itu akan menemui ayahnya atau orang tuanya lalu memegang pakaiannya atau tangannya seperti aku sedang memegang bajumu, dan ia tidak akan melepaskannya sebelum Allah memasukkan orang tuanya ke surga." (HR Muslim dan Ahmad)
Hal itu juga berlaku bagi ruh para bayi yang lahir dari orang-orang musyrik. Pendapat terkuat menyebut bahwa mereka akan berada di dalam surga.
Namun, ulama berbeda pendapat mengenai anak-anak orang musyrik yang meninggal dunia saat masih kecil. Pendapat pertama yang menukil dari Asy Syafi'i bahwa kondisi mereka bergantung pada kehendak Allah.
Sementara pendapat kedua dari Ibnu Hazm menyatakan bahwa anak-anak tersebut mengikuti orang tua mereka. Pendapat lainnya ada yang menyebut bahwa anak-anak kecil ini akan berada di dalam barzakh antara surga dan neraka.
"Ini dikarenakan mereka belum mengerjakan kebaikan-kebaikan yang dapat mengantarkan mereka masuk surga, dan tidak pula mengerjakan keburukan-keburukan yang dapat memasukkannya ke dalam neraka," bunyi pendapat tersebut yang diterjemahkan Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam buku Tamasya ke Negeri Akhirat.
Pendapat lainnya ada yang mengatakan anak-anak dari orang musyrik akan menjadi pelayan para penghuni surga, ada yang menyebut kembali menjadi tanah, dan ada pula yang mengatakan mereka akan diuji di akhirat dengan dinyalakan api di hadapan mereka.
Meski demikian, di antara banyak pendapat tersebut, pendapat yang terpilih bagi para ulama kontemporer adalah anak-anak dari orang musyrik tetap berada di dalam surga. Pendapat ini mengatakan, sudah selayaknya anak yang belum sempurna akalnya tidak ditimpakan siksa.
Pendapat ini pula yang dianut oleh Imam Al Bukhari. Landasannya dari salah satu hadis Rasulullah SAW yang berbunyi, "Setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang mencetaknya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR Bukhari)
Baca juga: Arwah Bayi dan Anak-anak Kecil yang Meninggal Dunia
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :