Sikap Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq tentang Persia dan Romawi
Selasa, 09 Januari 2024 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
Haekal mengatakan tetapi Abu Bakar rupanya cukup arif untuk tidak dininabobokkan oleh kemenangan itu lalu melupakan dendam yang masih tersembunyi dalam hati orang-orang Arab yang kemudian akan dapat menimbulkan gejolak lagi.
Abu Bakar lebih memilih mengarahkan perhatian orang-orang Arab itu ke balik perbatasan Semenanjung sehingga mereka lupa akan segala dendam.
Di pedalaman Syam kabilah-kabilah Arab itu tersebar di mana-mana. Mereka itulah yang seharusnya menyambut seruan agama baru ini seperti orang-orang Arab di Semenanjung.
Barangkali kabilah-kabilah itu jika mendengarkan seruan ini - karena bagaimanapun juga masih ada pertaliannya dengan leluhur - akan mengingatkan mereka ke masa silam, lalu cepat-cepat mengikuti saudara sepupunya yang sudah mendapat petunjuk Allah kepada agama yang benar, dan ikut bersama-sama mengucapkan kalimat syahadat, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.
Baca juga: Maaf dan Marah Khalifah Abu Bakar kepada Kaum yang Murtad
Abu Bakar lebih memilih mengarahkan perhatian orang-orang Arab itu ke balik perbatasan Semenanjung sehingga mereka lupa akan segala dendam.
Di pedalaman Syam kabilah-kabilah Arab itu tersebar di mana-mana. Mereka itulah yang seharusnya menyambut seruan agama baru ini seperti orang-orang Arab di Semenanjung.
Barangkali kabilah-kabilah itu jika mendengarkan seruan ini - karena bagaimanapun juga masih ada pertaliannya dengan leluhur - akan mengingatkan mereka ke masa silam, lalu cepat-cepat mengikuti saudara sepupunya yang sudah mendapat petunjuk Allah kepada agama yang benar, dan ikut bersama-sama mengucapkan kalimat syahadat, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.
Baca juga: Maaf dan Marah Khalifah Abu Bakar kepada Kaum yang Murtad
(mhy)
Lihat Juga :