Jika Syair yang Dihafal Dibacakan Maka Butuh Waktu Sebulan
Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Tabi’in Amir bin Abdillah At-Tamimi (1)
Sungguh pemuda ini sangat gemar berkutat dengan ilmu, walaupun untuk memenuhi rasa ingin tahunya itu dia harus menempuh kesulitan dan biaya yang mahal. Dia menjalaninya dengan senang hati, seperti yang beliau katakan, “Seandainya ada orang yang pergi dari ujung Syam sampai ke ujung Yaman lalu dia menghafalkan satu kalimat saja yang bermanfaat bagi dirinya, maka sungguh perjalanannya tak sia-sia.”
Bani Amir dan Bani Asad
Bukti-bukti akan keluasan ilmu asy-Sya’bi dan ketajaman ingatannya sangat banyak, diantaranya adalah kisah yang beliau ceritakan sendiri:
“Telah datang kepadaku dua orang yang saling membanggakan kaumnya. Yang satu dari Bani Amir dan satunya dari Bani Asad. Orang dari Bani Amir unggul atas lawannya dan berlaku kasar dengan menyeret orang dari Bani Asad tersebut ke hadapanku. Sementara yang diseret dengan lemah mengatakan, ‘Lepaskan aku…lepaskan aku..’!”
Baca juga: Di Kaki Ka'bah, Tatkala Khalifah Meminta Fatwa dari Bekas Budak
Namun dia berkeras dan berkata, “Tidak akan kulepas sebelum diakui oleh Asy-Sya’bi bahwa kemenangan ada di pihakku.” Selanjutnya aku berkata kepadanya, “Lepaskan dulu kawanmu itu baru kalian aku adili.”
Terhadap orang Bani Asad aku katakan, “Mengapa engkau merasa lemah dan kalah di hadapannya? Sesungguhnya kalian Bani Asad memiliki enam kebanggaan yang tak dimiliki oleh bangsa-bangsa Arab yang lain.
Baca juga: Kisah Al-Ghafiqi, Terulangnya Tragedi Uhud yang Memilukan
Pertama, di kalangan kalian ada seorang wanita yang dipinang oleh manusia yang paling mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan Allah sendiri yang menikahkannya dari atas langit-Nya yang ketujuh dan mengirimkan utusan Jibril untuk keduanya. Dialah Ummul Mukminin Zaenab binti Jahsy. Inilah kebanggaan pertama bagi kaummu yang tak dimiliki bangsa Arab lainnya.
Kedua, di antara kaum kalian ada seorang penduduk surga yang berjalan di atas muka bumi, yaitu Ukasyah bin Mihshan. Padahal tidak ada hal seperti itu pada bangsa-bangsa Arab selain kalian wahai Bani Asad.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Putranya Saat Merayakan Hari Raya
Sungguh pemuda ini sangat gemar berkutat dengan ilmu, walaupun untuk memenuhi rasa ingin tahunya itu dia harus menempuh kesulitan dan biaya yang mahal. Dia menjalaninya dengan senang hati, seperti yang beliau katakan, “Seandainya ada orang yang pergi dari ujung Syam sampai ke ujung Yaman lalu dia menghafalkan satu kalimat saja yang bermanfaat bagi dirinya, maka sungguh perjalanannya tak sia-sia.”
Bani Amir dan Bani Asad
Bukti-bukti akan keluasan ilmu asy-Sya’bi dan ketajaman ingatannya sangat banyak, diantaranya adalah kisah yang beliau ceritakan sendiri:
“Telah datang kepadaku dua orang yang saling membanggakan kaumnya. Yang satu dari Bani Amir dan satunya dari Bani Asad. Orang dari Bani Amir unggul atas lawannya dan berlaku kasar dengan menyeret orang dari Bani Asad tersebut ke hadapanku. Sementara yang diseret dengan lemah mengatakan, ‘Lepaskan aku…lepaskan aku..’!”
Baca juga: Di Kaki Ka'bah, Tatkala Khalifah Meminta Fatwa dari Bekas Budak
Namun dia berkeras dan berkata, “Tidak akan kulepas sebelum diakui oleh Asy-Sya’bi bahwa kemenangan ada di pihakku.” Selanjutnya aku berkata kepadanya, “Lepaskan dulu kawanmu itu baru kalian aku adili.”
Terhadap orang Bani Asad aku katakan, “Mengapa engkau merasa lemah dan kalah di hadapannya? Sesungguhnya kalian Bani Asad memiliki enam kebanggaan yang tak dimiliki oleh bangsa-bangsa Arab yang lain.
Baca juga: Kisah Al-Ghafiqi, Terulangnya Tragedi Uhud yang Memilukan
Pertama, di kalangan kalian ada seorang wanita yang dipinang oleh manusia yang paling mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan Allah sendiri yang menikahkannya dari atas langit-Nya yang ketujuh dan mengirimkan utusan Jibril untuk keduanya. Dialah Ummul Mukminin Zaenab binti Jahsy. Inilah kebanggaan pertama bagi kaummu yang tak dimiliki bangsa Arab lainnya.
Kedua, di antara kaum kalian ada seorang penduduk surga yang berjalan di atas muka bumi, yaitu Ukasyah bin Mihshan. Padahal tidak ada hal seperti itu pada bangsa-bangsa Arab selain kalian wahai Bani Asad.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Putranya Saat Merayakan Hari Raya
Lihat Juga :