Kisah Hikmah : Meninggalkan Sesuatu karena Allah
Selasa, 13 Februari 2024 - 17:29 WIB
loading...
terkadang seorang muslim dituntut untuk meninggalkan sesuatu karena Allah subhanahu wata’ala. Pada saat itulah, ada salah satu kaidah penting dalam kehidupan seorang muslim yang perlu untuk kita yakini bersama. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Terkadang seorang muslim dituntut untuk meninggalkan sesuatu karena Allah subhanahu wata’ala. Pada saat itulah, ada salah satu kaidah penting dalam kehidupan seorang muslim yang perlu untuk kita yakini bersama.
Sebuah hadis menjelaskan:
“Tidaklah kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, melainkan Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untukmu.” (HR Ahmad no 23075)
Makna kaidah ataupun hadis tersebut, dijelaskan Ustaz Amir Sahidin MAg, Pengajar PPTQ Ibnu Mas’ud, Purbalingga sebagai berikut, barang siapa meninggalkan sesuatu semata-mata karena mengharap ridha Allah —bukan karena takut penguasa, malu kepada manusia, ketidakmampuan untuk melakukan, dan lain sebagainya—maka Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari hal itu.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menerangkan dalam kitabnya Al-Fawaid halaman 107 bahwa ganti yang Allah berikan meliputi berbagai macam ganti. Ganti yang paling besar adalah keakraban dengan Allah, kecintaan-Nya, ketenangan hati dengan-Nya, kekuatan dari-Nya, kesemangatan-Nya, kegembiraan-Nya, dan keridhaan Rabb Yang Mahamulia.
Berikut beberapa kisah yang menjelaskan tentang besarnya makna 'meninggalkan sesuatu karena Allah" ini.
Nabi Sulaiman pun segera melaksanakannya, kemudian kembali untuk menyembelih kuda-kuda tersebut karena cintanya kepada Allah.
Maka Allah menggantikan yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut, yaitu angin yang berhembus ke arah dan tempat mana pun ia inginkan (Ath-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Al-Qur’an, vol. 21, hlm. 202).
Nabi Yusuf juga lebih memilih dipenjara karena mencari ridha Allah daripada melakukan perbuatan keji tersebut.
Sebuah hadis menjelaskan:
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلَّا بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Tidaklah kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, melainkan Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untukmu.” (HR Ahmad no 23075)
Makna kaidah ataupun hadis tersebut, dijelaskan Ustaz Amir Sahidin MAg, Pengajar PPTQ Ibnu Mas’ud, Purbalingga sebagai berikut, barang siapa meninggalkan sesuatu semata-mata karena mengharap ridha Allah —bukan karena takut penguasa, malu kepada manusia, ketidakmampuan untuk melakukan, dan lain sebagainya—maka Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari hal itu.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menerangkan dalam kitabnya Al-Fawaid halaman 107 bahwa ganti yang Allah berikan meliputi berbagai macam ganti. Ganti yang paling besar adalah keakraban dengan Allah, kecintaan-Nya, ketenangan hati dengan-Nya, kekuatan dari-Nya, kesemangatan-Nya, kegembiraan-Nya, dan keridhaan Rabb Yang Mahamulia.
Berikut beberapa kisah yang menjelaskan tentang besarnya makna 'meninggalkan sesuatu karena Allah" ini.
1. Kisah Nabi Sulaiman Alaihissalam
Nabi Sulaiman ‘alaihissalam merupakan seorang nabi yang sangat mencintai jihad di jalan Allah, sehingga ia pun memiliki banyak kuda yang amat ia cintai. Suatu ketika Nabi Sulaiman tersibukkan dengan kuda-kuta tersebut hingga terlewat waktu Salat Ashar, sedangkan ia belum salat.Nabi Sulaiman pun segera melaksanakannya, kemudian kembali untuk menyembelih kuda-kuda tersebut karena cintanya kepada Allah.
Maka Allah menggantikan yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut, yaitu angin yang berhembus ke arah dan tempat mana pun ia inginkan (Ath-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Al-Qur’an, vol. 21, hlm. 202).
2. Kisah Nabi Yusuf alaihissalam
Nabi Yusuf ‘alaihissalam merupakan nabi yang menghadapi godaan wanita bangsawan dan cantik, namun ia meninggalkan wanita tersebut karena Allah semata.Nabi Yusuf juga lebih memilih dipenjara karena mencari ridha Allah daripada melakukan perbuatan keji tersebut.
Lihat Juga :