Mengapa Kita Benci Kematian? Ini Jawaban Salamah bin Dinar

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 10:00 WIB
loading...
A A A
Khalifah berkata, “Sampaikan hajatmu kepada kami wahai Abu Hazim.”
Ia terdiam dan tidak menjawab.

Khalifah lantas mengulang perkataannya “Sampaikan hajatmu kepada kami wahai Abu Hazim, niscaya kami akan menunaikannya untukmu, seberapa pun besarnya.”

Baca juga: Di Kaki Ka'bah, Tatkala Khalifah Meminta Fatwa dari Bekas Budak

Ia menjawab, “Hajatku adalah agar engkau menyelamatkan saya dari neraka dan memasukkan saya ke dalam surga.”

“Itu bukan wewenangku wahai Abu Hazim” kata khalifah.

Abu Hazim berkata, “Saya tidak memiliki hajat selain itu wahai Amirul Mukminin.”

Maka khalifah berkata, “Doakanlah aku wahai Abu Hazim.”

Ia pun berdoa, “Ya Allah, apabila hambamu Sulaiman termasuk wali-waliMu, maka permudahkanlah ia untuk (mengerjakan) kebaikan dunia dan akhirat…Namun, apabila ia termasuk musuh-musuhMu, maka perbaikilah ia dan tunjukilah ia kepada apa yang Engkau cintai dan ridlai.”

Maka, seseorang di kalangan para hadirin ada yang berkata, “Alangkah buruknya apa yang kamu katakan sejak kamu masuk menemui Amirul Mukminin…Kamu telah menjadikan khalifah muslimin termasuk musuh-musuh Allah dan kamu telah menyakitinya.”

Baca juga: Kisah Tabi’in Amir bin Abdillah At-Tamimi

Abu Hazim berkata, “Bahkan, alangkah buruknya apa yang kamu katakan, sungguh Allah telah mengambil janji dari para ulama agar mereka selalu mengatakan kalimatul haq, Allah berfirman, “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan kamu menyembunyikannya.” (Surat Ali Imran: 187)

Kemudian ia menoleh kepada khalifah dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya orang-orang sebelum kita dari umat-umat terdahulu selalu dalam kebaikan dan keselamatan selama para umara (pemimpin) mereka mendatangi para ulamanya dalam rangka mengharap (ilmu/nasehat) yang ada pada mereka. Kemudian didapatilah suatu kaum dari para orang-orang bodoh yang mempelajari ilmu dan mereka mendatangi para umara dengan ilmunya.”

Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan

“Mereka mengharapkan bisa memperoleh sedikit dari bagian dunia dengan ilmu tersebut, sehingga para umara tidak butuh kepada ulama, sehingga mereka menjadi hancur dan tak berdaya serta jatuh dari mata (penilaian) Allah Azza wa Jalla.

Kalau seengkauinya para ulama berbuat zuhud terhadap (harta) yang di miliki para umara, niscaya para umara akan cinta dan senang kepada ilmu mereka. Akan tetapi mereka (ulama) mengharap dan senang terhadap apa yang di miliki para umara, sehingga mereka (umara) bersikap tidak membutuhkan (ilmu) mereka dan meremehkan mereka.” (Baca juga: Dituduh Menyimpang karena Tidak Menikah dan Menolak Makan Daging )

Khalifah berkata, “Kamu benar…tambahkan nasehatmu kepadaku wahai Abu Hazim. Aku tidak pernah melihat seseorang yang mana hikmah lebih dekat dengan ucapannya dari pada kamu.”

Ia menjawab, “Kalau engkau termasuk Ahli istijabah (orang yang menerima dan melaksanakan permintaan), sungguh telah cukup bagimu apa yang telah saya katakan. Tetapi apabila engkau bukan termasuk ahlinya, maka tidaklah pantas bagiku untuk melepaskan anak panah dari busur yang tidak ada talinya.”

Khalifah berkata, “Aku bersumpah atasmu agar kamu memberikan wasiat kepadaku wahai Abi Hazim.” (Baca juga: Guru Yahudi Ini Anggap di Surga Itu Aneh, Makan Tapi Tidak Buang Air Besar )

Ia menjawab, “Ya…saya akan memberikan wasiat kepada anda dan akan menyingkatnya…(yaitu) agungkanlah Rabbmu Azza wa Jalla dan sucikalah Dia dari melihat anda (melakukan) apa yang Dia larang…dan (dari) Dia tidak mendapatimu (melaksanakan) apa yang anda diperintahkan-Nya.”

Kemudian dia pamit sembari mengucapkan salam.

Khalifah berkata, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan sebagai seorang alim yang bisa memberikan nasihat.” )

Ketika Abu Hazim hampir sampai ke rumahnya, Amirul Mukminin telah mengirimkan sekantong penuh berisi dinar, disertai surat yang berbunyi, “Sedekahkanlah, kamu bisa mendapatkan yang seperti itu dari saya dan masih banyak…”

Maka ia mengembalikan uang itu diiringi surat yang berbunyi, “Wahai Amirul Mukminin, saya berlindung kepada Allah dari pertanyaan anda kepada saya hanya candaan, atau jawaban yang saya berikan adalah jawaban yang salah. Demi Allah saya tidak rela hal itu terjadi pada anda wahai Amirul Mukminin, lantas bagaimana mungkin saya merelakannya untuk diri saya?” (Baca juga: Zubair: Orang Pertama yang Menghunuskan Pedang di Jalan Allah )

“Wahai Amirul Mukminin jika uang dinar ini sebagai imbalan atas apa yang saya ucapkan dan nasehatkan pada anda, maka sungguh bangkai dan daging babi lebih halal dari padanya pada saat terpaksa, tapi jika memang hak saya (yang ada) di baitul Mal, apakah anda samakan antara hak saya dan hak manusia seluruhnya?” (Baca juga: Tangis Si Kecil di Tengah Malam yang Mengaduk-aduk Perasaan Bunda )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Raja’ bin Haiwah:...
Raja’ bin Haiwah: Pemegang Surat Wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Kisah Khalifah Sulaiman...
Kisah Khalifah Sulaiman Menangis saat Mendengar Nasihat Salamah bin Dinar
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Rekomendasi
Kerangka yang Diyakini...
Kerangka yang Diyakini Biksu dari Abad 16 Ternyata Wanita Suku Aztec
Tujuh Matahari Tiba-tiba...
Tujuh Matahari Tiba-tiba Muncul Sekaligus di Langit China
Kisah Imam Al-Ghazali...
Kisah Imam Al-Ghazali saat Mengalami Krisis Kepercayaan
Artikel Terkini
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved