Mengapa Kita Benci Kematian? Ini Jawaban Salamah bin Dinar

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 10:00 WIB
loading...
Mengapa Kita Benci Kematian?...
Ilustrasi/Ist
A A A
PADA tahun 97 H, Khalifah Sulaiman ibn Abdul Malik bersiap-siap mengadakan perjalanan menuju ad-Diyar al-Muqaddasah --tempat-tempat suci; Makkah dan Madinah -- memenuhi panggilan Abul Anbiya Nabi Ibrahim AS . Unta-untanya melaju dengan cepat dari Damaskus ibukota Bani Umayyah menuju Madinah Munawwarah. (Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Putranya Saat Merayakan Hari Raya )

Kerinduan untuk salat di Raudlah yang suci juga kerinduan untuk mengajukan salam kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW telah memenuhi jiwanya.

Dr Abdurrahman Ra’at Basya dalam Mereka adalah Para Tabi’in menceritakan para Qurra (ahli qira`at), Muhaddits (ahli hadits ), Fuqaha (ahli fiqih ), ulama , Umara (para pemimpin) dan para panglima memenuhi rombongan khalifah .

Tatkala beliau sampai di Madinah Munawwarah dan tinggal di sana, orang-orang terhormat menghampirinya untuk mengucapkan salam dan menyambutnya. (Baca juga: Kisah Tabiin Cerdas Iyas Bin Mu’awiyah Al-Muzanni

Namun Salamah ibn Dinar , Qadli Madinah dan ‘alimnya yang ilmunya dijadikan hujjah serta imamnya yang Tsiqah (terpercaya) tidak termasuk dalam hitungan orang-orang yang mengunjungi khalifah untuk mengucapkan selamat datang dan salam.

Setelah Khalifah Sulaiman ibn Abdul Malik selesai menyambut orang-orang yang mengucapkan selamat datang, ia berkata kepada anggota majlisnya, “Sesungguhnya jiwa ini bisa berkarat sebagaimana berkaratnya logam apabila ia tidak menemukan orang yang bisa mengingatkannya (menasehatinya) dari waktu ke waktu serta menyepuh karatnya.”

“Benar, wahai Amirul Mukminin” jawab mereka.

Beliau berkata “Adakah seseorang di Madinah yang telah berjumpa dengan sekelompok sahabat Rasulullah SAW yang bisa menasehati kita?.”

Mereka menjawab, “Ya, wahai Amirul Mukminin…Dialah Abu Hazim al-A’raj.”

“Siapakah Abu Hazim al-A’raj?” tanya khalifah.

Mereka menjawab, “Ia adalah Salamah ibn Dinar, ‘alimnya Madinah dan imamnya, salah seorang tabi’in yang telah berjumpa dengan beberapa sahabat yang mulia.”

“Undanglah dia untuk menemuiku dan bersikap lembutlah dalam mengundangnya,” kata khalifah.

Mereka lantas pergi menemuinya dan mengundangnya.

Ketika ia (Salamah) menemui khalifah….beliau mengucapkan selamat datang dan mempersilahkannya duduk dekat beliau. Ia berkata kepadanya seraya menegur, “Mengapa kamu berpaling acuh dariku wahai Abu Hazim?”

“Berpaling separti apa yang engkau dapati dariku wahai Amirul Mukminin?” jawabnya.

“Orang-orang mengunjungiku, tetapi kamu tidak!!” kata khalifah.

Ia menjawab, “Dikatakan berpaling kalau sudah saling mengenal. Sedangkan engkau tidak pernah mengenalku sebelumnya dan aku pun tidak pernah melihatmu. Maka, berpaling (sikap acuh) yang manakah yang terjadi dari diriku?”

Khalifah berkata kepada anggota majlisnya, “Syaikh (Abu Hazim) telah tepat dalam memberikan alasannya, dan khalifah salah dalam cercaannya.”

Beliau kemudian menoleh kepada Abu Hazim seraya berkata, “Sesungguhnya ada hal-hal besar dalam jiwa ini yang ingin aku ungkapkan kepadamu wahai Abu Hazim.”

“Sampaikanlah –wahai Amirul Mukminin- dan hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan” jawabnya.

Khalifah berkata, “Wahai Abu Hazim, mengapa kita membenci kematian?!”

“(Itu) karena kita telah memakmurkan dunia kita dan menghancurkan akhirat kita, sehingga kita benci untuk keluar dari kemakmuran menuju kehancuran,” jawabnya.

“Engkau benar,” kata khalifah…kemudian beliau menyambung perkataannya, “Wahai Abu Hazim apakah yang akan kita dapatkan di sisi Allah di hari esok (kiamat)?”

Abu Hazim menjawab, “Paparkanlah amalan engkau kepada Kitab Allah Ta’ala, niscaya engkau akan menemukan jawabannya.”

“Dimanakah aku bisa menemukannya dalam Kitab Allah ta’ala?” tanya khalifah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Raja’ bin Haiwah:...
Raja’ bin Haiwah: Pemegang Surat Wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Kisah Khalifah Sulaiman...
Kisah Khalifah Sulaiman Menangis saat Mendengar Nasihat Salamah bin Dinar
Rekomendasi
Struktur Misterius Ditemukan...
Struktur Misterius Ditemukan di dalam Perut Bumi
Temuan Kapak Kuno Raksasa,...
Temuan Kapak Kuno Raksasa, Senjata yang Mustahil Digunakan Manusia Berukuran Normal
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved