Mengejar Ampunan Allah di Bulan Ramadan dengan Bertobat
Sabtu, 23 Maret 2024 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, menyesali perbuatannya. Tanda keimanan seseorang dapat terlihat ketika ia berbuat dosa kemudian ada rasa penyesalan dalam hatinya. Sebaliknya, ketika ada orang yang bangga atas perbuatan dosanya, artinya telah luntur iman dari lubuk hatinya.
Nabi pernah mengatakan, seluruh umatku akan diampuni dosanya, kecuali orang-orang mujahir. Siapa itu? yaitu orang yang melakukan dosa kemudian menceritakannya kepada orang lain.
Kedua, melepaskan perbuatannya, yaitu segera meninggalkan dzat maksiatnya. Ini akan menuntun kita dari sebab-sebab yang dapat menimbulkan dosa. Tidak bisa seseorang bertobat sedangkan saat itu juga masih melakukan dosa.
Baca juga: Inilah Perbedaan Istighfar dengan Tobat
Ketiga, berazam atau berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa. Seseorang yang bertaubat tapi kembali pada dosanya tidak dianggap sebagai tobat.
Tidak sedikit orang yang saat itu dirinya bertobat dan yakin untuk berhenti melakukan dosa, tapi saat itu juga habis usianya.
Keempat, memohon ampun, istighfar kepada Allah. Ada pendapat terkait mengapa para ulama menempatkan syarat ini di akhir, sebab istighfar tanpa menyesali perbuatan, melepaskan perbuatan dan bertekad dan berjanji untuk meninggalkannya adalah sia-sia.
Karenanya, jangan sampai kita melewatkan pintu-pintu maghfirah yang telah Allah SWT bukakan. Semoga Allah tetapkan iman dan Islam kita, serta menerima taubat kita.
“Tidak ada dosa yang besar jika dilakukan tobat, dan tidak ada dosa yang kecil ketika diulangi terus-menerus”.
Baca juga: Benarkah Pernyataan Tobat harus Diumumkan?
Nabi pernah mengatakan, seluruh umatku akan diampuni dosanya, kecuali orang-orang mujahir. Siapa itu? yaitu orang yang melakukan dosa kemudian menceritakannya kepada orang lain.
Kedua, melepaskan perbuatannya, yaitu segera meninggalkan dzat maksiatnya. Ini akan menuntun kita dari sebab-sebab yang dapat menimbulkan dosa. Tidak bisa seseorang bertobat sedangkan saat itu juga masih melakukan dosa.
Baca juga: Inilah Perbedaan Istighfar dengan Tobat
Ketiga, berazam atau berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa. Seseorang yang bertaubat tapi kembali pada dosanya tidak dianggap sebagai tobat.
Tidak sedikit orang yang saat itu dirinya bertobat dan yakin untuk berhenti melakukan dosa, tapi saat itu juga habis usianya.
Keempat, memohon ampun, istighfar kepada Allah. Ada pendapat terkait mengapa para ulama menempatkan syarat ini di akhir, sebab istighfar tanpa menyesali perbuatan, melepaskan perbuatan dan bertekad dan berjanji untuk meninggalkannya adalah sia-sia.
Karenanya, jangan sampai kita melewatkan pintu-pintu maghfirah yang telah Allah SWT bukakan. Semoga Allah tetapkan iman dan Islam kita, serta menerima taubat kita.
“Tidak ada dosa yang besar jika dilakukan tobat, dan tidak ada dosa yang kecil ketika diulangi terus-menerus”.
Baca juga: Benarkah Pernyataan Tobat harus Diumumkan?
(mhy)
Lihat Juga :