Jika Berbuat Dosa saat Lailatul Qadar, Apakah Dosanya Dilipatgandakan 1.000 Bulan?

Selasa, 02 April 2024 - 04:10 WIB
loading...
Jika Berbuat Dosa saat...
Allah hanya menghitung keutamaan seribu bulan itu pada kebaikan. Oleh karena itu, jika yang diperbuat adalah maksiat, maka kejahatan itu tidak berarti seribu bulan. Foto ilustrasi/Darul Quran
A A A
Ustaz. Abil Ash, M.Ag
Dosen Ilmu Hadis, Institut Daarul Qur’an Jakarta

Pada malam Lailatul Qadar menjadi waktu bagi umat Muslim melakukan ibadah dan mengharapkan ridha Allah SWT. Hal ini karena pada lailatul qadar dipercaya lebih baik daripada seribu bulan. Oleh sebab itu, umat Muslim biasanya tidak akan menyia-nyiakan malam satu ini.

Namun, bagaimana jika kondisi yang dilakukan adalah maksiat di malam Lailatul Qadar ? Apakah orang tersebut mendapat dosa seribu bulan seperti layaknya berbuat kebaikan?

Mengutip video di kanal Youtube Al-Bahjah TV satu tahun lalu, Buya Yahya menjelaskan, mereka yang berbuat maksiat pada malam lailatul qadar tidak sama dengan melakukan kebaikan. Hal ini karena kejahatan yang dibuat bukan berarti seribu bulan. Selain itu, Allah hanya menghitung keutamaan seribu bulan itu pada kebaikan. Oleh karena itu, jika yang diperbuat adalah maksiat, maka kejahatan itu tidak berarti seribu bulan.

“Jika ada orang yang bermaksiat di malam seribu bulan itu apakah maksiatnya seribu bulan, kita urusan dengan zat yang maha kasih. Allah maha kasih akan menghitung dari sisi kebaikan. Adapun kejahatan tersebut apakah dihitung seribu kejahatan atau seribu bulan? Tidak,” ucap Buya Yahya.

Namun, perlu diketahui juga jika maksiat yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar adalah sejahat-jahatnya kejahatan.Hal ini karena keburukan itu, sangat bergantung pada siapa, kapan, dan di mana kejahatan tersebut dilakukan.
“Allah maha pengampun, jika melakukan kejahatan tidak sampai dikatakan kejahatan seribu bulan. Akan tetapi, apakah kejahatan malam itu menjadi malam sejahat-jahatnya kejahatan, iya. Karena kejahatan akan semakin jahat, kapan itu jika dilakukan oleh siapa orangnya, kapan waktunya, dan di mana tempatnya” jelas Buya Yahya.

Dalam hal ini berarti orang biasa yang melakukan maksiat tetaplah jahat. Namun di sisi lain ketika yang melakukannya ahli agama, itu akan lebih jahat lagi. Begitupun lailatul qadar, orang melakukan maksiat di luar Ramadan akan dosa dan jahat. Namun, ketika melakukannya di saat Ramadhan dan malam lailatul qadar, itu akan lebih besar lagi.

“Sebuah kejahatan dilakukan oleh orang biasa, jahat. Tapi di satu sisi, ketika dilakukan seorang alim lebih jahat lagi. Orang melakukan dosa di tempat asal saja dosa. Tapi ketika melakukan dosanya di masjid, lebih besar lagi. Orang melakukan dosa di luar Ramadhan dosa. Tapi saat Ramadan lebih dosa lagi. memang lebih jelek, ini kan bulan ibadah kenapa berbuat maksiat. Orang melakukan kejahatan selain malam lailatul qadar adalah jelek. Di malam itu makan akan lebih jelek,” jelasnya.

Dengan demikian, maksiat saat malam lailatul qadar memang sebuah kejahatan yang buruk. Namun, kejahatan itu tidak berarti kejahatannya dihitung seribu bulan. Pasalnya, Allah SWT akan memberi pahala bagi mereka yang niat berbuat baik. Sementara bagi orang yang baru berencana berbuat jahat, jika tak melakukannya maka ia tidak mendapatkan dosa.
“Akan tetapi, untuk seribu bulan kejahatan itu tidak ada. Tidak dijelaskan atau disebutkan. Allah maha kasih, sehingga ketika punya niat baik dikasih satu. tapi niat jahat enggak ditulis kan begitu. Kita niat baik dikasih pahala satu, kalau kita laksanakan 10 sampai 700. Kalau niat jahat, dibatalin enggak ditulis karena Allah maha kasih. Meski demikian, bukan berarti ngentengin juga,” pungkas Buya.

Baca juga: Sekadar Ikut Begadang untuk Menemui Lailatul Qadar, Bisakah?
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tanda-tanda Kita Mendapatkan...
Tanda-tanda Kita Mendapatkan Lailatul Qadar, Simak Jangan Sampai Keliru!
10 Tanda Terjadinya...
10 Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar, Penting Diketahui agar Memaksimalkan Ibadah!
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Siap-siap Iktikaf, Begini...
Siap-siap Iktikaf, Begini Tata Cara dan Syaratnya
Menyambut Kedatangan...
Menyambut Kedatangan Lailatul Qadar dengan Iktikaf Sesuai Sunnah Rasulullah
Melaksanakan Salat Tasbih...
Melaksanakan Salat Tasbih di Malam Lailatul Qadar, Begini Tata Caranya!
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Kebocoran...
Ilmuwan Temukan Kebocoran Aneh di Dasar Laut Pemicu Gempa Besar
10 Fenomena Alam Misterius...
10 Fenomena Alam Misterius yang Membius Mata Manusia
Melayang! Pulau di Alaska...
Melayang! Pulau di Alaska Terlihat seperti Piring Terbang
Artikel Terkini
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Kasus Perebutan Hak...
Kasus Perebutan Hak Asuh, Ini 6 Hak Anak dalam Islam yang Wajib Dipenuhi Orang Tua
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Infografis
Menjemput Kemuliaan...
Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar, Malam 1.000 Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved