Inilah Syarat untuk Memperoleh Kemuliaan Hidup
Selasa, 18 Agustus 2020 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan dengan Allah Ta'ala (hablum minallahi), serta perbuatan-perbuatan baik dan baik terhadap sesama manusia (hablum minannasi). Maka antara 'kalimat yang baik' dengan perbuatan baik dan baik atau amal saleh , tidak terpisahkan satu sama lain dalam menghasilkan kemuliaan dari Allah Ta'ala. Tegasnya, 'kalimat yang baik' yang merupakan presentasi hubungan dengan Allah Ta'ala, tidak sempurna tanpa amal soleh yang merupakan wujud hubungan dengan sesama manusia.
Ibadah ritual akan terangkat berkat ibadah sosial ( amal soleh ). Orang yang sudah beruntung mendapat kemuliaan dari Allah Ta'ala dalam bentuk harta kekayaan, pangkat, jabatan, ketinggian ilmu, ketekunan ibadah, serta bentuk-bentuk lain yang menjadi ciri kehormatan diri serta penghormatan orang lain, harus mampu mempertahankannya hingga akhir hayat. Jangan sampai ternodai oleh hal-hal yang dapat menghancurkan nilai kemuliaan itu.
Terutama sikap lupa diri dan penyalahgunaan wewenang. Tumpuan fondasi iman dan takwa jangan digoyahkan oleh perilaku-perilaku yang menyimpang dari 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. (Baca Juga: Jauhi 12 Hal Ini Supaya Hidup Bahagia Dunia Akhirat )
Kejatuhan seseorang dari kemuliaan hidup yang sudah diperolehnya, akan muncul hanya karena menyimpang dari prinsip prinsip 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. Merasa kuat, kaya, tampan, dan lain sebagainya, seolah-olah milik pribadi.
Lupa bahwa itu hanya pinjaman atau titipan dari Allah Ta'ala yang diberikan berkat 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. Begitu 'kalimat thayyibah' dan amal saleh hilang, hilang pulalah kemuliaan itu dalam sekejap. Peringatan dari Allah Ta'ala, sangat jelas:
.. وَٱلَّذِينَ يَمْكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ
وَمَكْرُ أُو۟لَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ.
"...Dan orang-orang yang membuat rencana jahat, bagi mereka azab yang keras, serta rencana jahat mereka akan binasa". (QS Fathir: 10).
Artinya: Orang-orang yang bermaksud menyelewengkan kemuliaan yang ada pada dirinya, untuk memuaskan hawa nafsu, mengumbar perilaku sewenang-wenang, dan tindakan tercela lainnya, segera akan dicabut kemuliaannya. Anggapan untuk mempertahankan kemuliaan dengan mencederai 'kalimat thayyibah' dan amal saleh, adalah salah sama sekali. Allah Ta'ala sebagai pemilik kemuliaan, tidak akan tinggal diam.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Termasuk mencampakkan manusia yang hari ini mulia, besok hina dina. Maka itu, tidak ada jalan lain bagi orang yang sudah mencapai kemuliaan, untuk mempertahankannya dengan memelihara 'kalimat thayyibah', yang menjadi pertanda hablum minallah dan amal saleh (hablum minannas). (Baca Juga: Doa Sapu Jagat untuk Meraih Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia )
Semoga Bermanfaat
Ponpes Sultan Fatah Semarang
Ibadah ritual akan terangkat berkat ibadah sosial ( amal soleh ). Orang yang sudah beruntung mendapat kemuliaan dari Allah Ta'ala dalam bentuk harta kekayaan, pangkat, jabatan, ketinggian ilmu, ketekunan ibadah, serta bentuk-bentuk lain yang menjadi ciri kehormatan diri serta penghormatan orang lain, harus mampu mempertahankannya hingga akhir hayat. Jangan sampai ternodai oleh hal-hal yang dapat menghancurkan nilai kemuliaan itu.
Terutama sikap lupa diri dan penyalahgunaan wewenang. Tumpuan fondasi iman dan takwa jangan digoyahkan oleh perilaku-perilaku yang menyimpang dari 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. (Baca Juga: Jauhi 12 Hal Ini Supaya Hidup Bahagia Dunia Akhirat )
Kejatuhan seseorang dari kemuliaan hidup yang sudah diperolehnya, akan muncul hanya karena menyimpang dari prinsip prinsip 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. Merasa kuat, kaya, tampan, dan lain sebagainya, seolah-olah milik pribadi.
Lupa bahwa itu hanya pinjaman atau titipan dari Allah Ta'ala yang diberikan berkat 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. Begitu 'kalimat thayyibah' dan amal saleh hilang, hilang pulalah kemuliaan itu dalam sekejap. Peringatan dari Allah Ta'ala, sangat jelas:
.. وَٱلَّذِينَ يَمْكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ
وَمَكْرُ أُو۟لَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ.
"...Dan orang-orang yang membuat rencana jahat, bagi mereka azab yang keras, serta rencana jahat mereka akan binasa". (QS Fathir: 10).
Artinya: Orang-orang yang bermaksud menyelewengkan kemuliaan yang ada pada dirinya, untuk memuaskan hawa nafsu, mengumbar perilaku sewenang-wenang, dan tindakan tercela lainnya, segera akan dicabut kemuliaannya. Anggapan untuk mempertahankan kemuliaan dengan mencederai 'kalimat thayyibah' dan amal saleh, adalah salah sama sekali. Allah Ta'ala sebagai pemilik kemuliaan, tidak akan tinggal diam.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Termasuk mencampakkan manusia yang hari ini mulia, besok hina dina. Maka itu, tidak ada jalan lain bagi orang yang sudah mencapai kemuliaan, untuk mempertahankannya dengan memelihara 'kalimat thayyibah', yang menjadi pertanda hablum minallah dan amal saleh (hablum minannas). (Baca Juga: Doa Sapu Jagat untuk Meraih Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia )
Semoga Bermanfaat
Ponpes Sultan Fatah Semarang
(rhs)
Lihat Juga :