Nasihat Buya Yahya yang Menggugah Hati di Tahun Baru 1442 Hijriyah

Kamis, 20 Agustus 2020 - 15:59 WIB
loading...
Nasihat Buya Yahya yang...
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cirebon Buya Yahya Zainul Maarif mengajak kita agar menjadikan Tahun 1422 Hijriyah sebagai tahun perubahan. Foto ilustrasi/Dok islamicfinder
A A A
Dai yang juga Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cirebon Buya Yahya Zainul Ma'arif menyampaikan nasihat menggetarkan hati pada Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah di Cirebon, Jawa Barat. Beliau mengajak agar menjadikan tahun baru ini sebagai tahun perubahan.

Alhamdulillah, Allah Ta'ala masih memberi kesempatan kepada kita untuk mengembuskan nafas hingga akhir tahun ini. Apa yang sudah kita perbuat selama setahun ini? Hendaknya orang beriman berpikir seperti itu.

Allah Ta'ala menciptakan siang agar kita bisa mengkoreksi, introspeksi diri apa yang kita lakukan di malam hari. Allah menciptakan malam agar bisa mengkoreksi apa yang terjadi di siang hari. Begitu juga minggu, bulan, tahun. Orang yang hebat, orang yang baik, orang yang benar yang menjadikan hal tersebut usaha hari ini harus lebih baik dari kemarin, maka berganti tahun itu kita jangan sekadar lewat begitu saja.

Akan tetapi hendaknya jadikan itu sebagai saat-saat untuk kita mengkoreksi diri kita apakah kita sudah menjadi hamba yang lebih baik? Atau justru di tahun ini telah banyak kesalahan dan dosa kita? (Baca Juga: Lafaz Niat Puasa Sunnah Harian Bulan Muharram, Tasu'a dan 'Asyura )

Jika kita sudah melakukan kebaikan di tahun lalu, bersyukurlah kepada Allah. Tidak ada satu hamba yang bisa melakukan sujud atau satu kebaikan kecuali karena Allah pilih dia. Namun, jika ternyata apa yang kita lakukan pada bulan-bulan di tahun lalu banyak dosa, dosa , dan dosa , hari ini waktunya kita berhenti. Kita mulai tahun baru ini dengan niat yang baru, lembaran baru. Kita mulai dengan segala yang baru, semangat yang baru untuk meningkatkan kualitas kebaikan kita, dan menjauhi segala kemaksiatan .

Nah, tidak ada artinya bergantinya hari kecuali untuk itu. Orang beriman selalu berpikir karena setelah kehidupan di dunia ada kehidupan yang panjang, dan berbekalnya adalah saat ini. Tahun lalu adalah telah kita lewati. Tahun yang akan datang belum tentu, semoga Allah memanjangkan umur kita. Aamiin. Kita punya banyak kesempatan melakukan kebaikan , memohon ampun.

Dan di saat akhir tahun ini mari kita renungi masa lalu. Pekerjaan anda bagaimana, kalau pekerjaan kita di tahun lalu banyak kesalahan dan dosa , ketahuilah pintu pengampunan Allah sangat luas, mari kita mulai tahun ini dengan perubahan.

Kita buat perubahan, tapi dasar perubahan adalah kesadaran. Yang masih berurusan dengan riba, berjanjilah esok hari kita berusaha mengentaskan diri kita dari riba . Yang menjadi budak hawa nafsunya, syahwatnya, mulai hari ini berubahlah untuk tidak patuh dengan hawa nafsunya . (Baca Juga: MUI: Bulan Muharram Diharapkan Pererat Silaturahim Umat )

Yang rezekinya masih haram, Allah Ta'ala Maha Kaya dengan kasih sayangnya. Jangan ragukan kekuasaan Allah, cari pekerjaan yang halal penuh berkah. Allah Maha Kasih, tidak akan ditutup oleh Allah pintu kebaikan bagi hamba yang menghendakinya.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-Ankabut: 69)

Yang masih punya kedurhakaan terhadap orang tua segera akhiri, tahun ini saatnya berbakti kepada orang tua. Yang dalim kepada pasangan akhiri, jadikan hari esok hari berbakti mengabdi kepada pasangan.

Begitu juga terhadap anak-anak, mereka adalah tanggung jawab orangtua dan akan ditanya oleh Allah di mana mereka belajar? Apakah mereka belajar karena Allah? Kalaupun belajar ilmu dunia, apakah sudah belajar ilmu akhirat ? Akan ditanya oleh Allah Ta'ala.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
Rekomendasi
Penemuan Bawah Laut...
Penemuan Bawah Laut Indonesia Berusia 140.000 Tahun Ungkap Rahasia Manusia Purba
Alat Komunikasi Israel...
Alat Komunikasi Israel untuk Mempercepat Kehadiran Dajjal
Cerro El Cono Diyakini...
Cerro El Cono Diyakini Piramida yang Tersembunyi di Hutan Amazon
Artikel Terkini
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Infografis
Tahun Baru Islam Tanggalkan...
Tahun Baru Islam Tanggalkan Pesimisme, Melangkah Penuh Optimisme
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved