Mullah Nashruddin Membawa Sapi Tua ke Sebuah Lomba Pacuan Kuda
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu mereka bisa," ucap Nashruddin. "Aku akan memperlihatkan kepada kalian bagaimana caranya, sehingga kalian bisa mencontohnya."
Ia hampir saja meninggalkan terompahnya di bawah, tetapi sesuatu mengingatkannya, dan ia pun menyelipkan terompah tersebut di sabuknya sebelum memulai memanjatnya.
Anak-anak itu pun kecewa, "Untuk apa terompahnya dibawa?" salah satu dari mereka berseru kepadanya.
"Sebab pohon ini belum pernah dipanjat, bagaimana aku tahu bahwa di atas sana tidak ada jalan?" jawab Nashruddin enteng.
Ketika seorang Sufi menggunakan intuisinya, ia tidak bisa menjelaskan tindakannya secara nalar. (Baca juga: Mullah Nashruddin, Cerita Menuju Awal Pencerahan )
Indera keenam juga memberikan kepada pemilik barakah cara-cara yang secara jelas untuk menciptakan hal-hal tertentu bisa terjadi. Kemampuan ini sampai ke Sufi melalui cara-cara di luar penalaran formal.
"Allah akan memberikan gantinya," ucap Nashruddin kepada seorang laki-laki yang baru dirampok.
"Aku tidak melihat bagaimana hal itu bisa terjadi?" ucap orang tersebut.
Tiba-tiba Nashruddin membawanya ke dalam masjid, dan menyatakan kepadanya untuk berdiri di sudut. Kemudian Mullah mulai meratap dan menangis, mengadu kepada Allah untuk mengembalikan dua puluh keping perak milik orang tersebut. Ia membuat keributan sedemikian rupa sehingga jamaah yang ada di masjid itu mengumpulkan sumbangan dan menyerahkannya kepada laki-laki tersebut.
Baca juga: Mullah Nashruddin: Bagaimana Aku Tahu Apakah Aku Mati atau Hidup?
Ia hampir saja meninggalkan terompahnya di bawah, tetapi sesuatu mengingatkannya, dan ia pun menyelipkan terompah tersebut di sabuknya sebelum memulai memanjatnya.
Anak-anak itu pun kecewa, "Untuk apa terompahnya dibawa?" salah satu dari mereka berseru kepadanya.
"Sebab pohon ini belum pernah dipanjat, bagaimana aku tahu bahwa di atas sana tidak ada jalan?" jawab Nashruddin enteng.
Ketika seorang Sufi menggunakan intuisinya, ia tidak bisa menjelaskan tindakannya secara nalar. (Baca juga: Mullah Nashruddin, Cerita Menuju Awal Pencerahan )
Indera keenam juga memberikan kepada pemilik barakah cara-cara yang secara jelas untuk menciptakan hal-hal tertentu bisa terjadi. Kemampuan ini sampai ke Sufi melalui cara-cara di luar penalaran formal.
"Allah akan memberikan gantinya," ucap Nashruddin kepada seorang laki-laki yang baru dirampok.
"Aku tidak melihat bagaimana hal itu bisa terjadi?" ucap orang tersebut.
Tiba-tiba Nashruddin membawanya ke dalam masjid, dan menyatakan kepadanya untuk berdiri di sudut. Kemudian Mullah mulai meratap dan menangis, mengadu kepada Allah untuk mengembalikan dua puluh keping perak milik orang tersebut. Ia membuat keributan sedemikian rupa sehingga jamaah yang ada di masjid itu mengumpulkan sumbangan dan menyerahkannya kepada laki-laki tersebut.
Baca juga: Mullah Nashruddin: Bagaimana Aku Tahu Apakah Aku Mati atau Hidup?
Lihat Juga :