Kisah Amr bin Ash Memasuki Mesir, Begini Kondisi Sungai Nil Waktu Itu
Jum'at, 21 Juni 2024 - 20:39 WIB
loading...
Amr bin As sudah memasuki Mesir dengan tekadnya yang begitu kuat hendak membebaskannya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kisah Amr bin Ash memasuki Mesir diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" dan diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab "Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Dikisahkan kurir Khalifah Umar bin Khattab melintas jalan cepat-cepat kembali ke Madinah , membawa berita kepada Amirulmukminin bahwa Amr bin As sudah memasuki Mesir dengan tekadnya yang begitu kuat hendak membebaskannya, dan sangat memerlukan bala bantuan.
Haekal memaparkan, ketika Amr berangkat Arisy, kota itu tak ada yang mempertahankan. Ia melintas dengan menyusur ke selatan Danau Serbonis, menempuh jalan yang 25 tahun silam sebelum itu pernah dilalui pasukan Persia untuk menduduki Mesir.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan
Dalam perjalanan ini Amr tidak menemui rintangan hingga mencapai kota Farama (Pelusium). Di kota ini ia dicegat oleh pasukan Romawi dengan kekuatan yang dapat menghentikannya dan berusaha hendak mencegahnya dari penyerangan.
Jalan dari Arisy ke Farama panjangnya mencapai 70 mil, yang di tempuhnya melalui Sahara, di sela-sela oleh mata air dan desa-desa yang dapat meringankan rasa lelah orang yang dalam perjalanan.
Itu sebabnya jalan antara Palestina dengan Mesir yang sudah dipadatkan dan diratakan itu sudah ada sejak dahulu kala, yang sudah pernah dialami dengan "kedatangan Ibrahim, Yakub, Yusuf, Cambyses, Iskandar Agung, Kleopatra dan keluarga Isa Almasih" ke negeri ini.
Jalan ini adalah jalan para peziarah dari Mesir ke Yerusalem, seperti perjalanan musafir dan perdagangan antara Asia dengan Afrika.
Sebelum itu, Amr bin As sudah sering melalui jalan ini dalam usaha perdagangannya, seperti pernah juga dilalui oleh penjaga gereja dan yang konon dilalui Amr dalam perjalanannya ke Iskandariah untuk menerima hadiah karena telah dua kali menyelamatkan nyawanya.
Baca juga: Politik Amr bin Ash di Mesir: Bebas Berkeyakinan dan Memberi Keringanan Pajak
Kota Farama ini ialah Baramun (Per-Amun) dalam bahasa Kopti atau al-Biluz (Pelusium) dalam bahasa Firaun - terletak di sebuah dataran tinggi di dekat Laut Tengah dan tak jauh dari muara cabang Biluz, salah satu cabang Nil yang tujuh.
Waktu itu dan sebelumnya Sungai Nil di Mesir Hilir (bagian utara) mempunyai tujuh cabang sungai (alur delta): dua cabang yang kita kenal sekarang dengan nama Cabang Dimyat (Fara' Dumyat) dan Cabang Rasyid (Rosetta).
Yang pertama pada waktu itu bernama Cabang Fitanti [Fara' al-Fitanti] dan yang kedua bernama Cabang Bilbiti (Bolbiti).
Dikisahkan kurir Khalifah Umar bin Khattab melintas jalan cepat-cepat kembali ke Madinah , membawa berita kepada Amirulmukminin bahwa Amr bin As sudah memasuki Mesir dengan tekadnya yang begitu kuat hendak membebaskannya, dan sangat memerlukan bala bantuan.
Haekal memaparkan, ketika Amr berangkat Arisy, kota itu tak ada yang mempertahankan. Ia melintas dengan menyusur ke selatan Danau Serbonis, menempuh jalan yang 25 tahun silam sebelum itu pernah dilalui pasukan Persia untuk menduduki Mesir.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan
Dalam perjalanan ini Amr tidak menemui rintangan hingga mencapai kota Farama (Pelusium). Di kota ini ia dicegat oleh pasukan Romawi dengan kekuatan yang dapat menghentikannya dan berusaha hendak mencegahnya dari penyerangan.
Jalan dari Arisy ke Farama panjangnya mencapai 70 mil, yang di tempuhnya melalui Sahara, di sela-sela oleh mata air dan desa-desa yang dapat meringankan rasa lelah orang yang dalam perjalanan.
Itu sebabnya jalan antara Palestina dengan Mesir yang sudah dipadatkan dan diratakan itu sudah ada sejak dahulu kala, yang sudah pernah dialami dengan "kedatangan Ibrahim, Yakub, Yusuf, Cambyses, Iskandar Agung, Kleopatra dan keluarga Isa Almasih" ke negeri ini.
Jalan ini adalah jalan para peziarah dari Mesir ke Yerusalem, seperti perjalanan musafir dan perdagangan antara Asia dengan Afrika.
Sebelum itu, Amr bin As sudah sering melalui jalan ini dalam usaha perdagangannya, seperti pernah juga dilalui oleh penjaga gereja dan yang konon dilalui Amr dalam perjalanannya ke Iskandariah untuk menerima hadiah karena telah dua kali menyelamatkan nyawanya.
Baca juga: Politik Amr bin Ash di Mesir: Bebas Berkeyakinan dan Memberi Keringanan Pajak
Kota Farama ini ialah Baramun (Per-Amun) dalam bahasa Kopti atau al-Biluz (Pelusium) dalam bahasa Firaun - terletak di sebuah dataran tinggi di dekat Laut Tengah dan tak jauh dari muara cabang Biluz, salah satu cabang Nil yang tujuh.
Waktu itu dan sebelumnya Sungai Nil di Mesir Hilir (bagian utara) mempunyai tujuh cabang sungai (alur delta): dua cabang yang kita kenal sekarang dengan nama Cabang Dimyat (Fara' Dumyat) dan Cabang Rasyid (Rosetta).
Yang pertama pada waktu itu bernama Cabang Fitanti [Fara' al-Fitanti] dan yang kedua bernama Cabang Bilbiti (Bolbiti).
Lihat Juga :