Kisah Pasukan Muslim Mengusir Romawi dari Farama: Begini Sikap Orang-Orang Mesir
Sabtu, 22 Juni 2024 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Tak ada jalan lain buat pihak Romawi kecuali menyerah. Amr pun sudah dapat menguasai kota. Benteng-benteng yang paling kuat mereka hancurkan, kapal-kapal yang merapat di pelabuhan dekat kota itu dibakar dan semua gereja atau biara yang mungkin dipakai tempat bertahan dirobohkan.
Kemudian semua itu digunakan sebagai gardu untuk mengamankan jalan ke Palestina dan ke negeri-negeri Arab. Sekarang ia memikirkan langkah apa yang harus diambil selanjutnya setelah memenangkan pertempuran pertama di jantung Mesir ini.
Sikap Orang-Orang Mesir
Haekal mengatakan apa sebab Muqauqis, gubernur Iskandariah Mesir, enggan memasok bantuan kepada garnisun Farama? Pertanyaan ini terlintas dalam pikiran setiap sejarawan.
Butler berpendapat bahwa diamnya Muqauqis itu tak dapat ditafsirkan lain daripada pengkhianatan Cyrus terhadap Kaisar, karena ia memang menginginkan keuskupan Iskandariah terpisah dan lepas dari Konstantinopel, dengan mengadakan persetujuan dengan pihak Arab dan memberikan bantuan kepada mereka.
Baca juga: Kisah 4.000 Orang Pasukan Amr bin Ash Menerobos Farama, Pasukan Romawi Mundur
Menurut Haekal, pendapat Butler ini tidak didukung oleh dasar kenyataan apa pun, hanya disimpulkannya begitu saja dari beberapa peristiwa.
"Menurut hemat kami, pendapatnya itu terdorong oleh perasaan ia sebagai seorang Kristiani, bukan oleh kenyataan sejarah, mengingat bahwa memang belum ada satu pun orang Arab yang pernah dijumpainya, dan terbukti pula setelah itu dia memerangi Amr dan kaum Muslimin di Babilon dan di Iskandariah," ujar Haekal.
Pendapat yang mengatakan bahwa dia telah mengkhianati kerajaan Romawi untuk tujuan pribadinya, adalah suatu kesimpulan yang dasarnya hanyalah perasaan, bukan berlandaskan logika sejarah.
"Kita berpendapat bahwa keengganan Muqauqis memberikan bala bantuan kepada garnisun Farama banyak penyebabnya," kata Haekal.
Penyebab pertama, perasaan pihak Romawi di Mesir menghadapi sikap permusuhan rakyat Mesir terhadap mereka, suatu sikap yang tak mudah diramalkan akibat apa yang mungkin terjadi.
Kemudian semua itu digunakan sebagai gardu untuk mengamankan jalan ke Palestina dan ke negeri-negeri Arab. Sekarang ia memikirkan langkah apa yang harus diambil selanjutnya setelah memenangkan pertempuran pertama di jantung Mesir ini.
Sikap Orang-Orang Mesir
Haekal mengatakan apa sebab Muqauqis, gubernur Iskandariah Mesir, enggan memasok bantuan kepada garnisun Farama? Pertanyaan ini terlintas dalam pikiran setiap sejarawan.
Butler berpendapat bahwa diamnya Muqauqis itu tak dapat ditafsirkan lain daripada pengkhianatan Cyrus terhadap Kaisar, karena ia memang menginginkan keuskupan Iskandariah terpisah dan lepas dari Konstantinopel, dengan mengadakan persetujuan dengan pihak Arab dan memberikan bantuan kepada mereka.
Baca juga: Kisah 4.000 Orang Pasukan Amr bin Ash Menerobos Farama, Pasukan Romawi Mundur
Menurut Haekal, pendapat Butler ini tidak didukung oleh dasar kenyataan apa pun, hanya disimpulkannya begitu saja dari beberapa peristiwa.
"Menurut hemat kami, pendapatnya itu terdorong oleh perasaan ia sebagai seorang Kristiani, bukan oleh kenyataan sejarah, mengingat bahwa memang belum ada satu pun orang Arab yang pernah dijumpainya, dan terbukti pula setelah itu dia memerangi Amr dan kaum Muslimin di Babilon dan di Iskandariah," ujar Haekal.
Pendapat yang mengatakan bahwa dia telah mengkhianati kerajaan Romawi untuk tujuan pribadinya, adalah suatu kesimpulan yang dasarnya hanyalah perasaan, bukan berlandaskan logika sejarah.
"Kita berpendapat bahwa keengganan Muqauqis memberikan bala bantuan kepada garnisun Farama banyak penyebabnya," kata Haekal.
Penyebab pertama, perasaan pihak Romawi di Mesir menghadapi sikap permusuhan rakyat Mesir terhadap mereka, suatu sikap yang tak mudah diramalkan akibat apa yang mungkin terjadi.
Lihat Juga :