Kisah 35.000 Pasukan Salib Kalahkan 10.000 Pasukan Turki Seljuk Rum

Sabtu, 27 Juli 2024 - 13:04 WIB
loading...
Kisah 35.000 Pasukan...
Pasukan Salib dari berbagai negara di Eropa akhirnya terbentuk pada tahun 1096. Ilustrasi: Ist
A A A
Perang Salib I berlangsung selama 3 tahun, yaitu dari tahun 1096-1099. Asal mula perangini adalah atas permintaan Raja Byzantium Alexios I Komnenos kepada Paus Urbanus II untuk membantu Byzantium dalam mengalahkan Turki Seljuk di Anatolia.

Jonathan Harris dalam bukunya berjudul "Byzantium and the Crusades" (London: Bloomsbury Academic, 2014) menyebut deklarasi suci didengungkan Paus Urbanus II pada 27 November 1095.

Pasukan Salib dari berbagai negara di Eropa akhirnya terbentuk pada tahun 1096 dan disepakati bahwa sebelum ke Yerusalem , pasukan Salib harus menuju Konstantinopel terlebih dahulu yang bertujuan untuk membantu Byzantium mengalahkan Turki Seljuk atas permintaan Kaisar Alexios I Komnenos.

Pasukan Salib menuju Konstantinopel melalui darat dan laut. Jalur darat menuju Konstantinopel harus dilalui pasukan Salib dengan melewati daerah pegunungan yang sangat banyak di daerah Balkan.

Baca juga: Penggalangan Tentara Salib: Kisah Eropa yang Terkepung Kekhalifahan Islam

Perjalanan darat lebih aman, namun banyak halangan dan memakan waktu perjalanan yang cukup lama. Jalur kedua adalah laut dengan mengarungi Laut Mediterania . Jalur laut lebih bahaya karena pada waktu itu pelayaran masih tergantung oleh cuaca, namun Konstantinopel akan lebih cepat dicapai jika ditempuh dari Pelabuhan Messina, Bari, ataupun Venesia.

Pada musim panas tahun 1096 pasukan Salib tiba di Konstantinopel. Konstantinopel dijadikan tempat untuk mengumpulkan pasukan dari Eropa Barat yang menempuh jalan yang berbeda-beda, baik darat maupun laut.

Terdapat empat pimpinan pasukan Salib yang terkenal dari Eropa Barat yang datang di Konstantinopel. Pasukan yang datang pertama adalah Hugh Vermandois, anak Raja Prancis, Henry I.

Dalam perjalanannya dari Prancis ke Konstantinopel, ia melakukan perjalanan lewat laut melalui Bari, Italia. Pasukan kedua yang tiba di Konstantinopel adalah Godfrey Bouillon, berasal dari Prancis, tepatnya di Boulogne.

Berbeda dengan Hugh Vermandois, Godfrey melewati jalan darat yang sangat berat setelah melewati Hungaria.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Mengenal Imarethane...
Mengenal Imarethane : Jejak Sejarah Dapur Umum di Zaman Khilafah Ustmani
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Rekomendasi
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Gumpalan Putih Misterius...
Gumpalan Putih Misterius di Pantai Bikin Bingung Para Ilmuwan
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
Peluru Kendali Antitank...
Peluru Kendali Antitank Milik Turki Kalahkan AS dan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved