Tata Cara dan Doa Salat Ghaib

Senin, 05 Agustus 2024 - 19:09 WIB
loading...
Tata Cara dan Doa Salat...
Tata cara dan doa salat ghaib. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Tata cara dan doa salat ghaib perlu diketahui tiap muslim agar dapat menjalankan kewajiban merawat jenazah sesama muslim yang salah satunya adalah menyolati. Salat ghaib atau jenazah hukumnya fardhu kifayah artinya wajib ditunaikan, namun jika sebagian muslim sudah melakukannya maka kewajiban itu telah gugur bagi muslim lainnya.

Salat jenazah sebagaimana salat fardhu ada rukunnya dan syaratnya. Secara teknis tidak ada rukun Qunut, tidak ada sujud, tidak ada duduknya, dan tasyahud. Salat Jenazah hanya dikerjakan dengan 4 kali Takbir.

Bagi Mazhab Syafi'i , niat adalah bagian dari rukun. Jika syaratnya tidak terpenuhi, maka salatnya tidak sah. Sedangkan Mazhab Maliki, saat datang bisa langsung melakukan Takbiratul Ihram .

Dalam salat jenazah disunahkan membaca ta'awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ), sedangkan doa Iftitah digugurkan kesunahannya. Dalam salat fardhu sunah Siir (suara pelan) saat baca ta'awudz.

Baca juga: Fiqih Salat Malam, Bolehkan Salat Tahajjud Setelah Witir?

Berikut bacaan salat ghaib:

1. Takbir Pertama Baca Surah Al-Fatihah .

2. Takbir kedua baca selawat atas Nabi Muhammad SAW . Dianjurkan membaca selawat Ibrahimiyyah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ


Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kasih sayang kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi kasih sayang Mu kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Nabi Ibrahim dan kelurganya di antara makhluk makhlukmu. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia."

3. Takbir ketiga membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ ،وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ


Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosanya, rahmatilah, selamatkan, maafkan, muliakan tempat persinggahannya, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkan dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikan rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, istri/suaminya dengan istri/suami yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksaan kubur dan siksa neraka."

Baca juga: Tuma'ninah dalam Salat, Rukun Salat yang Sering Dilalaikan

4. Takbir keempat membaca doa berikut:

اللهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

"Allahumma La Tahrimna Ajrahu wala Taftinna Ba'dahu waghfirlana wa Lahu."

Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya dan ampunilah kami dan dia."

Kemudian salam dengan membaca:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah pada kamu sekalian."

Catatan:Untuk jenazah perempuan kata "Hu" diganti "Ha".

Baca juga: Salat Subuh, Derajat Salat Tertinggi, Jangan Pernah Dilalaikan!

Lafaz Niat Salat Jenazah

1. Untuk jenazah laki-laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli 'alaa Haadzalmayyiti Arba'a Takbiraatin Fardhol Kifaayati Ma'muuman Lillaahi Ta'aala.

Artinya: Saya niat salat atas mayit ini (laki-laki) empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta'ala.

2. Untuk jenazah perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli 'alaa Haadzihil Mayyitati Arba'a Takbiraatin Fardhol Kifaayati Ma'muuman Lillaahi Ta'aala.

Artinya: Saya niat salat di atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah menjadi makmum karena Allah Ta'ala.

Baca juga: Keutamaan Salat Awwabin, Salat Sunah yang Pahalanya Luar Biasa

3. Ketika menjadi imam salat Jenazah

Ketika menjadi imam, lafaz Ma'muuman diubah menjadi lafadz imaa'man. Berikut lafaz niatnya:

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli 'alaa Haadzalmayyiti Arba'a Takbiraatin Fardhol Kifaayati Imaaman Lillaahi Ta'aala.

Artinya: saya niat salat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah menjadi imam karena Allah Ta'ala.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
Rekomendasi
Hama Kutu Busuk Asia...
Hama Kutu Busuk Asia Mulai Merongrong Petani di Amerika dan Inggris
Arkeolog Beberkan Fakta...
Arkeolog Beberkan Fakta Penguat Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Ini Dia Theia, Planet...
Ini Dia Theia, Planet yang Diyakini Ilmuwan Tersembunyi di Perut Bumi
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved