Muhammad Yunus: Bankir Orang Miskin yang Jadi Pemimpin Sementara Bangladesh

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 14:11 WIB
loading...
A A A
Jon Danilowicz, mantan diplomat AS yang menghabiskan delapan tahun bekerja di Bangladesh, yakin bahwa pengangkatan Yunus adalah pilihan yang tepat karena profil internasionalnya akan membantu negara Asia Selatan berpenduduk 170 juta jiwa itu.

Baca juga: Kronologi Demo Berdarah Bangladesh hingga PM Sheikh Hasina Kabur

Sasaran Hasina

Yunus menjadi sasaran kemarahan Hasina setelah ia melontarkan gagasan untuk mendirikan partai politik pada tahun 2007.

Ide awal Yunus untuk mendirikan partai muncul di tengah kegagalan dua partai utama – Liga Awami pimpinan Hasina dan Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) yang beroposisi – dalam mengatasi korupsi yang merajalela dan meningkatnya ketimpangan pendapatan.

Pada tahun 2011, Hasina, yang menganggap ekonom yang disegani saat itu berusia 71 tahun sebagai ancaman politik, mencopot Yunus dari jabatannya sebagai direktur pelaksana Grameen Bank, dengan menyebutnya sebagai "penghisap darah" kaum miskin.

Pemerintahnya kemudian meluncurkan penyelidikan keuangan terhadap bisnis nirlaba yang dijalankan Yunus. Tahun lalu, ia dihukum karena melanggar undang-undang ketenagakerjaan, dan ia telah menjadi subjek kasus korupsi yang sedang berlangsung yang dianggap banyak orang sebagai penipuan.

Baca juga: Militer Bangladesh Tolak Redam Demonstrasi, Pilih Usir Sheikh Hasina

Protes terbaru, yang dimulai terhadap kuota pekerjaan pemerintah tetapi berubah menjadi gerakan rakyat yang jauh lebih besar, merupakan tanda bahwa kaum muda negara itu, yang mencakup sepertiga dari populasi, mencari bentuk politik baru dengan demokrasi dan akuntabilitas yang lebih besar.

Yunus "telah mengalami penganiayaan terus-menerus oleh rezim sebelumnya dan dia dapat memilih untuk meninggalkan negara itu tetapi dia tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan itu", kata Ahsan.

"Dia bersedia untuk mendukung lembaganya sendiri dan negaranya, jadi jelas dia seorang patriot."
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Islam Menentang Keras...
Islam Menentang Keras Dualisme Kepemimpinan dalam Negara
Bacaan Selawat Asyghil:...
Bacaan Selawat Asyghil: Arab, Latin, Terjemahan dan Keutamaannya
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Melanjutkan Politik Pembebasan Umar bin Khattab
Nabi Muhammad Dikenal...
Nabi Muhammad Dikenal dalam Sosiologi Agama sebagai Nabi Bersenjata
Kisah Mualaf Sensei...
Kisah Mualaf Sensei Sugimoto, Sosok Penerjemah Al-Qur'an ke Bahasa Jepang
Al-Walid Khalifah Bani...
Al-Walid Khalifah Bani Umayyah yang Sukses Memperluas Wilayah dari Pakistan sampai Spanyol
Rekomendasi
NASA Gunakan Kecerdasan...
NASA Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Memprediksi Kiamat
Bangunan Monumental...
Bangunan Monumental Kuno Ditemukan di Arab Saudi, Ilmuwan Ungkap Hal Ini
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
Artikel Terkini
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Tradisi Lebaran Anak...
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Hari Asyura, Dari Mana Asalnya?
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Infografis
Orang Bodoh Diangkat...
Orang Bodoh Diangkat Jadi Pemimpin Adalah Salah Satu Tanda Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved