Pertanyaannya Tentang Langit, Jawabannya tentang Tali
Rabu, 26 Agustus 2020 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Ungkapan itu, seringkali diucapkan oleh agamawan non-Sufi atau para intelektual, kerap digunakan dalam pengertian yang sama sekali bertentangan dengan pengertian asalnya. (Baca juga: Mullah Nashruddin Belajar dari Seorang Pendeta tentang Meditasi )
Pengetahuan tidak bisa dicapai tanpa usaha, suatu kenyataan yang secara umum diterima. Tetapi cara-cara konyol yang digunakan untuk memproyeksikan upaya tersebut, dari kerancuan upaya-upaya itu sendiri, secara efektif menutup jalan menuju pengetahuan bagi orang yang berusaha untuk memindahkan sistem pengetahuan dalam satu bidang ke bidang lainnya. (Baca juga: Nashruddin Sering Mainkan Peranan Orang yang Belum Tercerahkan )
Yogurt dibuat dengan cara menambahkan sejumlah kecil yogurt lama ke sejumlah besar susu. Tindakan dari bacillus bulgaricus dalam porsi yogurt asli pada waktunya akan mengubah seluruh campuran tersebut menjadi sejumlah yogurt baru.
Suatu hari sebagian sahabat melihat Nashruddin berjongkok di samping sebuah timba. Ia tengah menambahkan sejumlah kecil yogurt lama ke air. Salah satu sahabatnya berkata, "Apa yang tengah Anda lakukan, Nashruddin?" (Baca juga: Mullah Nashruddin, Keledai, dan Kualitas Magis Berkah )
"Aku tengah membuat yogurt."
"Tetapi Anda tidak bisa membuat yogurt dengan cara itu!"
"Ya aku tahu, tetapi aku sekadar menduganya bisa berhasil."
Baca juga: Mullah Nashruddin: Bagaimana Aku Tahu Apakah Aku Mati atau Hidup?
Siapa pun akan tertawa melihat ketololan dari Mullah yang bodoh tersebut. Sebagian orang percaya bahwa banyak bentuk dari humor tergantung nilai hiburannya di atas pengetahuan bahwa orang yang menertawakan tidak sebodoh orang yang ditertawakan. Jutaan orang yang tidak akan berusaha membuat yogurt dengan air akan berusaha untuk menembus pemikiran esoterik dengan cara-cara yang sama-sama keliru. (Baca juga: Ketika Nashruddin Menjadi Hakim dan Orang Bodoh )
Pengetahuan tidak bisa dicapai tanpa usaha, suatu kenyataan yang secara umum diterima. Tetapi cara-cara konyol yang digunakan untuk memproyeksikan upaya tersebut, dari kerancuan upaya-upaya itu sendiri, secara efektif menutup jalan menuju pengetahuan bagi orang yang berusaha untuk memindahkan sistem pengetahuan dalam satu bidang ke bidang lainnya. (Baca juga: Nashruddin Sering Mainkan Peranan Orang yang Belum Tercerahkan )
Yogurt dibuat dengan cara menambahkan sejumlah kecil yogurt lama ke sejumlah besar susu. Tindakan dari bacillus bulgaricus dalam porsi yogurt asli pada waktunya akan mengubah seluruh campuran tersebut menjadi sejumlah yogurt baru.
Suatu hari sebagian sahabat melihat Nashruddin berjongkok di samping sebuah timba. Ia tengah menambahkan sejumlah kecil yogurt lama ke air. Salah satu sahabatnya berkata, "Apa yang tengah Anda lakukan, Nashruddin?" (Baca juga: Mullah Nashruddin, Keledai, dan Kualitas Magis Berkah )
"Aku tengah membuat yogurt."
"Tetapi Anda tidak bisa membuat yogurt dengan cara itu!"
"Ya aku tahu, tetapi aku sekadar menduganya bisa berhasil."
Baca juga: Mullah Nashruddin: Bagaimana Aku Tahu Apakah Aku Mati atau Hidup?
Siapa pun akan tertawa melihat ketololan dari Mullah yang bodoh tersebut. Sebagian orang percaya bahwa banyak bentuk dari humor tergantung nilai hiburannya di atas pengetahuan bahwa orang yang menertawakan tidak sebodoh orang yang ditertawakan. Jutaan orang yang tidak akan berusaha membuat yogurt dengan air akan berusaha untuk menembus pemikiran esoterik dengan cara-cara yang sama-sama keliru. (Baca juga: Ketika Nashruddin Menjadi Hakim dan Orang Bodoh )
(mhy)
Lihat Juga :