Begini Gambaran Ekonomi Jazirah Arab Pra-Islam: Leluhur Nabi Muhammad Pedagang Handal
Rabu, 11 September 2024 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai adalah seorang negarawan yang cakap, dia melakukan usaha-usaha mengembangkan pemerintahan Quraisy. Mengadakan persetujuan-persetujuan dagang dengan negara-negara tetangga, seperti Ghassani dan Byzantium, juga membuka jalur perdagangan baru dan membentuk dua kabilah dagang yang dikirim, masing-masing ke Yaman pada musim dingin dan ke Syria pada musim panas ( Q.S. al-Quraisy ).
Dalam pemerintahan Hasyim ini Kota Makkah benar-benar berperan sebagai pusat transit dagang yang sangat maju. Selain Hasyim, Abbas, Abu Lahab, Abu Sofyan, Abu Thalib dikenal juga sebagai pedagang dari kalangan orang Quraisy.
Di Yaman, pada musim dingin kafilah dagang bangsa Arab membawa minyak wangi, kemenyan, kain sutera, kulit, senjata, rempah-rempah, cengkeh, palawija dan lain-lain. Di antara barang-barang tersebut ada yang dihasilkan di Yaman, ada pula yang di datangkan dari Indonesia, India dan Tiongkok.
Baca juga: Jazirah Arab Pra-Islam Hanyalah Gurun Pasir Nan Gersang
Di Syria atau Syam, kafilah-kafilah dagang tersebut membawa barang dagangan mereka ke Syam. Di waktu kembali, kafilah-kafilah itu membawa gandum, minyak zaitun, beras, jagung dan tekstil dari Syam.
Abu Thalib, paman Nabi juga pernah membawa Muhammad berdagang ke Syam. Selain itu, Muhammad juga membawa barang dagangan Khadijah ke Syam yang ditemani oleh hamba sahayanya, Maisyarah.
Adapun barang-barang perdagangan terpenting dalam jalur perdagangan timur barat, kafilah-kafilah dagang Arab membawa rempah-rempah dari Habsyi untuk diperdagangkan di Persia, juga mereka berdagang mutiara di Persia yang dikeluarkan dari Selat Persia.
Baca juga: Epos Jazirah Arab: Kisah Cinta Pra-Islam Urwa dan Afra
Dalam pemerintahan Hasyim ini Kota Makkah benar-benar berperan sebagai pusat transit dagang yang sangat maju. Selain Hasyim, Abbas, Abu Lahab, Abu Sofyan, Abu Thalib dikenal juga sebagai pedagang dari kalangan orang Quraisy.
Di Yaman, pada musim dingin kafilah dagang bangsa Arab membawa minyak wangi, kemenyan, kain sutera, kulit, senjata, rempah-rempah, cengkeh, palawija dan lain-lain. Di antara barang-barang tersebut ada yang dihasilkan di Yaman, ada pula yang di datangkan dari Indonesia, India dan Tiongkok.
Baca juga: Jazirah Arab Pra-Islam Hanyalah Gurun Pasir Nan Gersang
Di Syria atau Syam, kafilah-kafilah dagang tersebut membawa barang dagangan mereka ke Syam. Di waktu kembali, kafilah-kafilah itu membawa gandum, minyak zaitun, beras, jagung dan tekstil dari Syam.
Abu Thalib, paman Nabi juga pernah membawa Muhammad berdagang ke Syam. Selain itu, Muhammad juga membawa barang dagangan Khadijah ke Syam yang ditemani oleh hamba sahayanya, Maisyarah.
Adapun barang-barang perdagangan terpenting dalam jalur perdagangan timur barat, kafilah-kafilah dagang Arab membawa rempah-rempah dari Habsyi untuk diperdagangkan di Persia, juga mereka berdagang mutiara di Persia yang dikeluarkan dari Selat Persia.
Baca juga: Epos Jazirah Arab: Kisah Cinta Pra-Islam Urwa dan Afra
(mhy)
Lihat Juga :