alexametrics

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mencari Teman

loading...
Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mencari Teman
Kata Nabi SAW, Seseorang bergantung pada agama teman karibnya. Karena itu, hendaknya kalian memperhatikan siapa yang harus dijadikan teman karib. Foo Ilustrasi/Istimewa
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seseorang dalam mencari sahabat atau teman dekat. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Seseorang bergantung pada agama teman karibnya. Karena itu, hendaknya kalian memperhatikan siapa yang harus dijadikan teman karib."

Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali (1058/450 H-1111/505 H) dalam Kitab Bidayatul Hidayah menyebutkan 5 hal yang perlu diperhatikan sebelum mencari sahabat. Apabila seseorang ingin mencari teman yang bisa menyertaimu dalam belajar dan menemanimu dalam urusan agama dan dunia, perhatikan 5 hal berikut ini:

1. Akal.
Tidak ada untungnya bergaul dengan orang bodoh karena bisa berakhir kepada kemalangan dan terputusnya hubungan. Paling-paling mereka hanya akan memberikan mudarat kepadamu serta ingin memanfaatkanmu. Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh.

2. Akhlak yang Baik.

Jangan engkau bersahabat dengan orang yang akhlaknya buruk. Yaitu, orang yang tak bisa menahan diri ketika muncul amarah dan syahwat. Alqarnah Al-'Atharidi rahimahullah, dalam wasiatnya kepada putranya manakala akan wafat, "Wahai anakku, jika engkau ingin bergaul dengan manusia, bergaullah dengan orang yang jika kau layani dia menjagarnu, jika kau temani dia membaguskanmu. Bersahabatlah dengan orang yang jika engkau ulurkan tanganmu untuk kebaikan ia juga mengulurkannya. Jika melihat kebaikanmu ia mengingatnya, dan jika melihat keburukanmu ia meluruskannya. Bersahabatlah dengan orang yang jika engkau mengungkapkan sesuatu, ia membenarkan ucapanmu itu. Jika engkau mengusahakan sesuatu ia membantu dan menolongmu, serta jika kalian berselisih dalam sebuah persoalan ia mengalah padamu.



3. Baik dan Saleh.
Jangan bersahabat dengan orang fasik yang selalu berbuat maksiat besar. Karena, orang yang takut kepada Allah tak akan terus berbuat maksiat besar. Engkau tak akan aman dari bencana yang ditimbulkan oleh orang yang berbuat maksiat besar itu. Ia akan selalu berubah-rubah sikap sesuai dengan kondisi dan kepentingan. Allah berfirman, "Jangan engkau ikuti orang yang Kami lalaikan hati­nya dari berzikir kepada Kami dan mengikuti hawa nafsu­nya. Orang itu telah betul-betul melampaui batas," (Al-Kahfi: 28).

4. Tidak Tamak terhadap Dunia.
Bergaul dengan orang yang tamak terhadap dunia merupakan racun yang membunuh. Sebab, kecenderungan untuk meniru sudah menjadi hukum alam. Sebuah tabiat bisa mencuri tabiat lainnya tanpa disadari. Dengan demikian, berteman dengan orang tamak bisa membuatmu lebih tamak. Sebaliknya berteman dengan orang zuhud bisa membuatmu lebih zuhud.

5. Jujur.
Jangan engkau bersahabat dengan pembohong karena bisa jadi engkau tertipu olehnya. Ia seperti fatamorgana. Ia membuat dekat yang jauh darimu dan membuat jauh yang dekat darimu.

Kata Imam Al-Ghazali, bisa jadi kelima hal itu tidak didapati pada orang-orang yang berada di sekolah atau di masjid. Namun, engkau harus memilih salah satu, atau mengasingkan diri karena hal itu akan membuatmu selamat, atau engkau bergaul dengan mereka sesuai dengan karakter mereka. Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ يُخٰدِعُوۡنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُوْهُمۡ‌ ۚ وَاِذَا قَامُوۡۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوۡا كُسَالٰى ۙ يُرَآءُوۡنَ النَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيۡلًا
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.

(QS. An-Nisa:142)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak