alexametrics

Kisah Nabi Idris, Manusia Pertama yang Memakai Pena

loading...
Kisah Nabi Idris, Manusia Pertama yang Memakai Pena
Nabi Idris dikenal sangat peduli pembangunan sampai disebut Beliau membangun 188 kota. Beliau juga orang yang pertama kali menulis dengan pena. Foto Ilustrasi/Dok kalimat.id
Katakanlah (wahai Muhammad), "Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Rabbku habis (ditulis), meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (Al-Kahfi: 109). Ayat ini menegaskan betapa luasnya ilmu Allah hingga manusia diperintahkan untuk mengambil hikmah dari setiap kisah yang diabadikan dalam Alqur'an.

Salah satu bukti kebesaran Allah Ta'ala ditemukan dalam kisah para Nabi dan Rasul. Kali ini Syeikh Ahmad Al-Mishry (ulama dari Mesir) mengulas kisah Nabi Idris 'alaihissalam (AS) dalam kajian rutin malam Jum'at di Srengseng Jakarta Barat, (14/11/2019). Setidaknya ada 3 hikmah yang dapat kita petik dari kisah Nabi Idris AS.

Nabi Idris disebut dua kali dalam Alqur'an. Nabi Idris adalah keturunan kelima dari Nabi Adam 'Alaihissalam. Yaitu Nabi Idris bin Yarid bin Mahlaail bin Qinan bin Ainusy bin Syits bin Adam 'alaihissalam.



Beliau lahir di masa Nabi Adam AS. Pada saat Nabi Idris dilahirkan, sisa umur Nabi Adam 308 tahun. Beliau lahir di Babilion Irak dan menetap di Mesir. Beliau adalah orang yang jujur dan dianugerahi banyak ilmu dan kecerdasan.

Allat Ta'ala berfirman: "Dan ceritakanlah (wahai Muhammad kepada mereka kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Alqur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi." (QS Maryam: 56)

Beliau mengajak kepada kebaikan dan diikuti oleh pengikutnya sebagian. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) pernah melihat seorang Nabi di mana pengikutnya hanya 1 orang, ada juga yang masuk surga hanya sendiri.

Beliau hijrah dari Irak ke Mesir dan mengajak orang beribadah kepada Allah Ta'ala. Nabi Idris dikenal sangat peduli pembangunan sampai disebut Beliau membangun 188 kota.

Beliau memiliki martabat tinggi. Apa yang dimaksud martabat yang tinggi? Ada yang mengatakan diangkat ke surga, ada yang bilang kedudukannya, ada juga yang mengatakan beliau wafat ketika diangkat ke langit. Ada juga yang bilang Beliau wafat di bumi.

Ibnu Abbas RA menafsirkan ayat tersebut bahwa Nabi Idris AS diwafatkan di langit keempat. Beliau adalah orang pertama yang menggunakan pena. Beliau hidup sekitar 365 tahun.

Menurut sejarawan muslim Ibnu Ishaq, Nabi Idris adalah orang yang pertama kali menulis dengan pena, menjahit baju dan memakainya, dan manusia yang mengerti masalah medis.

Nabi Idris juga dianugerahi kemampuan untuk menciptakan alat-alat untuk mempermudah pekerjaan manusia. Selain menggunakan pena untuk menulis, beberapa kisah disebutkan bahwa Nabi Idris menguasai berbagai bahasa, ilmu perhitungan, ilmu alam, astronomi, dan sebagainya.

3 Pelajaran dari Kisah Nabi Idris AS:
1. Kisahnya mengajarkan ilmu hikmah dan kebijaksanaan.
2. Mendapat hasil upah dari tangannya sendiri.
3. Beliau berpindah-pindah demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Beliau berwasiat kepada anak-anaknya agar senantiasa beribadah ikhlas kepada Allah Ta'ala. Tentang tafsir mimpi, siapa yang melihat Nabi Idris AS dalam mimpi maka akan menjadi orang yang berhati-hati dalam mengambil sikap. Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
وَّيُعَذِّبَ الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتِ وَالۡمُشۡرِكِيۡنَ وَ الۡمُشۡرِكٰتِ الظَّآنِّيۡنَ بِاللّٰهِ ظَنَّ السَّوۡءِ‌ؕ عَلَيۡهِمۡ دَآٮِٕرَةُ السَّوۡءِ‌ ۚ وَ غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ وَلَعَنَهُمۡ وَاَعَدَّ لَهُمۡ جَهَنَّمَؕ وَسَآءَتۡ مَصِيۡرًا
dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran azab yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.

(QS. Al-Fath:6)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak