alexametrics

Kisah Nabi Shaleh dan Hancurnya Kaum Tsamud

loading...
Kisah Nabi Shaleh dan Hancurnya Kaum Tsamud
Salah satu bangunan peninggalan kaum Tsamud (umatnya Nabi Shaleh) setelah diazab oleh Allah. Foto/Dok grasshopper3d
Nabi Shaleh 'alaihis salam (AS) memiliki kaum yang dikenal dengan kaum Tsamud. Dalam Alqur'an, Nabi Shaleh disebut sebanyak 9 kali. Nasab beliau tersambung ke Nabi Nuh, yaitu Shaleh bin Ubaid bin 'Ashif bin Masih bin 'Abid bin Hazir bin Samud bin Amir bin Irim bin Syam bin Nuh 'alaihis salam (AS).

Dalam kajian rutin Syeikh Ahmad Al-Mishri (Ulama asal Mesir) di Srengseng, Jakarta Barat, diulas secara singkat kisah Nabi Shaleh dengan kaum Tsamud. Syeikh Ahmad menceritakan, beliau adalah orang pertama di muka bumi yang diberi Nama Shaleh.

Kaum Nabi Shaleh disebut Tsamud karena berada di padang pasir yang kekurangan air. Dalam literatur sejarah disebutkan, tempat tinggal kaum Tsamud berada di Domatha dan Hegra terletak sekitar 470 kilometer dari Kota Madinah.



Ketika Nabi Shaleh diutus, kaumnya saat itu menjadikan berhala sebagai sesembahannya. Ketika perang Tabuk, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) melewati daerah kaum Tsamud. Beliau melarang sahabat minum dari sumur karena di situ tempat penyiksaan kaum tsamud.

Kaum Tsamud ini menempati tempat antara Hijaz dan Syam. Tempat tinggalnya dikenal dengan Madain Shaleh. Mereka diberikan nikmat tanah yang melimpah, kebun, buah-buahan. Mereka terampil memahat gunung dan dijadikan rumah-rumah.

Mereka disifati banyak membuat kerusakan dan berlebih-lebihan. Nabi Shaleh AS mengajak kaumnya untuk meninggalkan berhala. Mereka meminta didatangkan mukjizat untuk membuktikan kebenaran Nabi Shaleh sebagai seorang Rasul. Muncullah seekor unta betina bunting dari batu yang tidak memiliki bapak dan ibu. Unta ini merupakan mukjizat Nabi Shaleh.

Nabi Shaleh gak pernah meminta mukjizat karena kalau ingkar akan didatangkan azab. Kemudian muncullah seekor unta betina. Dan ternyata mereka bukan beriman, malah semakin kufur dan menentang Nabi Shaleh.

Nabi Shaleh menyampaikan ke kaumnya agar menggunakan sumur secara bergantian untuk unta tersebut dan kaumnya. Pada hari kedua gantian, untanya tidak minum, tapi kaumnya minum. Unta itu mengeluarkan susu mencukupkan mereka semua.

Mereka pun menyembelih untah tersebut dan memakan dagingnya. Ternyata dagingnya tidak enak. Lalu Nabi Shaleh mengatakan Allah akan menurunkan azab. Lalu muncullah suara keras dari langit dan guncangan dari bawah.

Adapun orang yang beriman kepada Nabi Shaleh hanya 120 orang. Maka Nabi Muhammad SAW bilang ada Nabi yang masuk surga sendirian dan ada yang sedikit kaumnya. Sedangkan yang terbanyak adalah umatnya Nabi Muhammad SAW.

Nabi Shaleh sudah mengingatkan umatnya agar tidak menyakiti unta itu. Tetapi 9 di antara kaumnya menyembelih unta itu. Mereka pun membuat kerusakan.

Inilah Penyebab Kehancuran Nabi Shaleh:

1. Mereka melakukan kerusakan di antara manusia.
2. Berlebih-lebihan dan lalai.
3. Angkuh dan sombong.
4. Kufur kepada Allah Ta'ala.
5. Menghina Nabinya.
6. Membunuh mukjizat yang didatangkan berupa Unta.
Kisah Nabi Shaleh dan Hancurnya Kaum Tsamud

Pelajaran dari Kisah Nabi Shaleh:
1. Menghina para Nabi dan Rasul mendatangkan kemudharatan.
2. Sebuah peradaban yang berdiri di atas keburukan akhlaq dan kesesatan akan hilang.
3. Sabarnya seorang da'i kepada Allah dan pengikutnya.
4. Mukjizat itu datang untuk menguatkan para Nabi dan Rasul.
5. Nabi SAW melarang minum di tempat mereka yang diazab.

Nabi Shaleh hidup sesudah diwafatkan kaumnya di Palestina, ada yang bilang di Mekkah. Ada yang bilang orang kafir mengawasi gerak-gerik Nabi Shaleh di tempatnya dilempari dengan batu. Allah mengutus Malaikat untuk melemparinya. Allah menyelamatkan Nabi Shaleh.

Beliau dikatakan wafat di Yaman dalam usia 280 tahun. Kalau mimpi bertemu Nabi Shaleh maka urusannya baik dan dia termasuk orang baik. Ucapannya itu jujur, dikatakan akan menang melawan musuhnya.
(rhs)
cover top ayah
اَتَاۡمُرُوۡنَ النَّاسَ بِالۡبِرِّ وَتَنۡسَوۡنَ اَنۡفُسَكُمۡ وَاَنۡتُمۡ تَتۡلُوۡنَ الۡكِتٰبَ‌ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ‏
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?

(QS. Al-Baqarah:44)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak