Beda Rafidah dan Syiah: Hati-Hati Jangan Sampai Tersesat!
Selasa, 01 Oktober 2024 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Paham-paham yang mapan itu seharusnya tetap tertanam di hati kaum Muslimin saat ini. Mereka membutuhkan itu, karena sejarah berulang dengan sendirinya.
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi SAW, Diambil dari Tradisi Syiah?
Pengertian Etimologi dan Istilah
Menurut bahasa, rafadh berarti meninggalkan, menyempal (taraka). Sedangkan al-Rafidhah berarti: sempalan atau salah satu golongan (firqah) dari Syi'ah. Menurut al-Ashmu'i, disebut demikian, karena mereka menyempal dari salah seorang imam Syi'ah, yaitu Zayd ibn 'Ali.
Tasyuyyu', menurut bahasa berarti sikap menganut atau mendukung. Syi'at al-rijal berarti penganut dan pendukung seseorang. Jadi, kata-kata tasyayya'arrajul, artinya; seorang lelaki menganut paham Syi'ah.
Setiap masyarakat memiliki sesuatu pandangan. Sebagian mereka mengikuti pendapat yang lain. Mereka adalah satu kelompok, seperti firman Allah: "Sebagaimana dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa lalu." ( QS Saba' ; 34:54)
Sedangkan pengertian istilah dan syari'at antara rafadh dan tasyayyu', ada perbedaan yang mencolok. "Ini perlu kita ketahui, bila hendak menolak tuduhan palsu kaum Rafidhah terhadap kaum Sunni," ujar Mahmud az-Zaby.
Kaum Rafidhah selalu mengacaukan pengertian rafadh di kalangan umat Islam, dan menyelewengkan makna kecintaan umat kepada keluarga Nabi. Ini mereka lakukan untuk merusak kesucian Islam dengan syi'ar yang palsu.
Baca juga: Isi Kitab Barzanji Memiliki Kemiripan dengan Tradisi Syiah
Menurut syariat agama, kata Mahmud az-Zaby, istilah rafadh berarti sikap memuliakan Ali ibn Abi Thalib lebih dari Abu Bakar dan Umar bin Khattab . Menurut mereka, 'Ali lebih utama dibanding mereka berdua. Karena itu, 'Ali lebih pantas menduduki kursi kekhalifahan. Dalam hal ini, mereka tidak sampai mencaci maki Abu Bakar dan 'Umar.
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi SAW, Diambil dari Tradisi Syiah?
Pengertian Etimologi dan Istilah
Menurut bahasa, rafadh berarti meninggalkan, menyempal (taraka). Sedangkan al-Rafidhah berarti: sempalan atau salah satu golongan (firqah) dari Syi'ah. Menurut al-Ashmu'i, disebut demikian, karena mereka menyempal dari salah seorang imam Syi'ah, yaitu Zayd ibn 'Ali.
Tasyuyyu', menurut bahasa berarti sikap menganut atau mendukung. Syi'at al-rijal berarti penganut dan pendukung seseorang. Jadi, kata-kata tasyayya'arrajul, artinya; seorang lelaki menganut paham Syi'ah.
Setiap masyarakat memiliki sesuatu pandangan. Sebagian mereka mengikuti pendapat yang lain. Mereka adalah satu kelompok, seperti firman Allah: "Sebagaimana dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa lalu." ( QS Saba' ; 34:54)
Sedangkan pengertian istilah dan syari'at antara rafadh dan tasyayyu', ada perbedaan yang mencolok. "Ini perlu kita ketahui, bila hendak menolak tuduhan palsu kaum Rafidhah terhadap kaum Sunni," ujar Mahmud az-Zaby.
Kaum Rafidhah selalu mengacaukan pengertian rafadh di kalangan umat Islam, dan menyelewengkan makna kecintaan umat kepada keluarga Nabi. Ini mereka lakukan untuk merusak kesucian Islam dengan syi'ar yang palsu.
Baca juga: Isi Kitab Barzanji Memiliki Kemiripan dengan Tradisi Syiah
Menurut syariat agama, kata Mahmud az-Zaby, istilah rafadh berarti sikap memuliakan Ali ibn Abi Thalib lebih dari Abu Bakar dan Umar bin Khattab . Menurut mereka, 'Ali lebih utama dibanding mereka berdua. Karena itu, 'Ali lebih pantas menduduki kursi kekhalifahan. Dalam hal ini, mereka tidak sampai mencaci maki Abu Bakar dan 'Umar.
Lihat Juga :