Kisah Kegagalan Khalifah Umar bin Abdul Aziz Menaklukkan Eropa
Kamis, 03 Oktober 2024 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Mendengar kedatangan Thariq, Raja Roderik mempersiapkan pasukan Ghathia sebanyak, ada yang mengatakan 70.000 orang ada pula yang mengatakan 100.000 orang yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang yang selama ini ditindas oleh Raja Roderik, suatu jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan pasukan Thariq.
Maka Musa mengirim pasukan tambahan sebanyak 5000 orang atas permintaan Thariq. Sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya hanya 12.000 orang.
Dalam pertempuran di suatu tempat bernama Wadi Bakkah, Raja Roderiq dapat diserang dan dipukul dengan pedang Thariq. Ia terbunuh dan pasukannya dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting lainnya, seperti Cordova, Granada, dan Toledo (ibu kota kerajaan Ghathia saat itu).
Kemenangan yang dicapai Thariq dan pasukannya dalam penyerangan pertama ini membuka jalan bagi penaklukan lebih luas lagi bagi Thariq.
Ketiga adalah Musa bin Nusair. Dia berangkat dengan pasukan besar menyeberangi selat pada tahun 712 M dan satu persatu kota yang dilaluinya dapat ditaklukkannya, seperti Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida. Dia dan pasukannya bergabung dengan pasukan Thariq di Toledo.
Baca juga: Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa sampai Navarre.
Pada saat mereka hendak melanjutkan pertempuran sampai ke pegunungan Pyrenia di utara dan selatan Perancis, datang panggilan dari Khalifah al-Walid bin Abdil Malik untuk menghadap Khalifah di Damaskus dan melaporkan hasil penaklukan mereka.
Andai kata panggilan ini tidak datang diperkirakan mereka akan dapat menaklukkan seluruh Spanyol sampai dengan Perancis, Italia, bahkan seluruh Eropa barat, mengingat mudahnya menaklukkan Spanyol karena saat itu kondisi sosial politik serta ekonomi yang rapuh turut menguntungkan pasukan Islam.
Baca juga: Thariq bin Ziyad: Penakluk Andalusia, Pernah Bermimpi Bertemu Nabi SAW
Gelombang Kedua
Maka Musa mengirim pasukan tambahan sebanyak 5000 orang atas permintaan Thariq. Sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya hanya 12.000 orang.
Dalam pertempuran di suatu tempat bernama Wadi Bakkah, Raja Roderiq dapat diserang dan dipukul dengan pedang Thariq. Ia terbunuh dan pasukannya dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting lainnya, seperti Cordova, Granada, dan Toledo (ibu kota kerajaan Ghathia saat itu).
Kemenangan yang dicapai Thariq dan pasukannya dalam penyerangan pertama ini membuka jalan bagi penaklukan lebih luas lagi bagi Thariq.
Ketiga adalah Musa bin Nusair. Dia berangkat dengan pasukan besar menyeberangi selat pada tahun 712 M dan satu persatu kota yang dilaluinya dapat ditaklukkannya, seperti Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida. Dia dan pasukannya bergabung dengan pasukan Thariq di Toledo.
Baca juga: Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa sampai Navarre.
Pada saat mereka hendak melanjutkan pertempuran sampai ke pegunungan Pyrenia di utara dan selatan Perancis, datang panggilan dari Khalifah al-Walid bin Abdil Malik untuk menghadap Khalifah di Damaskus dan melaporkan hasil penaklukan mereka.
Andai kata panggilan ini tidak datang diperkirakan mereka akan dapat menaklukkan seluruh Spanyol sampai dengan Perancis, Italia, bahkan seluruh Eropa barat, mengingat mudahnya menaklukkan Spanyol karena saat itu kondisi sosial politik serta ekonomi yang rapuh turut menguntungkan pasukan Islam.
Baca juga: Thariq bin Ziyad: Penakluk Andalusia, Pernah Bermimpi Bertemu Nabi SAW
Gelombang Kedua
Lihat Juga :