Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Rabu, 02 September 2020 - 15:01 WIB
loading...
Kisah Mengharukan Detik-Detik...
Ilustrasi/Ist
A A A
TATKALA menjelang wafat, Umar bin Abdul Aziz tidak meninggalkan harta kepada belasan anaknya. Kala itu, masuklah Maslamah bin Abdul Malik di kamar beliau. Ia mendapati Amirul Mukminan yang tergeletak lemah di tempat tidurnya. Maslamah adalah panglima perang yang diberi mandat oleh khalifah pendahulu Umar bin Abdul Aziz, yakni Sulaiman bin Abdul Malik. Hari itu ia datang karena dipanggil Khalifah. (Baca juga: Ini Sosok di Balik Naiknya Umar Bin Abdul Aziz Menjadi Khalifah )

Umar bin Abdul Aziz meminta Maslamah menemaninya saat dirinya menghadapi kematian. Umar berpesan supaya Maslamah sudi memandikannya, mengkafani, mengantar jasadnya sampai kubur, dan sekaligus membaringkannya di liang lahad. Maslamah menyanggupinya. Ditegar-tegarkan hatinya.

Amirul Mukminin Memandang maslamah sejenak, lantas berkata, “Lihatlah, wahai Maslamah, ke rumah seperti apa engkau akan menempatkan diriku dan dengan keadaan seperti apa dunia menyerahkan diriku ke rumah tempat kembali ku.” (Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Berubah Menjadi Kurus Saat Jabat Khalifah )

Setelah sekian lama tidak berkata-kata Maslamah bertutur, “Berwasiatlah, wahai Amirul mukminin!”

“Aku tidak punya harta yang dapat aku wasiatkan,” jawab Umar.

Ibnu Abdil Hakam dalam kitabnya “Siirah Umar bin Abdul Aziz” (Perjalanan Hidup Umar bin Abdul Aziz) menceritakan bagaimana Maslamah meminta Amirul Mukminin untuk menyampaikan wasiat. “Wahai amirul mukminin sesungguhnya Anda melarang anak-anak Anda mendapatkan harta yang ada ini. Maka alangkah baiknya jika Anda mewasiatkan kepadaku atau orang yang Anda percaya di antara keluarga Anda,” ujar Maslamah.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz tidak langsung menjawab usul Maslamah itu. “Tolong dudukkanlah saya!” pintanya, begitu Maslamah selesai berbicara. (Baca juga: Kisah Umar Bin Abdul Aziz Ketika Menahan Marah )

“Sungguh aku mendengar apa yang Anda katakan wahai Maslamah, adapun perkataanmu bahwa saya menghalangi anak-anak untuk mendapat bagian harta, maka sebenarnya demi Allah aku tidak menghalangi sesuatu yang menjadi hak mereka. Namun saya tidak berani memberikan harta yang memang bukan hak mereka.”

Adapun yang kau katakan, “alangkah baiknya jika Anda mewasiatkan kepadaku atau orang yang Anda percaya di antara keluarga Anda (untuk menanggung) anak-anak Anda”, maka sesungguhnya wasiatku untuk anak-anakku hanyalah Allah yang telah menurunkan Al-Kitab dengan benar, Dia-lah yang melindungi orang-orang saleh.” (Baca juga: Detik-Detik Ketika Umar bin Abdul Aziz Diangkat Jadi Khalifah )

“Ketahuilah wahai Maslamah! Bahwa anak-anakku hanyalah satu di antara dua kemungkinan, apakah dia seorang yang saleh dan bertakwa sehingga Allah akan mencukupi mereka dengan karunia-Nya dan Dia menjadikan jalan keluar bagi kesulitan mereka. Ataukah dia anak durhaka yang berkubang dengan maksiat, sedangkan sekali-kali saya tidak mau menjadi orang yang membantu mereka dengan harta untuk bermaksiat kepada Allah.”

Setelah itu beliau berkata, “Panggillah anak-anakku kemari!”

Maka dipanggillah anak-anak amirul mukminin yang berjumlah belasan. Begitu melihat mereka meneteslah air mata beliau seraya berkata, “Aku tinggalkan mereka dalam keadaan miskin tak memiliki apa-apa.” (Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan )

Beliau menangis tanpa bersuara kemudian menoleh ke arah mereka dan berkata, “Wahai anak-anakku, aku telah meninggalkan kepada kalian kebaikan yang banyak. Sesungguhnya ketika kalian melewati seorang muslim atau ahli dzimmah mereka melihat bahwa kalian memiliki hak atas mereka.”

“Wahai anak-anakku, sesungguhnya di hadapan kalian terpampang dua pilihan. Apakah kalian hidup berkecukupan namun ayahmu masuk neraka, ataukah kalian dalam keadaan fakir namun ayahmu masuk surga. Saya percaya bila kalian lebih memilih jika ayah kalian selamat dari neraka daripada kalian hidup kaya raya.”

Baca juga: Jangan Berharap Banyak, BLT Tak Mampu Dongkrak Konsumsi dan Redam Resesi
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Meneladani Umar bin...
Meneladani Umar bin Abdul Aziz: Membangun Ekosistem Zakat Produktif dalam Organisme Pesantren
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian
Raja’ bin Haiwah:...
Raja’ bin Haiwah: Pemegang Surat Wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Rekomendasi
Panas Matahari Bisa...
Panas Matahari Bisa Mempengaruhi Aktivitas Gempa Bumi
13 Gempa Bumi Berkuatan...
13 Gempa Bumi Berkuatan di Atas 8 SR yang Pernah Guncang Dunia
4 Penemuan Ilmuwan Muslim...
4 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia saat Ini
Artikel Terkini
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved