5 Fakta Penyerangan Israel Terhadap Pasukan TNI Bertugas di PBB, 2 Orang Terluka Akibat dari Konfrontasi Tersebut
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan lebih lanjut oleh Teneti pada saat itu, Israel meminta kepada Penjaga Perdamaian untuk berpindah ke “Posisi Spesifik” dekat perbatasan. Akan tetapi, menjadi hal penting untuk UNIFIL menetapkan bendera dan posisi mereka di Lebanon Selatan.
Untuk reaksi dari negara lain, Amerika Serikat merasa sangat prihatin dengan laporan Israel menembak penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Mereka menyadari bahwa Israel sedang melakukan operasi mereka dalam memburu Hizbullah dekat Garis Biru. Akan tetapi Amerika Serikat menegaskan bahwa operasi tersebut harus menjaga keamanan dan keselamatan dari penjaga perdamaian.
Militer Israel mengatakan bahwa penembakan oleh pasukan Israel di dekat daerah UNIFIL tersebut setelah menyuruh untuk UNIFIL berada di daerah aman.
Dalam pernyataan mereka, terdapat pejuang Hizbullah yang beroperasi di dalam dan sekitar daerah sipil Lebanon Selatan. Termasuk daerah di dekat pos UNIFIL.
Duta besar Israel, Danny Danon merekomendasi bagi Penjaga Kedamaian UNIFIL untuk merelokasi wilayah mereka lima kilometer ke utara.
"Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan IDF di Lebanon Selatan yang melukai 2 personel pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia," Ucap Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam pernyataannya pada Jumat 11 Oktober 2024
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menegaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap dua anggota tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Dua anggota pasukan penjaga kedamaian diketahui bernama Mar Eggy Arifiyanto dan Praka Nofrian Syah Putra.MG/ Raffirabbani Panatamahdi Adizaputra
Baca juga: Kondisi Terkini 2 Anggota TNI usai Kena Serangan Israel di Lebanon
Untuk reaksi dari negara lain, Amerika Serikat merasa sangat prihatin dengan laporan Israel menembak penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Mereka menyadari bahwa Israel sedang melakukan operasi mereka dalam memburu Hizbullah dekat Garis Biru. Akan tetapi Amerika Serikat menegaskan bahwa operasi tersebut harus menjaga keamanan dan keselamatan dari penjaga perdamaian.
4. Israel menganggap Hizbullah beroperasi di daerah UNIFIL
Israel sendiri berargumen terhadap mengapa mereka melakukan konfrontasi tersebut.Militer Israel mengatakan bahwa penembakan oleh pasukan Israel di dekat daerah UNIFIL tersebut setelah menyuruh untuk UNIFIL berada di daerah aman.
Dalam pernyataan mereka, terdapat pejuang Hizbullah yang beroperasi di dalam dan sekitar daerah sipil Lebanon Selatan. Termasuk daerah di dekat pos UNIFIL.
Duta besar Israel, Danny Danon merekomendasi bagi Penjaga Kedamaian UNIFIL untuk merelokasi wilayah mereka lima kilometer ke utara.
5. Indonesia Kecam Keras Terhadap Aksi Israel
Indonesia sendiri tidak berdiam diri dimana anggota prajurit penjaga keamanan yang terluka diketahui memiliki kewarganegaraan Indonesia."Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan IDF di Lebanon Selatan yang melukai 2 personel pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia," Ucap Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam pernyataannya pada Jumat 11 Oktober 2024
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menegaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap dua anggota tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Dua anggota pasukan penjaga kedamaian diketahui bernama Mar Eggy Arifiyanto dan Praka Nofrian Syah Putra.MG/ Raffirabbani Panatamahdi Adizaputra
Baca juga: Kondisi Terkini 2 Anggota TNI usai Kena Serangan Israel di Lebanon
(wid)
Lihat Juga :