Syahidnya Yahya Sinwar: Mengingat Pelopor Pasukan Berani Mati Ikrimah bin Abu Jahal
Senin, 21 Oktober 2024 - 05:42 WIB
loading...
A
A
A
Begitu melihat ada jalan untuk menyelamatkan diri, pasukan berkuda Romawi itu lari cerai-berai kian ke mari. Ketika itulah Khalid dengan pasukan berkudanya menghantam pasukan infantri Romawi dan menyerbu tempat perlindungan mereka.
Pasukan Romawi mundur terus. Tetapi di belakang mereka ada jurang Waqusah, dan seperti dinding yang roboh dari dasarnya, mereka ramai-ramai berjatuhan terjerumus ke dalamnya.
Baca juga: Ikrimah bin Abu Jahal, Pelopor Pasukan Berani Mati dalam Islam
Pasukan Muslimin terus mengadakan tekanan supaya mereka terus mundur. Akhirnya kelompok demi kelompok mereka berjatuhan ke dalam jurang itu.
Demikianlah terjadi bertubi-tubi, sehingga konon mereka yang terbunuh mencapai 100.000 orang, dan ada pula yang menyebutkan 120.000 orang.
Hari itu Theodorus, saudara Heraklius juga terbunuh, di samping sejumlah besar perwira Romawi yang juga terbunuh. Yang masih selamat dari maut di antaranya Caycar dan beberapa orang bangsawan Romawi lainnya.
Pasukan Berani Mati
Allah memberinya cahaya Hidayah kepada Ikrimah dan menjadi pelopor (pencetus) pasukan berani mati dalam sejarah Islam. padahal di masa remaja Ikrimah tumbuh di Makkah saat kedengkian dan permusuhan kepada Islam dan Nabi Muhammad digaungkan oleh ayahnya, Abu Jahal.
Keberanian Ikrimah di medan perang diceritakan dalam banyak riwayat. Ketika perang melawan pasukan Romawi yang berjumlah ratusan ribu orang, Ikrimah tampil bak singa mengamuk. Ia berjuang mati-matian menembus pasukan Romawi.
Suaranya yang lantang menggelegar bagaikan petir mengejutkan pasukan kaum muslimin: "Wahai kaum muslimin, siapakah di antara kalian yang siap sumpah setia untuk berperang hingga titik darah penghabisan?"
Baca juga: Kisah Perang Yarmuk, Pertempuran Terdahsyat Mengakhiri Kekuasan Romawi
Sejumlah 400 orang pasukan muslim merapat ke Ikrimah. Merekalah yang dalam sejarah dikenal dengan "Pasukan Berani Mati". Melihat itu, Khalid bin Al-Walid bergegas mendekati Ikrimah dan berusaha mencegahnya agar tidak mengorbankan dirinya.
Ikrimah menatap Khalid sambil berujar: "Biarkan aku mengambil keputusan ini wahai Khalid. Engkau telah lebih dahulu melakukan banyak kebaikan bersama Rasulullah. Sedangkan Aku dan Ayahku adalah orang yang paling keras menentang Rasulullah. Biarkan Aku menebus kesalahan masa laluku. Dahulu aku memerangi Rasulullah dalam berbagai peperangan, apakah hari ini aku harus lari dari kepungan Romawi? Hal ini tidak boleh terjadi."
Pasukan Romawi mundur terus. Tetapi di belakang mereka ada jurang Waqusah, dan seperti dinding yang roboh dari dasarnya, mereka ramai-ramai berjatuhan terjerumus ke dalamnya.
Baca juga: Ikrimah bin Abu Jahal, Pelopor Pasukan Berani Mati dalam Islam
Pasukan Muslimin terus mengadakan tekanan supaya mereka terus mundur. Akhirnya kelompok demi kelompok mereka berjatuhan ke dalam jurang itu.
Demikianlah terjadi bertubi-tubi, sehingga konon mereka yang terbunuh mencapai 100.000 orang, dan ada pula yang menyebutkan 120.000 orang.
Hari itu Theodorus, saudara Heraklius juga terbunuh, di samping sejumlah besar perwira Romawi yang juga terbunuh. Yang masih selamat dari maut di antaranya Caycar dan beberapa orang bangsawan Romawi lainnya.
Pasukan Berani Mati
Allah memberinya cahaya Hidayah kepada Ikrimah dan menjadi pelopor (pencetus) pasukan berani mati dalam sejarah Islam. padahal di masa remaja Ikrimah tumbuh di Makkah saat kedengkian dan permusuhan kepada Islam dan Nabi Muhammad digaungkan oleh ayahnya, Abu Jahal.
Keberanian Ikrimah di medan perang diceritakan dalam banyak riwayat. Ketika perang melawan pasukan Romawi yang berjumlah ratusan ribu orang, Ikrimah tampil bak singa mengamuk. Ia berjuang mati-matian menembus pasukan Romawi.
Suaranya yang lantang menggelegar bagaikan petir mengejutkan pasukan kaum muslimin: "Wahai kaum muslimin, siapakah di antara kalian yang siap sumpah setia untuk berperang hingga titik darah penghabisan?"
Baca juga: Kisah Perang Yarmuk, Pertempuran Terdahsyat Mengakhiri Kekuasan Romawi
Sejumlah 400 orang pasukan muslim merapat ke Ikrimah. Merekalah yang dalam sejarah dikenal dengan "Pasukan Berani Mati". Melihat itu, Khalid bin Al-Walid bergegas mendekati Ikrimah dan berusaha mencegahnya agar tidak mengorbankan dirinya.
Ikrimah menatap Khalid sambil berujar: "Biarkan aku mengambil keputusan ini wahai Khalid. Engkau telah lebih dahulu melakukan banyak kebaikan bersama Rasulullah. Sedangkan Aku dan Ayahku adalah orang yang paling keras menentang Rasulullah. Biarkan Aku menebus kesalahan masa laluku. Dahulu aku memerangi Rasulullah dalam berbagai peperangan, apakah hari ini aku harus lari dari kepungan Romawi? Hal ini tidak boleh terjadi."
Lihat Juga :