Rasulullah SAW Ingatkan Ulama Su’ atau Tercela Lebih Berbahaya Dibanding Dajjal
Selasa, 05 November 2024 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
Ulama Tercela
Pantas saja jika Rasulullah SAW tidak begitu mengkhawatirkan akan bahaya Dajjal.
“Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal.” Beliau kemudian ditanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ulama su'.”
Imam Al-Ghazali menyandingkan term ulama dengan kata su’ yang dalam bahasa Indonesia merupakan padanan kata “buruk” dan “tercela”. Ulama su‘ berarti ulama yang buruk dan tercela.
Ulama sejatinya merupakan pemuka agama yang mengayomi dan mendidik masyarakat untuk menjadi pribadi yang saleh. Namun ulama su‘ justru sebaliknya, ia menganjurkan kebaikan tapi perbuatannya tidak mencerminkan demikian.
Selain hadis tersebut ditemukan hadis serupa dalam riwayat Ahmad akan tetapi dengan menyebut aimmah mudhillin (para pemuka agama yang menyesatkan) bukan ulama su’. Namun keduanya memiliki arti yang sama.
Adapun dalam hadis lainnya yang diriwayatkan dari Tirmizi dan Abu Daud dengan sanad sahih disebutkan tanpa menyebutkan kata dajjal,
Baca juga: Apakah Ibnu Shayyad Merupakan Sesosok Dajjal?
Artinya: Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas umatku adalah para imam atau pemuka agama yang menyesatkan. (HR. Abu Daud)
Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan alasan kekhawatiran Rasulullah sebab Dajjal memang bertujuan menyesatkan, sedangkan ulama su‘ walaupun lidah dan ucapannya memalingkan manusia dari dunia, tapi amal perbuatan dan keadaannya mengajak manusia ke sana.
Dajjal itu nyata. Jelas bentuk dan visinya. Tidaklah dia diutus di akhir zaman, kecuali untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan, dosa, dan keburukan hingga terjerumus di dalam neraka.
“Sementara ulama yang buruk,” tutur Imam al-Ghazali, "kendati lisan dan kata-katanya mengajak manusia berpaling dari dunia, namun ia juga mengajak mereka kepada dunia melalui tingkah laku dan perbuatannya (teladannya).”
Pantas saja jika Rasulullah SAW tidak begitu mengkhawatirkan akan bahaya Dajjal.
أنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال فقيل: وما هو يارسول الله؟، فقال: علماء السوء
“Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal.” Beliau kemudian ditanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ulama su'.”
Imam Al-Ghazali menyandingkan term ulama dengan kata su’ yang dalam bahasa Indonesia merupakan padanan kata “buruk” dan “tercela”. Ulama su‘ berarti ulama yang buruk dan tercela.
Ulama sejatinya merupakan pemuka agama yang mengayomi dan mendidik masyarakat untuk menjadi pribadi yang saleh. Namun ulama su‘ justru sebaliknya, ia menganjurkan kebaikan tapi perbuatannya tidak mencerminkan demikian.
Selain hadis tersebut ditemukan hadis serupa dalam riwayat Ahmad akan tetapi dengan menyebut aimmah mudhillin (para pemuka agama yang menyesatkan) bukan ulama su’. Namun keduanya memiliki arti yang sama.
Adapun dalam hadis lainnya yang diriwayatkan dari Tirmizi dan Abu Daud dengan sanad sahih disebutkan tanpa menyebutkan kata dajjal,
Baca juga: Apakah Ibnu Shayyad Merupakan Sesosok Dajjal?
إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ
Artinya: Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas umatku adalah para imam atau pemuka agama yang menyesatkan. (HR. Abu Daud)
Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan alasan kekhawatiran Rasulullah sebab Dajjal memang bertujuan menyesatkan, sedangkan ulama su‘ walaupun lidah dan ucapannya memalingkan manusia dari dunia, tapi amal perbuatan dan keadaannya mengajak manusia ke sana.
Dajjal itu nyata. Jelas bentuk dan visinya. Tidaklah dia diutus di akhir zaman, kecuali untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan, dosa, dan keburukan hingga terjerumus di dalam neraka.
“Sementara ulama yang buruk,” tutur Imam al-Ghazali, "kendati lisan dan kata-katanya mengajak manusia berpaling dari dunia, namun ia juga mengajak mereka kepada dunia melalui tingkah laku dan perbuatannya (teladannya).”
Lihat Juga :