Rasulullah SAW Ingatkan Ulama Su’ atau Tercela Lebih Berbahaya Dibanding Dajjal
Selasa, 05 November 2024 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
Imam al-Ghazali melanjutkan, “Kerusakan yang ditimbulkan oleh orang yang tertipu dengan amal-amalnya lebih banyak daripada kebaikan yang ia lakukan dengan kata-kata. Sebab, orang bodoh berani rakus dengan dunia gara-gara orang pintar. Orang pintarlah yang menjadi penyebab hamba-hamba Allah Ta’ala yang awam berani berbuat durhaka kepada-Nya.”
Baca juga: Hadis tentang Keluarnya Dajjal dan Fitnahnya
Inilah orang pintar yang justru membahayakan diri, agama, dan peradaban. Sebabnya, “Jiwanya sebenarnya bodoh, terus menipu angan-angan serta harapannya. Ia menganggap dirinya lebih baik dari kebanyakan hamba Allah Ta’ala.”
Adapun ciri-ciri ulama su‘ menurut Imam Ghazali di antaranya;
Pertama, ia pergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta. Ilmunya menjadi tumpuan untuk meraih sasaran duniawi.
Kedua, ia menggunakan ilmunya untuk berbangga dengan kedudukannya.
Ketiga, ia menyombongkan diri dengan besarnya jumlah pengikut.
Keempat, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus di sisi Allah karena ciri-ciri, pakaian, dan kepandaian berbicaranya yang seperti ulama, padahal ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin.
Mereka merupakan golongan orang-orang merugi yang digambarkan dalam hadis Nabi SAW, “Siapa yang bertambah ilmu, tapi tidak bertambah hidayah, ia hanya bertambah jauh dari Allah.” Wallahu'alam.
Baca juga: Mengenal Gerbang Lod Tempat Terbunuhnya Dajjal
Baca juga: Hadis tentang Keluarnya Dajjal dan Fitnahnya
Inilah orang pintar yang justru membahayakan diri, agama, dan peradaban. Sebabnya, “Jiwanya sebenarnya bodoh, terus menipu angan-angan serta harapannya. Ia menganggap dirinya lebih baik dari kebanyakan hamba Allah Ta’ala.”
Adapun ciri-ciri ulama su‘ menurut Imam Ghazali di antaranya;
Pertama, ia pergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta. Ilmunya menjadi tumpuan untuk meraih sasaran duniawi.
Kedua, ia menggunakan ilmunya untuk berbangga dengan kedudukannya.
Ketiga, ia menyombongkan diri dengan besarnya jumlah pengikut.
Keempat, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus di sisi Allah karena ciri-ciri, pakaian, dan kepandaian berbicaranya yang seperti ulama, padahal ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin.
Mereka merupakan golongan orang-orang merugi yang digambarkan dalam hadis Nabi SAW, “Siapa yang bertambah ilmu, tapi tidak bertambah hidayah, ia hanya bertambah jauh dari Allah.” Wallahu'alam.
Baca juga: Mengenal Gerbang Lod Tempat Terbunuhnya Dajjal
(mhy)
Lihat Juga :